Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Jadi nenek


__ADS_3

Albert meminta istrinya untuk berbaring, dia tak ingin Adel kecapean karena mulai sekarang Albert akan membatasi aktivitas Adel mengingat istrinya itu sangatlah hyperaktif.


"Mulai sekarang kamu jangan banyak gerak, gak boleh keluar kamar dan ingati sekarang kamu tengah mengandung anak kita, jangan kecapean pokoknya kalau kamu butuh apa-apa tinggal bilang sama mas atau sama yang ada dirumah mengerti?" ucap Albert mulai posessif.


"Aku heran deh sama kamu mas? Aku ini kan cuman hamil bukan sakit keras, emang kamu pikir aku nyaman duduk terus dikamar pastinya bosen tahu, please deh ya jangan batasin kegiagan aku yang hamil diluaran sana juga banyak perempuan hamil sambil kerja toh mereka aman-aman aja." protes Adel, mana mungkin dia bisa diam saja memikirkannya saja membuatnya stress.


"Jangan membantah, aku tidak mau anak kita kenapa-napa oke? Untuk sekarang ini mas ingin kamu ikuti apa yang mas ucapkan." ucap Albert dingin.


"Yaudah deh iya." ucap Adel pasrah.


"Tunggu disini ya, aku mau kebawah mau kasih tahu mommy sama yang lainnya mereka pasti seneng." ucap Albert.


"Hemm." jawab Adel singkat.


Albert langsung pergi dari kamarnya, dia berjalan menuruni tangga dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya. Melihat suaminya pergi Adel menggerutu kesal, jika ia tak menuruti ucapan suaminya bisa dipastikan dia takkan mendapat jatah mana mungkin Adel bisa tenang jika suaminya tak menyentuhnya.


'Dibantah gak dikasih jatah, gak dibantah gue yang bosen emang dasar lakik gue nyebelin' batin Adel.


Adel tak berani mengeluarkan suaranya, dia menggerutu di dalam hatinya karena kamarnya pastinya ada cctv bisa gawat kalo Albert tahu.

__ADS_1


"MOMMY" teriak Albert.


Indah yang sedang sibuk dengan handphonenya ia segera mematikan ponselnya, dia mencari arah suara yang memanggilnya.


"Ada apa Al?" tanya Indah menghampiri Albert.


Albert memeluk tubuh ibunya kemudian ia menangis di pelukan Indah, Indah tidak mengerti apa yang terjadi dia hanya menatap bingung melihat Albert.


"Mommy sebemtar lagi keinginan mommy bakal terkabul, mommy akan jadi nenek." ucap Albert di sela tangisnya.


"Adel hamil?" tanya Indah.


"YEEAAYYY.. HUHUUU AKHIRNYA AKU AKAN PUNYA CUCU." sorak Indah.


Rasya datang bersama Edgar saat mendengar suara teriakan Indah, Cindy pun keluar dari kamarnya begitupula pak Ahmad.


"Mom ada apa? Kok kelihatannya seneng banget?" tanya Cindy.


"Tentu saja momny seneng, sebentar lagi mommy gendong cucu." jawab Indah antusias.

__ADS_1


"YEAYY.. AKU JADI AUNTY." teriak Cindy.


"Wow jadi kakak ipar nyuruh aku pakai wig itu karena ngidam ya?" tanya Rasya.


"Bisa jadi." jawab Albert.


"Wiidiihh, selamat ya bro." ucap Edgar dengan wajah lemasnya.


"Loh, kenapa Al gak bikang sama mommy kalau Adel lagi ngidam? Kenapa mommy ketinggalan kabar sih?" tanya Indah beruntun.


"Iya aku gak tahu sih mom, lagian kan mommy juga sibuk ngurusin pernikahan Cindy sebenarnya Adel dari kemarin ngotot pengen kedongdong sama jambu air hanya saja susah dapetnya, akhirnya aku bujuk dia terus tadi dia bilang mau seblak tapi Rasya yang bikin dengan syarat Rasya harus masak pakai wig warna biru." jelas Albert.


"Dan satu lagi, gue yang jadi korban seblak asin yang Rasya buat sampe sakit perut." ucap Edgar kesal.


"Sorry, itu kan maunya debay." ucap Albert.


Maaf banget kemarin gak update soalnya apk nya ngelag jadi gak bisa nulis 🙏


Oh iya, ada yang setuju gak kalau bikin novel tentang Edgar/Rasya ? Kalau setuju jangan lupa komen ya 🥰😘

__ADS_1


__ADS_2