Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Sikap Aneh Burhan


__ADS_3

Rasya dan juga Edgar selesai membereskan popcorn yang berserakan kemudian bergabung menonton film romantis bersama yang lainnya, selama film berlangsung mereka tertawa, menangis, dan juga gereget sebagai luapan emosi saking menghayati peran yang dimainkan oleh para tokoh dalam film tersebut.


"Huhuhu..Gereget banget gue ama cowoknya jadi pengen sledding." ucap Adel sambil mengelap air matanya.


"Cewenya juga bloon banget, mau aja dimadu padahal kan banyak yang naksir ama dia." gerutu Rasya.


"Kalau ada di dunia cowok yang kek gitu tak cekek leher sama sosisnya, berani banget dia lukain hati cewek yang tulus sama dia." gerutu Cindy.


"Udah, udah, kan cuman film doang sayang." ucap Albert mengusap air mata Adel yang terus mengalir.


"Habisnya gereget kakanda." ucap Adel.


Akhirnya film yang mereka tonton pun selesai, tetapi Adel masih saja menangis meskipun film nya telah berakhir.


"Udah dong sayang, kasihan dedek bayinya nangi ikutan sedih loh." bujuk Albert.


"Ssrroooott, heu-heu i-iya ka-kanda." ucap Adel terbata.


Edgar dan Rasya bergidik ngeri mendengar Adel yang dengan santainya mengeluarkan ingusnya yang terkesan dipaksa keluar, Albert membawa pergi Adel ke kamarnya karena ia khawatir Adel akan menangis berlebihan.


"Huegghh, Njir jorok banget si madam." ucap Edgar memegangi mulut dan perutnya yang terasa mual.

__ADS_1


"Baru tahu loe." cibir Rasya.


"Mas, aku ngantuk." ucap Nabila.


"Yasudah kita pulang yuk, sambil bikin Burhan junior." ucap Burhan.


Rasya menimpuk kepala Burhan menggunakan bantal, dia gereget dengan Burhan karena semenjak ia menikah dengan Nabila ucapannya selalu tidak bisa melihat tempat.


"Rese loe." sewot Rasya.


"Makannya nikah, gak pengen apa tuh pisangnya cetak gol." ledek Burhan.


"Yayang kita nginep disini aja ya?" tanya Cindy.


"Iya sayang." jawab Satria mengecup pucuk kepala Cindy dengan sayang.


Rasya dan Edgar memutar bola matanya jengah melihat kelakuan para pasutri baru didekatnya, mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kamar Rasya. Burhan mengajak istrinya pulang ke rumahnya, sejak menikah dengan Nabila Burhan seringkali meluangkan waktunya di rumah tak sesibuk saat ia masih lajang.


Huekk..Huekk..


Saat hendak masuk kedalam mobil Burhan tiba-tiba saja merasakan mual di perutnya, semakin lama perutnya semakin bergejolak sehingga ia mengurungkan niatnya masuk kedalam mobil lalu berlari masuk kembalk kedalam rumah menuju kamar mandi. Nabila mengerutkan keningnya melihat tingkah aneh Burhan, dia segera berlari menyusul Burhan masuk kedalam.

__ADS_1


"Mas kamu kenapa?" tanya Nabila.


"Huek, gak tahu sayang rasanya mual banget." jawab Burhan.


Nabila memijat tengkuk Burhan yang terus mengeluarkan isi perutnya, dirasa sudah tidak mual lagi Burhan memeluk tubuh istrinya, tubuhnya terasa sangat lemas tetapi saat mencium aroma dari tubuh Nabila seakan memberikan kakuatan padanya.


"Sayang kamu pakai parfum apa sih? Kok wangi banget?" tanya Burhan menduselkan wajahnya di ceruk leher Nabila.


"Hari ini aku gak pakai parfum mas, cuman pakai telon bayi habisnya tadi tubuhku terasa gatal kalo pakai parfum takutnya baunya bertabrakan." jawab Nabila.


"Wanginya enak, aku suka." ucap Burhan.


"Yaudah mas, jangan gini terus malu takut ada yang liat " ucap Nabila.


"Kenapa sih harus malu? Kan kita suami istri sayang." kesal Burhan.


"Bu-bukan gitu mas, mending kita pulang deh kalau dirumah kan enak mau ngapain aja bebas, mas mau pijat plus-plus atau mau ndusel-ndusel pun terserah kalau disini kan malu banyak orang." bujuk Nabila.


"Yaudah deh kita pulang." ucap Burhan sedikit kesal pada Nabila.


Burhan tetap tak mau melepaskan pelukannya dari Nabila sehingga Nabila pun kesusahan, Nabila merasa aneh dengan sikap Burhan yang akhir-akhir ini semakin manja dan juga gampang marah yang mana membuatnya harus terus menyiapkan kesabaran dan juga mental.

__ADS_1


__ADS_2