
Satria melepaskan pelukannya dari Cindy, ia mengusap air mata Cindy yang membasahi pipinya.
"Kau juga menangis?" tanya Cindy.
"Aku menangis bahagia, aku bahagia memilikimu." ucap Satria.
"Ternyata kamu bisa so sweet juga ya." goda Cindy.
"Tentu saja, aku juga bisa bersikap manis hanya pada dirimu saja tidak pada wanita lainnya." ucap Satria.
"Ahh.. Aku jadi kenyang sama kata-kata manismu yang." ucap Cindy.
Satria mengajak Cindy kembali duduk dihadapannya, diam-diam ia mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya kemudian menyerahkannya kepada Cindy. Cindy sibuk mencari handpone nya, ia berniat menghubungi kakaknya karena takut diomeli jika dia sampai tidak mendapatkan apa yang Albert tugaskan. Cindy mendapatkan barang yang dicarinya, ia berbalik betapa terkejutnya Satria ternyata sudah bersimpuh dihadapannya dengan membuka satu kotak kecil berisikan cincin yang bersinar.
" WILL YOU MARRY ME?" ucap Satria.
Kali ini Cindy menangis tersedu, Satria tak henti-hentinya memberi kejutan kepadanya.
"Yes, I WILL huhuhu.." jawab Cindy tersedu.
Satria memasangkan cincin di jari Cindy, dia kembali memeluk Cindy namun bedanya kali ini dia berani mengecup keningnya.
__ADS_1
"Terimakasih." ucap Satria.
Cindy menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Satria mengajak Cindy pergi dari restoran mereka berdua berjalan keluar menuju mobil satria.
Sebelum masuk ke dalam mobil Cindy mengeluarkan tisu dari tasnya, dia berpura-pura mengelap air matanya namun ia diam-diam dia memikirkan cara agar bisa mendapatkan rambut Satria.
"Silahkan masuk tuan puteri." ucap Satria membukakan pintu mobil untuk Cindy.
"Emmh, yang di rambut kamu kayaknya ada nempel deh." ucap Cindy.
"Mana?" tanya Satria sambil mencoba meraba rambutnya.
"Sini biar aku saja yang bersihkan." ucap Cindy.
"Aaaaa... Ada laba-laba kecil." teriak Cindy.
Cindy menggengam erat rambut yang selesai dicabutnya, dia mengambil kesempatan menyelipkan rambut Satria kedalam tisu yang di genggamnya lalu memasukkan tisu tersebut ke dalam tasnya. Satria mengibaskan rambutnya agar laba-labanya pergi, Cindy menghrla nafasnya lega.
"Kayaknya udah gak ada deh beb." ucap Cindy.
"Lah kok bisa ada laba-laba dirambutku?" tanya Satria.
__ADS_1
"Kan laba-labanya kecil, mungkin tadi jatuh gak keliatan pas kita di restoran." ucap Cindy.
"Iyakah?" tanya Satria tidak yakin.
"Udah gausah dipikirin, lagian laba-labanya juga udah gak ada, mending kita pulang takutnya kemaleman nanti mommy nyariin lagi." ucap Cindy.
"Yaudah ayo, silahkan masuk calon istri." ucap Satria.
Wajah Cindy berubah menjadi merah merona, jika saja ia sudah menjadi pasangan halal bisa dipastikan ia akan menarik tubuh Satria dan melakukan hal yang ia inginkan.
'Duh gemes banget sih, jadi pengen gigit deh hihi' batin Cindy.
Satria masuk kedam mobil dan duduk di kursi kemudi, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Albert dan Adel kini sudah sampai dirumahnya, mereka berdua membersihkan tubuhnya masing-masing, tak lupa keduanya memanfaatkan waktunya berolahraga ringan yang pastinya kalian taulah apa yang dilakukan pasangan halal hehe.
"Makasih ya dinda." goda Albert.
"Sama-sama kakanda, nanti malem lagi ya?" ucap Adel mengajak Albert melakukannya lagi.
"Emangnya kamu gak pernah capek apa? Padahal nih katanya wanita kalau udah nikah jarang banget mau diajak begituan, cuman awal-awal doang mereka nganunya sering tapi makin kesini katanya makin males? Tapi kamu kayaknya beda deh?"tanya Albert heran.
__ADS_1
"Kan pahala juga buat akunya, ditambah lagi enak kok apalagi aku yang mimpin uhhuuyy jadi pengen lagi deh." ucap Adel
Albert terkekeh tenyata istrinya agak lain, tapi dia senang dengan begitu ia tidak perlu membujuk atau merayu seperti orang lain jika memang ia menginginkan istrinya melakukan anu-anuan.