
Byyuuurrr
Imdah menyemburkan minamnnya mendengar ucapan Adel, Albert langsung membulatkan matanya memasang status siaga. Fatimah langsung berdiri darii duduknya menghampiri anaknya, dia meminta Adel berdiri memastikan kalau dugaannya benar. Yang lainnya menatap bingung melihat tingah Indah dan juga Fatimah, yang lebih bingung lagi mereka melihat wajah Albert yang mulai terlihat panik.
"Gimana bu?" tanya Albert.
"Ketuban Adel udah rembes Al." jawab Fatimah panik.
"Ayo kita bawa ke rumah sakit." ajak Indah panik.
Albert langsung mengangkat tubuh Adel panik, ia membawa istrinya keluar dari restoran menuju mobilnya. Indah dan juga orangtua Adel menyusul Albert kedalam mobilnya, yang lainnya pun turut panik langsung ngabrut lergi dari restoran. Suasana menjadi rusuh karena Adel sudah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, berbeda dengan suaminya yang terlihat panik justru Adel terlihat biasa saja malah dengan santainya menghabiskan apel yang dibawanya dari restoran.
"Sabar ya anak daddy jangan brojol dulu, sebentar lagi kita ke rumah sakit ya." ucap Albert mengusap perut buncit Adel.
"Adel emang kamu gak ngerasain apa-apa? Mules atau keram perutnya?" tanya Fatimah.
"Enggak tuh bu, biasa aja." jawab Adel santai.
"Lah kok bisa? Padahal perutnya udah rembes loh ketubannya?" heran Fatimah.
"Ya Adel gak tahu bu." ucap Adel.
__ADS_1
Fatimah heran dengan anaknya yang sebentar lagi menjadi seorang ibu, biasanya jika ketuban sudah pecah ibu hamil akan merasakan nyeri yang luar biasa tetapi itu tidak berlaku pada anaknya Adel.
"Isshhh, nah sekarang baru kerasa mules bu." ucap Adel meringis.
Adel semakin merasakan sakit pada bagian perut bawahnya, dia menarik rambut Albert saking sakitnya.
"Tarik nafas, buang nafas del." tutur Fatimah.
Adel mengikuti arahan ibunya, tetapi sensasi yang di rasakan tidak bisa membuatnya fokus. Dibagian intinya seakan bayinya menyundul-nyundul meminta keluar, Albert mengusap-ngusap perut Adel dan membisikkan sesuatu di perut istrinya itu.
"Sayang sabar ya, sebentar lagi kita sampai." bisik Albert.
"Aaarrggghhh, kakanda cepetan ini anaknya udah mau nongol." teriak Adel
Mobil yang ditumpangi Albert sudah sampai di rumah sakit, Albert memanggil perawat dengan hebohnya. Salah satu suster membawa brankar di susul oleh perawat pria, Adel di letakkan diatas brankar dan di dorong menuju ruang bersalin. Dokter yang biasa menangani Adel tidak masuk karena ada kepentingan, jadi terpaksa Adel ditangani oleh dokter kandungan yang lain. Anggota keluarga yang lain menunggu Adel diluar ruang bersalin, semuanya berdoa untuk keselamatan Adel dan juga bayinya.
"Nyonya saya akan memeriksa pembukaannya ya." ucap dokter Friska.
Adel menganggukkan kepalanya, Albert memegangi tangan Adel yang terus meringis kesakitan.
"Sudah bukaan sepuluh, pasien akan segera melahirkan. Nyonya dengarkan arahan saya ya, jika saya bilang mengejan maka nyonya mengejan semampu nyonya." ucap dokter Friska.
__ADS_1
Adel semakin mengeratkan tangannya pada suaminya, Albert membisikkan doa dan juga memberikan semangat kepada istrinya.
"Tarik nafas, mengejan." ucap dokter Friska.
"Fyuhhhhhh..heeuuu...aaarrggghhh.." teriak Adel.
10 menit kemudian.
"Oekk...Oekk...Oeekk."
Suara tangisan bayi melengking di ruang bersalin dengan begitu nyaringnya, Albert melihat secara langsung bayi mungil keluar dari perut Adel. Albert meneteskan air matanya karena sekarang ia resmi menyandang gelar seorang ayah, dia mengecupi seluruh wajah Adel yang terlihat lelah lengkap dengan keringat yang membasahi wajahnya.
"Terimakasih sayang." ucap Albert sambil mengelap air matanya.
"Loh, loh, kok sakit lagi." ucap Adel panik.
Dokter Friska menyerahkan bayinya pada suster, dia memeriksa perut Adel yang ternyata masih ada bayi di dalamnya.
"Masih ada bayi di dalamnya." ucap dokter Friska.
"APA?!" beo Adel dan Albert bersamaan.
__ADS_1
Guys mau kasih info kalau "Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda lumpuh" bentar lagi tamat.
Eiitts,, tapi jangan khawatir Author juga bikin sekuelnya, dan yang pastinya tokoh keluarga wiguna pasti ada di dalamnya. Jangan lupa mampir juga ke ceritaku yang lainnya, dukung author biar makin semangat byebye 🥰😘