Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
menggoda Satria


__ADS_3

Selesai membahas urusan Burhan semua orag kini diam, berbeda dengan duo julid yang sedang menelisik wajah Satria yang kebetulan duduk diantara mereka berdua.


"Wooww, c****g nya banyak bener gak sakit tuh dek?" ledek Edgar.


Satria membulatkan matanya sempurna, dia lupa menutupi hasil karya istrinya yang ganas.


'Waduh gawat ini' batin Satria.


"Jiiiaaahhhh...pecah telor barudak." seru Adel.


Rasya menarik sedikit baju Satria kepo, dilihatnya banyak cakaran dan juga stempel kepemilikan ditubuh Satria.


"Anjir, kenapa adek gue berubah jadi macan?" tanya Rasya.


"Hahahaha...pada sirik kan loe berdua, makanya nikah sana biar tahu rasanya dicakar melayang jauh ke angkasa menikmati surga dunia." ucap Adel sambil tertawa.


"Kagak dulu, pedang gue harus perawatan dulu biar tajem." ucap Edgar.


"Kalo gue mah santai aja, kalo mau ngerasain sensasi melayang mah gampang banyak kok diluaran sana yang masih jualan donat, tinggal bayar tekk puas deh." ucap Rasya dengan polosnya.


"Coba bilang sekali lagi?!" tekan Albert.


Albert menatap tajam kearah Rasya yang dengan polosnya ingin membeli kepuasan, Indah mengepalkan tinjunya kearah Rasya karena di keluadga Wiguna sangat dilarang keras minum apalagi tidur sembarangan.


"Hayolohhh, gak bahaya ta." ucap Edgar.


Glekk..


"Hehehe, Sya bercanda kok mom, kak." ucap Rasya menggaruk-garukkan kepalanya yang tak gatal.


"Aku gak ikutan, mau lanjutin aja ngompanya." ucap Satria kabur ke kamarnya tak ingin kembali menjadi bahan ledekan.


"Gue juga mau main game lagi." ucap Edgar ikutan kabur.

__ADS_1


"Awas loe ya! Berani melangkahkan kaki di club atau main j***** gue habisin loe." Ancam Adel.


"Iya madam, sorry cuman becanda kok." ucap Rasya ketakutan.


Sore harinya.


Fatimah, dan Yusuf sudah bersiap untuk pulang, mereka kini sedang memeluk anak semata wayangnya secara bergantian sebelum benar-benar pergi.


"Adel kamu jaga diri baik-baik ya nak, jaga juga cucu ayah jangan sampai kamu membahayakan kandunganmu mengingat kamu itu hyperaktif." pesan Yusuf.


"Ck, enggak lah yah sekarang kan di kontrol sama mas Al gak boleh ngapa-ngapain." ucap Adel cemberut.


"Iya bagus itu, kamu memang harus dikontrol biar gak petakilan. Sekarang kamu akan menjadi seorang ibu jadi kamu harus merubah sikapmu jangan barbar, jangan ngerjain orang di balik ngidammu itu kasihan." ucap Fatimah.


"Iya bu." ucap Adel.


Saat sampai di mansion memenuhi undangan pernikahan Cindy dan Satria, kedua orangtua Adel diberi kabar bahagia daei anak semata wayangnya yang memberitahukan kalau Adel kini sedang mengandung. Keduanya begitu bahagia mendapat kabar tersebut, namun Edgar dan Rasya mengadu pada Fatimah kalau Adel sering mengerjainya dengan alasan ngidam dan Fatimah pun sudah menduganya.


"Bu Indah saya pamit pulang dulu ya, sekalian mau ke rumah Nabila." ucap Fatimah.


"Kami masih harus menjaga toko yang dulu di berikan oleh bu Indah, sekaligus banyak yang memesan ikan lele serta ayam jadi bukannya gak mau tapi kami masih harus menjalankan amanah yang sudah kami sanggupi." ucap Yusuf.


"Yasudah kalau begitu kalian hati-hati pulangnya," ucap Indah.


"Nak Al tolong jagain anak ayah yah." ucap Yusuf.


"Tentu saja ayah, tanpa diminta pun aku pasti akan melakukannya." ucap Albert.


"Adel inget kata-kata ibu ya, kalau ada apa-apa jangan lupa telpon ibu." ucap Fatimah.


"Oke ibuku yang bawel." ucap Adel.


Yusuf dan Fatimah masuk ke dalam mobil diantar oleh supir pribadi Indah, selang kepergian orang tua Adel Farid and the geng pun bersiap untuk pulang.

__ADS_1


"Del gue pamit pulang dulu ya, kasihan emak gue nanti kangen." ucap Farid.


"Iya del gue juga pamit pulang, ada janji sama ayang gue." ucap Luna.


"Yaudah kalo mau pulang nanti di anterin sama Rasya, kalo loe Bil tunggu Burhan aja." ucap Adel.


"Mommy panggil Rasya sama Burhan dulu ya." ucap Indah.


Adel menganggukkan kepalanya, Indah masuk kedalam mansion memanggim Rasya dan juga Burhan keluar.


"Burhan itu Nabila katanya mau pulang." ucap Indah.


Burhan langsung bangkit dari duduknya, tak lupa ia mengambil kunci mobilnya keluar dari kamar tamu.


"Dimana Nabilanya tante?" tanya Burhan.


"Diluar, gih anterin dulu." jawab Indah.


"Oke, makasih tante." ucap Burhan.


"Sya, kamu dipanggil Adel." ucap Indah.


"Waduh, mau ngapain si madam mom?" tanya Rasya.


"Katanya anterin Farid sama Luna." jawab Indah.


Rasya keluar dari kamar tamu menyusul Burhan, Indah mengekor dibelakang Rasya keluar dari masion.


"Burhan anterin Nabila, awas loe jangan sampai nyicil." ancam Adel.


"Siap madam." seru Burhan.


"Sya kamu anterin Farid sama si Luna ya." ucap Adel.

__ADS_1


"Iya madam." ucap Rasya.


Burhan menarik tangan Nabila sehingga keduanya merasa tersengat aliran cinta yang mengalir lewat urat-urat di tubuhnya, Nabila menyembunyikan semburat merah diwajahnya agar tidak terlihat oleh orang lain. Rasya mengajak Farid dan Luna masuk kedalam mobilnya, akhirnya dua mobil keluar meninggalkan pekarangan mansion.


__ADS_2