Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
ketahuan


__ADS_3

Cindy memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper, dia juga memasukkan pakaian ibu dan kakaknya ke dalam koper masing-masing. Meskipun Cindy terlahir dari keluarga kaya dan anak bungsu dari keluarga Wiguna sang ibu yakni Indah tak pernah memanjakan Cindy, dia selalu mendidik Cindy mandiri agar suatu saat nanti Cindy bisa menempatkan dirinya dalam keadaan susah maupun senang karena roda dunia itu berputar, Indah mempunyai pemikiran bahwa keluarganya tak mungkin selalu berada diatas, dia sudah melewari suka duka bersama wiguna jatuh bangun mendirikan perusahan yang saat ini di pimpin oleh Rasya.


"Cindy semuanya udah beres belum?" tanya Indah.


"Udah dong moms." ucap Cindy mengacngkan jempolnya.


"Rasya Al ada ngabarin lagi gak?" tanya Indah.


"Ada mom, katanya mereka juga mau pulang bareng jet pribadi juga udah ada di halaman rumah sakit." ucap Rasya.


"Oh yaudah, kita tungguin aja sampai mereka datang baru kita pergi." ucap Indah.


"Oke mom." ucap Rasya.


Beberapa menit kemudian Adel dan Albert sudah sampai di rumah sakit, saat mereka masuk Rasya langsung mendelikkan matanya saat melihat banyaknya tanda merah di leher keduanya.


"Cindy liat suami istri di depan kita, ternyata mereka berdua sama-sama ganas ya." ucap Rasya ala-ala ibu gosip.

__ADS_1


"Allohu akbar, ngisi bensin dulu ternyata guys hahaha.." timpal Cindy.


"Ngapa sih loe berdua, pada sirik apa pengen nih?" ucap Adel mengerti arah gosip Cindy dan Rasya.


"Sudah biarkan saja, kalau nanti mereka udah nikah pasti mereka juga ngalamin tugas kita cuman tunggu saja waktunya nanti giliran kamu yang ledekin mereka." bisik Albert di telinga Adel.


"Aku bakal gangguin mereka sampe stres." ucap Adel kembali berbisik di telinga Albert.


Toss.


"Eemmhh.aiihh..aahh.." ledek Cindy.


"cepak...pakk..cepakk..jederr. " tambah Rasya.


Wajah Adel memerah mendengar kedua adik iparnya meledek dirinya, dia menatap tajam Albert karena sebelum pergi dari hotel Albert keceplosan bilang kalau saat Rasya menelpon dia mendengar suara Adel m*****h dan bertanya tentang suara pak cepak yang dilakukan oleh Albert.


"Apa?" tanya Albert.

__ADS_1


"Malu taukk.." amuk Adel.


"Wajarlah kan suami istri dinda." ucap Albert.


"Heh kalian berdua, udah stop jangan ledekin terus tuh liat Adel nya jadi malu." ucap Indah.


"Kagak punya malu dia mah mom." ucap Cindy.


"Di balingin gak denger kamu ya? Mau mmommy hukum kamu gak ketemu Satria selama satu tahun?" ancam Indah.


"Enggak..enggak..apaan sih mommy gak seru ah." ucap Cindy mengibaskan tangannya.


"Ayo kita pulang, mommy udah kangen banget pulang ke mansion sekalian kalo kita udah sampe mommy mau adain rapat keluarga di ruang kerja.


"Oke mom." ucap Cindy dan yang lainnya kecuali pak Ahmad.


Albert menyeret koper miliknya yang besar karena ia hanya membawa satu koper untuk berdua, pak Ahmad dan Rasya berjalan di belakang dua perempuan di depannya menyeret koper di tangan kanan kirinya. Albert tak melepaskan tautan tangannya dari tangan Adel, sedangkan Cindy dan Indah sudah berjalan lebih dulu saking antusiasnya ingin segera pulang ke negaranya tercinta.

__ADS_1


__ADS_2