
Di negara lain Rasya membantu Indah jalan-jalan di sekitar taman rumah sakit, badan Indah kini terasa lebih segar jadi dia meminta kepada anaknya Rasya agar menemaninya menghirup udara segar karena sudah hampir satu bulan lebih Indah terus berdiam diri di rumah sakit di negara tersebut.
" Aahhh segarnya." Ucap Indah merentangkan tangannya dan menghirup udara luar yang terasa segar.
" Mommy jangan terlalu lama diluar, Mommy harus banyak istirahat." pesan Rasya.
"Aduh nak, mommy bosan di rumah sakit terus sesekali mommy ingin menghirup udara segar rasanya kalau terus berdiam diri di dalam mommy udah kayak tahanan di balik jeruji besi." keluh Indah.
" Kalau mommy udah sembuh Rasya juga gak bakal larang mommy kemanapun mommy mau, entah itu jalan-jalan, shopping atau apapun itu asal mommy bahagia dan sehat Rasya tidak masalah." ucap Rasya.
" Iya anakku satu ini bawel sekali, sekali ini saja biarkan mommy berjalan-jalan di tempat hijau ini agar pikiran mommy pun jadi rileks." ucap Indah.
__ADS_1
Rasya menganggukkan kepalanya, dia terus mengikuti kemanapun ibunya pergi karena khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan mengingat Indah belum pulih sepenuhnya.
Selang beberapa menit berjalan tiba-tiba Indah merasakan sakit yang luar biasa, wajahnya memucat dan tubuhnya pun langsung ambruk. Rasya langsung menghampiri ibunya, dia juga langsung menggendongnya masuk ke dalam rumah sakit.
" Help me.. Help.." teriak Rasya.
Suster dan dokter langsung berlari menghampiri Rasya dan salah satu suster lainnya membawa brankar, Rasya meletakkan ibunya di atas brankar lalu mendorong brankar tersebut bersama suster dan juga dokter ke ruang UGD untuk di periksa lebih lanjut.
Rasya sangat cemas dengan kondisi Indah yang tiba-tiba pingsan, dia tidak di perbehkan masuk oleh tim medis jadi dia hanya melihat dari arah luar saja.
Albert turun dari kamarnya setelah membantu Adel mandi dan memakai pakainannya, tak lupa juga ia mengganti perban luka di tangan Adel. Satria sudah menunggu di ruang kerja sesuai perintah Albert, saat masuk ke dalam ruang kerja Albert mengunci pintu dan duduk bersebelahan dengan Satria.
__ADS_1
"Kau tahu mommy dimana bukan?" tanya Albert to the point.
Satria tidak terkejut karena dia yakin Albert pasti akan menanyakan dimana ibu dan adiknya berada, Satria mengeluarkan alat rekam lalu memberikannya kepada Albert.
"Bukalah semua jawaban tuan ada disana." ucap Satria.
Albert mengambil alat rekam suara yang di berikan oleh Satria, dia mendengarkannya dengann seksama.
*Anakku Albert jika kau memutar rekaman suara ini mommy harap kamu sudah sembuh nak, maafkan mommy karena tidak bisa menjaga dan merawatmu sampai kau sembuh tetapi mommy percayakan semuanya pada istrimu, doakan mommy agar momny sepat sembuh dari penyakit mommy bila pun mommy tidak sembuh mommy harap kalian bisa menjaga diri kalian dan saling melindungi satu sama lain.
Mommy tidak sendirian, adikmu Rasya selalu ada untuk mommy dia menjaga mommy melebihi dia menjaga dirinya sendiri.
__ADS_1
Nak, mommy hanya ingin berpesan padamu tolong kau jangan salahkan Adel dia tidak bersalah disini , mommy memintanya agar merahasiakan keberangkatan mommy padamu mengingat kau belum pulih sepenuhnya.
Maafkan mommy, jangan benci mommy ya sayang hiks..hikss.. Mommy harap kamu benar-benar sembuh dan memberikan mommy cucu, jangan sia-siakan istrimu suatu saat nanti kau akan tahu segalanya*.