Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Memetik rambutan


__ADS_3

Dengan sangat-sangat berat hati Edgar menuruti kemauan Adel, dia diantar oleh Indah kedepan halaman rumah dimana ada satu pohon rambutan debgan buah yang begitu lebatnya.


"Pohonnya lumayan tinggi juga, aku gak bisa naik pohon tante." ucap Edgar.


"Masa laki gak bisa manjat, ayok buruan nanti cucu saya ileran." desak Indah.


"Demi apapun ini tinggi tante, seumur-umur baru kali ini aku disuruh manjat, ditasnya gak ada uletnya kan ?" tanya Edgar.


"Gak ada," jawab Indah.


Adel dan yang lainnya menjadi penonton melihat Edgar naik keatas pohon rambutan, yang pertama kali Edgar lakukan adalah nemplok di pohon kemudian perlahan ia memijakkan kakinya naik keatas. Sampai diatas Edgar mencari rambutan yang sudah matang sempurna, dia memilah dan memilih sambil melihat sekelilingnya karena ia takut dengan hewan yang namanya ulat.


"Nanti tangkap, aku lemparin aja ya?" ucap Edgar.


"Ho'oh, cepetan petik yang warna merah." ucap Rasya.


"A****g tuh anak masih jadi cebong aja nyusahin bener, kapok gue gak mau kerumah ini lagi mending gue kerja aja sekalian nyari cewek." gerutu Edgar.


Plung..Plung..Plung..


Edgar melemparkan hasil buah yang dipetiknya ke bawah, saking keasyikan memetik buah ia tak sadar ada ulat bulu yang menempel ditangannya, saat ia mulai merasakan ada yang bergerak-gerak ditangannya alhasil dia menjerit sampai terjatuh ke bawah.

__ADS_1


"AARRGGHHH...ASKNDLAHSJSI."


Edgar sampai tak bisa berkata-kata saking terkejutnya dan..


Dugg..


Rasya yang sedang memakan rambutan sampai tersedak saat Edgar jatuh dengan kerasnya dari atas pohon rambutan, Adel menahan tawanya melihat Edgar terjatuh terkesan sangat lucu dimata Adel.


"Edgar kamu gak papa?"tanya Indah.


"Kak Edgar, ya ampun pasti sakit banget itu." ucap Cindy sambil meringis.


"Ya kan gak tahu Edgar, tante gak pernah naik." jawab Indah.


"Ppffttt..Hahahaha." Adel langsung tertawa pecah.


Edgar menatap tajam kearah Adel, namun Albert menatap lebih tajam lagi kearah Edgar ia tak terima istrinya ditatap seperti itu oleh orang lain.


"Mom kayaknya aku udah gak mau rambutannya, buat kalian aja tiba-tiba aku mau salad buah." ucap Adel dengan entengnya.


"Woy, loe gak ngehargain banget usaha gue ya bangkek." ucap Edgar gak terima.

__ADS_1


Adel tak menghiraukan ucapan Edgar, dia tersenyum puas sudah berhasil mengerjai Edgar. Adel menarik tangan suaminya masuk kedalam rumah, didalam dia tertawa cekikikan sampai mengeluarkan air mata membuat Albert pun ikut tertawa.


"Kamu ini, seneng banget udah ngerjain Edgar." ucap Albert.


"Gabut soalnya, kan kamu gak ngebehin aku ngapa-ngapain jadi aku cari hiburan aja dan ternyata usahaku gak sia-sia hahaha." jawab Adel.


"Awas jangan diulangi lagi ya, kasihan Edgarnya. Yuk kita kedapur katanya kamu mau salad buah?"Ucap Albert.


"Oke cayangku." jawab Adel.


"Nanti agak sorean kita cek kandungan ke dokter yah, sekarang kamu makan apapun yang kamu mau tapi jangan terlalu berlebihan oke." ucap Albert.


"Ututu cuamiku perhatian banget, jadi pengen kurung dikamar deh." ucap Adel.


"Libur dulu, aku takut debay nya kenapa-napa." ucap Albert.


Wajah Adel seketika berubah masam, hormon kehamilannya membuat moodnya berubah-ubah. Albert memasang status siaga takut istrinya marah, dia merasa ucapannya memancing huru-hara didalam rumahnya.


"O'ow." gumam Albert.


"MAS." geram Adel.

__ADS_1


__ADS_2