Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Sonia menggatal


__ADS_3

Lucas menyambut kedatangan Albert dengan senyum yang di buat semanis mungkin, tak lupa ia juga membawa Sonia datang bersamanya yang memakai baju seksi dan juga berdandan secantik mungkin.


" Albert senang bertemu denganmu kembali." ucap Lucas menyodorkan tangannya untuk bersalaman namun tak ditanggapi oleh Albert.


"Hmm." jawab Albert singkat.


Pak Ahmad mendorong kursi roda Albert menuju meja CEO miliknya, dia memasang wajah datarnya melihat siapa yang datang.


"Ada keperluan apa kau kesini?" tanya Albert dingin.


" Albert maafkan aku atas semua perlakuanku padamu, kedatanganku bersama Sonia datang kesini ingin meminta maaf sekaligus menawarkan kerjasama antara perusahaanku, perusahaan milikmu dan juga orangtuamu." ucap Lucas.


"heh, kau yakin ingin bekerjasama denganku?" tanya Albert menyeringai.


Lucas menatap wajah Albert yang dingin sedingin es, ia menyenggol tangan Sonia agar anaknya angkat bicara. Sonia bangkit dari duduknya kemudian berjalan memutari meja di hadapannya lalu berdiri di samping Albert, dia memegang tangan Albert kemudian meletakannya di pipinya.


" Al maafkan aku, aku akui aku salah selama ini padamu seharusnya aku menemanimu baik suka maupun duka, jika kau ingin menamparku, mencaci makiku kau boleh melakukannya asal kau maafkan segala perbuatanku." ucap Sonia memasang wajah dramatis.

__ADS_1


Brakk..


Adel tiba-tiba datang membuka pintu dengan keras, hatinya langsung memanas melihat Sonia dengan beraninya memegang tangan Albert.


"Woyy, apa-apaan loe maen pegang tangan laki orang hah?! Bosen hidup loe." amuk Adel.


'Gawat si samson datang, aku harus bikin dia panas biar dia pergi sekalian dan Al jatuh lagi ke tanganku, Papah bisa marah kalau rencananya gagal.' batin Sonia.


Albert menarik tangannya dari wajah Sonia, bukannya takut Sonia malah dengan sengaja duduk sambil memeluk leher Albert agar Adel cemburu.


"Al bukankah kau sangat menyukainya, dulu kau selalu memintaku duduk di pangkuanmu, m****** pipimu seperti ini, Eemmuuahh.." Ucap Sonia.


Adel membulatkan matanya, amarahnya semakin memuncak melihat suaminya di beri stempel lambe di pipinya oleh perempuan lain. Albert mengeraskan rahangnya, dia juga mengepalkan tangannya dengan erat Sonia semakin berani padanya. Pak Ahmad tidak berani menjadi penengah diantara ketiganya, pasalnya Adel dan Albert memasang api dan juga tanduk di kepalanya dia takut akan hangus sendiri.


Sonia tersenyum melihat Albert yang diam saja, padahal dia tidak menyadari bahwa Albert sedang menyiapkan sumbu yang lebih panas lagi. Adel hendak maju menarik tubuh Sonia dari suaminya, tetapi Albert langsung mencekal kedua lengan Sonia lalu ia berdiri mendorong tubuh Sonia sampai terjatuh.


Brukkk..

__ADS_1


"Aww..." ringis Sonia.


Lucas terkejut melihat anaknya di dorong oleh Albert, lebih terkejut lagi ia melihat Albert berdiri dengan gagahnya tidak lagi duduk di kursi roda.


"Kau sudah melewati batasanmu!" hardik Albert.


"Wuahahahaha.. Sukurin loe dasar cewek tidak tau diri, sorry nona kau menggatal salah orang." ucap Adel tertawa lepas.


Lucas membantu Sonia berdiri. Albert berjalan perlahan kehadapan Lucas dan Sonia, dia menatap tajam ke arah mantannya. mulut Sonia menganga lebar, dia melihat Albert dari atas ke bawah ternyata Albert bisa berdiri.


"Setelah apa yang kalian perbuat padaku kalian ingin aku menerima tawaran kerjasama yang kalian ajukan?! Heh, sampai kapanpun aku tidak akan mau bekerja sama dengan manusia berhatu busuk seperti kalian." hardik Albert.


"K-kau tidak lumpuh?" tanya Sonia tergagap.


"Kenapa? Kau terkejut melihatku bisa berjalan?" tanya Albert menyeringai.


Lucas dan Sonia saling menatap satu sama lain, mereka berdua terkejut bukan main. Sonia pastinya menyesal telah melepaskan Albert, sedangkan Lucas semakin ketar-ketir memikirkan nasib perusahaan miliknya.

__ADS_1


__ADS_2