Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Ungkapan Cinta Albert


__ADS_3

Adel begitu terkejut melihat kedua orangtuanya, para sahabat dan juga pelayan di mansion berkumpul menyambut kedatangannya. Satu hal yang paling membuatnya tak bisa berkata-kata, Seorang Albert memegang buket bunga mawar berbentuk hati dengan warna yang merah merona, Albert berdiri dengan gagahnya lengkap dengan senyumannya yang menawan.


"Al kau yang menyiapkan semua ini?" tanya Adel.


"Bukan aku, tapi semua yang ada disini menyiapkan semuanya untukmu." ucap Albert.

__ADS_1


Alunanan lagu romantis di putar mengiringi langkah Albert berjalan menghampiri Adel, setelah Albert berdiri tepat di hadapan Adel Satria memberikan mic kepada Albert.


"Adelia terimakasih untuk semuanya, kau telah mengubah hidupku menjadi istriku tanpa melihat siapa aku dan bagaimana keadaan fisikku yang tak sempurna, disaat orang lain menjauhiku mencemooh diriku kau datang menjadi tameng dan juga merangkul diriku yang lemah kepelukanmu meskipun aku memberontak memukulmu tapi sekalipun kau tak pernah marah, sekarang kau juga mengorbankan dirimu sampai lenganmu tertembak asal kau tahu hatiku hancur melihat kau terbaring lemah, batinku gelisah saat menunggu lampu di depan ruang operasi padam dan kali ini aku mulai sadar kini hatiku sudah terpaut padamu." ucap Albert mengungkapkan isi hatinya pada Adel.


Tak terasa air mata Adel keluar tanpa permisi, dia terharu mendengar ungkapan isi hati Albert. Fatimah dan Yusif pun merasakan hal yang sama dengan Adel, mereka tau bagaimana perjuangan Adel yang menyelamatkan ayahnya mencari biaya kesana kemari sampai mengorbankan masa depannya demi melihatnya sembuh. Begitulah Adelia meskipun bisa di bilang kelakuannya nakal di mata orang lain tetapi di mata orang yang dia sayang Adel adalah malaikat tak bersayap, dia akan mengorbankan apapun yang menurutnya masih sanggup ia lakukan.

__ADS_1


Adel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia tak bisa berkata-kata lagi tenggorokannya seakan tercekat karena baru kali ini ia di perlakukan romantis oleh seorang laki-laki. Albert berlutut di hadapan Adel dia memberikan buket bunganya kepada Adel lalu mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya, sebuah cincin berlian couple yang sangat indah dengan desain unik hanya dibuat khusus untuk mereka berdua.


"Selama ini aku tak pernah memberikan cincin apapun kepadamu, sewaktu menikah pun begitu aku menyiapkan ini semua sebagai ganti waktu yang telah aku lewatkan." ucao Albert.


Albert memasangkan cincinya di jari Adel begitupun sebaliknya, Albert berdiri lalu memeluk Adel dengan erat kemudian mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Diam-diam satria merekam kejutan yang diadakan oleh Albert semuanya dari awal sampai akhir, dia mengirimkan video tersebut ke nomor yang di gunakan oleh Rasya.

__ADS_1


'Nyonya maafkan aku, aku dan tuan Rasya tidak bisa menyembunyikan semuanya dari tuan Albert terlalu lama kini dia sudah sembuh berkat nona Adel aku harap dia juga bisa menemukan jalan keluar agar kau bisa sembuh seperti sediakala' batin Satria.


Satria menganggap Indah sebagai ibu kandungnya sendiri, selama ini dia bisa berdiri makan dengan enak dan tidur dengan nyaman berkat kebaikan Indah dan juga Wiguna yang telah merawatnya sedari dia kecil. Satria akan terus mengingat semua kebaikan yang telah Indah dan keluarganya lakukan, untuk itu dia tak pernah mengeluh sebisa mungkin ia menyanggupi semua tugas yang di berikan oleh Albert ataupun Indah, dia berjanji akan terus mengabdi kepada keluarga Wiguna meskipun nyawa taruhannya.


__ADS_2