
Albert mengarahkan pandangannya ke arah Edgar, Albert sedikit terkejut melihat wajah Edgar adik kelas semasa kuliahnya yang pernah terjebak dalam cinta segitiga bersama seorang perempuan tercantik di universitas ternama.
'Jadi Edgar juga diundang?' batin Albert.
"Biarkan saja." ucap Albert.
Adel menganggukkan kepalanya, dia kembali melanjutkan aktivitas makannya. Acara demi acara kini sudah terlewati, sebagian tamu undangan sudah mulai berkurang Leo menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Albert.
"Permisi, mohon maaf telah mengganggu waktunya perkenalkan nama saya adalah Leo Reksajaya asisten dari Edgar Giomani pemilik perusahaan Antariksa group." ucap Leo.
"mohon maaf, ada perlu apa ya?" tanya Adel.
"Saya ingin bertanya, apakah benar anda adalah tuan Albert?" tanya Leo kepada Albert.
"Benar." jawab Albert.
"Bisakah kita bicara sebentar?" tanya Leo.
Albert memandang wajah Adel meminta persetujuan istrinya, Adel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Hanya sebentar saja." ucap Albert dingin.
"Baik tuan, mari ikut saya." ucap Leo.
__ADS_1
"Sayang kau tunggu di mobil bareng Satria dan Rasya, nanti aku akan menyusulmu." ucap Albert.
"Siap kakanda." ucap Adel.
Albert mengikuti langkah Satria, sedangkan Adel bangkit dari duduknya diikuti oleh Satria dan juga Rasya. Adel berpamitan kepada Richard dan juga istrinya, lalu ia mengeluarkan sebuah kotal kecil dari tasnya sebagai kado yang dia bawa untuk pemilik acara.
Leo membawa Albert ke meja dimana Edgar sudah menunggu kedatangannya, ia mempersilahkan Albert untuk duduk.
"To the point saja." ucap Albert.
"Aku ingin meminta bantuanmu." ucap Edgar.
Albert mengernyitkan dahinya, dia heran entah angin darimana tiba-tiba saja Edgar memintanya untuk bertemu dan meminta bantuannya.
"Bantuan apa maksudmu?" tanya Albert.
Edgar mengeluarkan sebuah foto dari dalam saku jasnya lalu menyodorkannya ke hadapan Albert, Albert mengambil foto yang di berikan oleh Edgar kemudian membulatkan matanya.
"I-ini?" tanya Albert.
"Itu adalah fotoku bersama saudara kembarku yang terpisah sejak kami bayi, saat ini aku dan daddy sedang mencari keberadaannya dan keberadaan ibu kandungku, menurut penyidikan yang didapatkan oleh asistenku kalau besar kemungkinan Satria adalah adikku, maka dari itu aku ingin kau membantuku mengambil sampel rambutnya untuk memastikan kalau dia seratus persen adikku." jelas Edgar.
"Tentu saja, aku bisa membantumu asalkan semua ini dilakukan secara tersembunyi." ucap Albert.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Edgar.
"Saat ini aku dan ibuku sedang mencari tahu siapa saudara kandung Satria dan ayahnya, ibuku di beri amanah oleh tante Nadia untuk merahasiakan identitas dirinya dan Satria karena ada seseorang yang diam-diam mencari tahu keberadaannya sampai ingin melenyapkannya." ucap Albert.
Edgar mengepalkan tangannya, dia memejamkan matanya sebentar lalu kembali menatap Albert.
"Aku tahu siapa orangnya, dia hidup dan berkeliaran bebas di dekatku." ucap Edgar.
"Apa kau juga sudah tahu kalau ibumu sudah tiada?" tanya Albert.
Deg!!
Jantung Edgar seakan berhenti berdetak, tubuhnya seketika melemaha dadanya pun terasa sesak mendengar ibunya sudah meninggal dari mulut Albert.
"Ibuku? Meninggal?" tanya Edgar tak percaya.
"Benar, ibumu sudah meninggal saat adikmu berumur dua tahun, ibuku bilang dia di kejar oleh seorang wanita sampai menusuk perut ibumu dan akhirnya meninggal dunia lalu menitipkan adikmu pada ibuku, Satria juga baru tahu kalau ibunya sudah meninggal dunia baru-baru ini." jelas Albert.
"Dimana makamnya sekarang?" tanya Edgar.
"Di pemakaman umum, jalan parabudi." ucap Albert.
Mata Edgar sudah mulai memanas, dia tak menyangka sama sekali belum juga ia bertemu dengan ibunya namun ibunya sudah lebih dulu meninggalkannya dan tak akan pernah bertemu untuk selamanya.
__ADS_1
*******
Maaf ya telat update 🙏 author lagi ada kesibukan jadi sampe lupa buat nulis.