Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Kedatangan Cindy


__ADS_3

Sudah waktunya untuk Indah beristirahat, Adel mengambil nenerapa butir obat lalu memberikannya kepada Indah sebelum mertuanya tidur.


Gluk..Glukk..Glukk.


"Mommy istirahat ya." ucap Adel menyelimuti tubuh Indah.


"Iya, Terima kasih nak." ucap Indah.


Adel membawa gelas dan juga piring ke dapur untuk di cucinya, Albert mengetuk-ngetukkan kakinya menunggu Adel selesai mengerjakan rutinitas yang biasa ia kerjakan.


Selesai mencuci piring kotor Adel duduk di samping suaminya, wajah Albert sumringah melihat Adel datang. Albert merapatkan tubuhnya mengikis jarak diantara dia dan istrinya, Adel tak risih sama sekali ia malah sibuk dengan gawainya.


"Adinda." panggil Albert.


"Hemm." sahut Adel tanpa menatap wajah Albert.


"Fokusnya sama hp, sampai suaminya sendiri dianggurin." cibir Albert.


"Apaan sih" ucap Adel.


Albert menggeserkan tubuhnya menjauh dari Adel, dia jadi kesal sendiri melihat Adel yang sibuk dengan hp nya sedangkan dirinya tak di pedulikan, padahal ia ingin bermanja-manja pada istrinya. Adel meletakkan hp nya ke atas meja, dia melihat wajah Albert yang cemberut namun ia tidak tahu kenapa.


"Kakanda kenapa?" tanya Adel.


"Au ahh." sewot Albert.

__ADS_1


"Kalo di tanya tuh jawab yang bener, jangan langsung sewot gitu jadi pengen nabok dindanya." omel Adel.


"Ya habisnya kamu malah sibuk sama hp, bukan sama aku padahal daritadi aku udah nungguin kamu beres nyuci mumpung Rasya gak ada, mommy juga sudah tidur jadi ini kesempatan untuk kita berduaan gimana sih gak peka banget jadi istri." gerutu Albert.


"Ya tinggal bilang dong kakandaku sayang, eemmuah." ucap Adel gemas sendiri sampai ia mengecup pipi Albert.


Albert tersenyum lebar mendapat kecupan manis dari Adel, dia jadi salting sendiri karena istrinya selalu mengerti apa yang dia inginkan.


"Kurang." ucap Albert.


"Asshiiapp sayangnya adinda." ucap Adel.


Cup.. Cup..Cup..


"Emmhh"


Ceklek.


"Astagfirullah"


Tiba di rumah sakit Rasya langsung mengajak Cindy dan juga pak Ahmad ke ruangan VIP dimana Indah di rawat, begitu sampai di depan ruangan Indah Rasya membuka pintu alangkah terkejutnya ia melihat pemandangan yang membuat matanya ternoda, seketika tubuhnya menegang seperti orang yang melihat hantu. Cindy dan pak Ahmad mengernyitkan dahinya melihat tingkah aneh Rasya, keduanya penasaran dan hendak masuk tetapi Rasya langsung melarangnya.


"JANGAN!" cegah Rasya.


"Kakak kenapa sih?" tanya Cindy.

__ADS_1


"Jangan, pokokkya jangan masuk dulu kita tunggu saja sebentar disini." ucap Rasya.


"Kakak aneh deh, Cindy kan mau ketemu sama mommy kenapa kakak larang Cindy masuk sih? Udah ahh Cindy masuk aja." protes Cindy.


Cindy menerobos masuk ke dalam ruangan Indah, saking menikmatinya Albert dan Adel tidak sadar kalau ada orang masuk ke dalam ruangan rawat Indah.


"Aaaa..HARAM, HARAM.." teriak Cindy.


Adel terkejut mendengar teriakan Cindy, dia langsung melepaskan tautan b****nya dari Albert. Rasya dan pak Ahmad pun ikut masuk ke dalam menyusul Cindy, Indah terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berisik.


"Sejak kapan kalian disana?" tanya Albert dingin.


"Sejak kalian beradegan panas." jawab Rasya.


'S**t mereka melihatnya' batin Albert kesal.


"Ngapain sih teriak-teriak ganggu aja," ucap Adel santai.


"Lagian ngapain sih dek pake teriak haram segala? tuh liat mommy jadi bangun gara-gara suara cempreng kamu." ucap Rasya.


"Iya haram buat adek liat kak, lagian ini tuh rumah sakit bukan hotel ngapain juga kalian c***** disini?" ucap Cindy mengomel.


"Ya gapapa orang kita udah sah kok, jadi halal mau dimana juga asal jangan di jalanan umum." ucap Adel.


" Kan kak Al banyak uang kenapa gak ke hotel aja?" tanya Cindy.

__ADS_1


__ADS_2