Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Ikut pulang


__ADS_3

Albert menutup sambungan telponnya, dia kini mempercepat ritme hentakkan pedangnya. Adel terus m******h membuat Albert semakin bersemangat, semakin cepat dan semakin cepat sampai akhirnya..


"Eemmmhhhh."


Tubuh Albert ambruk diatas tubuh Adel, dia mengecup kening Adel dengan lembut dan juga mengelap keringat yang ada di wajah Adel. Albert tak langsung mencabut pedangnya ia membenamkannya sampai bibitnya habis tak tersisa, Adel sudah terkulai lemas habis sudah tenaganya terkuras oleh Albert yang selalu ingin menggaulinya.


Albert mengeluarkan pedang yang sudah mengobrak-abrik **** Adel, dia mengusap perut Adel yang rata berharap akan segera hadir Albert junior disana.


"Semoga Albert junior cepet launching." doa Albert.


"Aamiin." sahut Adel lemas mengaminkan doa suaminya.


Adel dan Albert langsung membersihkan tubuhnya masing-masing, Albert membantu Adel mengeringkan rambutnya agar bisa mempersingkat waktu.


"Tadi Rasya yang telpon?" tanya Adel.

__ADS_1


"Iya, katanya hari ini mommy boleh pulang." ucap Albert.


"Benarkah? Yeeayyy.. Momny dah sembuh." ucap Adel antusias.


"Kau mau ikut pulang bareng mommy?" tanya Albert.


" Aku sih terserah Kakanda aja," ucap Adel.


"Kamu gak papa honeymoonnya cuman sebentar?" tanya Albert lagi.


"Tadinya aku mau tinggal disini selama beberapa hari, tapi aku juga harus bantuin Satria mencari ayah dan saudaranya yang udah lama berpisah sekalian mencari siapa pelaku yang sengaja menabrak mobilku dulu." ucap Albert.


"Jadi Satria masih punya keluarga? tapi ibunya kemana sayang?" tanya Adel penasaran.


"Ibunya sudah meninggal, aku udah tau sejak lama karena dulu mommy sama daddy cerita tapi sesuai janji mommy kepada ibunya Satria dia yang akan merawat Satria dan juga merahasiakan kebenarannya sampai Satria sudah dewasa, agar dia bisa melawan orang-orang yang sudah menyakiti dan memisahkan keluarga kecil mereka." jelas Albert.

__ADS_1


"Kasihan sekali Satria, aku tadinya ngira Satria anaknya paman jadi ternyata Satria berpisah dari keluarganya." ucap Adel merasa iba pada Satria.


"Aku sebenarnya sudah tau kalau Cindy dan Satria menjalani hubungan dekat di belakangku, tetapi bukannya aku dan mommy tak merestui hubungan keduanya hanya saja alangkah lebih baiknya jika Satria menyelesaikan urusan yang memang sudah seharusnya di selesaikan sejak dulu." ucap Albert.


Albert selalu memantau Satria dan Cindy karena ia juga tahu dari cara keduanya bertemu dan beberapa laporan dari pak Ahmad dan juga Rasya yang memberitahukan bagaimana kedekatannya, Albert sangat senang jika memang adiknya mencintai Satria karena dia tahu Satria adalah pria yang baik, jadi dia percaya kalau Satria bisa menjaga adiknya suatu saat nanti. Cindy adalah anak perempuan satu-satunya dan dia juga anak yang paling bontot, untuk itu Albert selalu mengawasi Cindy dari kejauhan dan melarangnya pacaran dari zaman sekolah sampai sekarang, karena ia khawatir adik perempuannya akan disakiti pria lain dan juga di campakkan, jika ada yang mendekati Cindy Albert pasti mencari seluk beluknya pria tersebut jika tidak baik maka ia akan menyingkirkannya. Apalagi untuk saat ini Albert adalah orang yang bertanggung jawab atas keluarganya setelah ayahnya meninggal, dia akan berusaha memberikan yang terbaik untuk ibu dan juga adik-adiknya.


"Aku mau siap-siap dulu, sekalian beresin baju dan jangan lupa kasih tahu Rasya kalau kita akan pulang bersama." ucap Adel.


"Siap Istriku." ucap Albert memberi hormat kepada Adel.


"Cocok banget kalo jadi tentara, muka kamu dingin sedingin es hihi." ucap Adel terkikik.


"Aku gak mau jadi tentara, maunya jadi suami dan ayah dari anak-anak kita nanti kalau jadi tentara pastinya LDR terus, mana bisa aku jauh dari goyanganmu." goda Albert.


"Goyangan aja yang ada di otaknya itu heran deh." ucap Adel menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Albert tersenyum menanggapi ucapan Adel, dia memeluk tubuh istrinya dan memberikan kecupan mesra di ujung kepalanya.


__ADS_2