Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Tranformasi menjadi bidadari


__ADS_3

Albert menatap jam di pergelangan tangannya, tetapi Adel masih belum turun juga.


"kakak" panggil Cindy dari arah tangga.


Albert mengalihkan pandangannya ke arah tangga, di tatapnya wajah Adel yang cantik dan anggun tidak seperti Adel yang selalu ia lihat. Jantung Albert berdetak dengan cepat, dia sampai memegangi jantungnya yang meleleh melihat kecantikan Adel.


'Bidadari yang cantik.' batin Albert.


Satria yang baru saja datang pun pangling melihat wajah Adel sampai dia mengucek matanya berkali-kali, pak Ahmad hanya tersenyum melihat penampilan Adel yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri. Mata Albert tak berkedip sampai Adel berdiri di hadapannya, Adel salah tingkah di tatap oleh Albert.


"Hellooowwww... Kakak, kakaaaakkk." teriak Cindy.


Albert langsung tersadar, dia memalingkan wajahnya bak maling yang tertangkap basah. Wajah Adel memerah bak tomat yang sudah matang sempurna, Satria masih betah memandangi wajah Adel dan Albert tidak terima wanitanya di tatap oleh lelaki lain selain dirinya.


" Satria kau sudah bosan bekerja? Atau kau ingin aku mencongkel matamu lalu melemparnya ke kandang buaya?!" tanya Albert dingin plus dengan tatapan tidak sukanya.


Deg!!


"Ti-tidak tuan, maafkan saya." ucap Satria terbata.


Cindy mendelikkan matanya ke arah Satria, sungguh dia merasa bete melihat Satria yang terus menerus menatap Adel.

__ADS_1


'Awas lu ya, berani lirik cewek lain gue pastiin loe gak bisa liat selamanya.' gerutu Cindy dalam hati.


'Aduhh mampus deh kalo gini ceritanya' batin Satria.


Satria ketar ketir melihat tatapan Albert dan juga Cindy, kedua adik kakak itu terlihat menyeramkan bagi Satria.


" Ayo katanya mau ke kantor? Kenapa malah diem-diem bae disini." ucap Adel.


"hmm" ucap Albert.


Pak Ahmad ikut serta pergi ke kantor atas perintah Albert, dia mendorong kursi roda Albert sedangkan Adel berjalan di samping suaminya. Sebelum semuanya pergi Cindy menarik kerah baju Satria kebelakang, dia membisikkan sesuatu di telinga Satria.


"kalo sampai berani lirik cewek lain, aku pastikan burungmu di sembelih dengan sempurna oleh tanganku sendiri." bisik Cindy.


Cindy merapikan pakaian Satria yang sudah pias karena takut oleh ancaman Cindy, bukan apa-apa masalahnya Cindy tak pernah main-main dengan ucapannya sama persis dengan Albert. Tanpa banyak yang tahu Satria dan juga Cindy sudah berkomitmen untuk menjaga perasaan satu sama lain sampai Indah dan juga Albert memberikan restu, kalau Rasya tidak perlu di tanyakan lagi apapun keinginan Cindy dia pasti memenuhinya.


Satria bergegas kaluar dari mansion, dia langsung masuk ke dalam mobil dan meyalakan mesinnya. Mobil langsung melesat pergi meninggalkan mansion, di sepanjang perjalanan diam-diam Albert mencuri pandangan pada Adel.


"kalo mau liat tinggal liat aja, gausah kayang maling ngintip-ngintip segala." cibir Adel.


"Ge'er" ucap Albert.

__ADS_1


"Gengsi nih bos." goda Adel.


Deg..deg..deg..


Jantung Albert mulai tak normal, mungkinkah kini benih cinta sudah tumbuh di dalam hatinya.


Beberala menit kemudian mobil Albert sudah sampai di kantor, pak Ahmad membantu Albert duduk di kursi rodannya lalu mendorongnya masuk ke dalam. Para karyawan terkejut melihat Albert yang duduk di kursi roda, para karyawan berbisik-bisik membicarakan dirinya.


" Kalian sudah bosan bekerja? Kembalu ke tempat masing-masing." ucap Satria dengan tegas.


Para karyawan ketakutan, mereka menundukkan kepalanya masing-masing. Albert menatap tanpa ekspresi saat pak Ahmad melanjutkan perjalanannya, Adel menatap tajam para lelaki yang melihatnya dengan tatapan memuja.


" Apa liat-liat, mau gue tonjok tuh muka satu-satu hah?!" sewot Adel menujukkan kepalan tangannya.


Adel risih di tatap seperti itu, Albert memberikan kode kepada Satria dia ingin Asisten pribadiny mengurus para lelaki yang berani menatap istrinya lebih dari tiga detik.


"Al kau duluan saja, aku mau mengambil barangku yang tertinggal di dalam mobil." ucap Adel.


"Hemm,Satria kau temani Adel." titah Albert.


"baik Tuan." ucap Satria.

__ADS_1


Albert dan pak Ahmad menaiki lift khusus CEO menuju ruangan milik Albert, sampai di ruangan pribadinya pak Ahmad membukakan pintu untuk Albert. Lucas ternyata sudah ada di ruangan Albert, dia bangun menyambut kedatangan Albert.


'heh, ternyata dia masih punya nyali' Batin Albert.


__ADS_2