Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Pernikahan Burhan dan Nabila.


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Burhan benar-benar memenuhi ucapannya, kini ia telah sah menjadi suami dari Nabila. Dua insan yang sedang berbahagia berdiri diatas pelaminan dengan senyum yang merekah tak lepas dari bibir keduanya, keduanya telah memantapkan hatinya masing-masing meskipun waktu pertemuan mereka yang terbilang sangat singkat.


Keluarga besar Wiguna tentunya turut hadir dalam pesta pernikahan Burhan dan Nabila, yang paling antusias diantara yang lainnya adalah Adel dan juga Cindy karena keduanya adalah sahabat dari Nabila yang sedang berbahagia.


"Wooww, selamat menempuh hidup bari bestie." ucap Cindy heboh.


"Makasih Cindy." ucap Nabila.


"Uhhuuuyy, jiaahh sold out cuy." ucap Adel lebih heboh lagi.


"Makasih del, ini semua berkat loe bestod." ucap Nabila.


"Loe mau gak bikin suami loe lengket sekaligus betah di rumah?" tanya Adel berbisik di telinga Nabila.

__ADS_1


Nabila menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Burhan penasaran dengan apa yang di bisikan oleh Adel pada istrinya namun ia tak berani menguping karena Adel sudah lebih dulu menatap tajam kearahnya.


"Dengerin tips dari gue, kalau loe mau Burhan lengket sama loe gue saranin loe harus pinter puasin dia gapapa loe kelihatan kek j***** yang penting loe lakuinnya kan cuman depan suami loe doang, Burhan itu banyak kerjaannya yang pastinya nguras tenaga dan pikiran karena biasanya kalau suami kita udah Stress cara paling ampuh buat hilangin stressnya ya goyang diatas kasur, loe paham kan?" jelas Adel di telinga Nabila.


"Paham." seru Nabila.


"Lagi pada bisikin apa sih?" tanya Cindy.


"Lagi berbagi ilmu sesama perempuan yang udah nikah, loe kan udah gue kasih ilmunya udah di praktekin juga ye kan?" jawab Adel.


"Hooh, mending loe ikutin ilmu dari Adel dijamin mantul Bil, gue udah coba hasilnya lakik gue rapet mulu dan gak stress yang paling penting sih kalo lakik udah lengket ma kita dijamin pelakor gak bakal mempan." ucap Cindy.


"Happy wedding ya Burhan, jadi punya istri deh sekarang. Awas ya kalo loe berani nyakitin bestod gue, sekali Nabila nangis gue kiprat muka loe sampe bengkok." ancam Adel.


Glekk..Hiiihhh

__ADS_1


Burhan menelan ludahnya kasar, dia bergidik ngeri melihat wajah serius Adel yang terlihat seperti singa yanng siap menerkam mangsanya. Adel turun dari pelaminan dan kini giliran Cindy yang memberikan ucapan pada Burhan diikuti oleh suaminya, Edgar dan Rasya membawa kado ditangannya masing-masing seraya bersalaman memberi ucapan kepada dua mempelai.


Saat Adel sudah turun dan berdiri di dekat panggung Albert langsung menariknya, dia tidak mau Adel kembali heboh berjoged diatas panggung karena dokter telah mewanti-wantinya agar Adel tidak terlalu bersemangat beraktifitas mengingat kandungannya yang masih sangat rentan keguguran.


"Sayang jangan kemana-mana, kalau kamu sayang sama mas dan juga calon bayi kita kamu harus nurut, paham!" tegur Albert.


"Emangnya aku mau kemana? Orang aku lagi nungguin Cindy, aku mau ngajak dia makan-makanan yang aku mau." ucap Adel.


"Kan sama kakanda bisa sayang?" heran Albert.


"Anak kita maunya sama aunty nya kakanda, aku mau makan sambil lihat kamu joged begitu." ucap Adel.


Rahang Albert menganga lebar mendengar keinginan Adel, istrinya selalu saja menginginkan hal yang aneh bin ajaib dan sekarang ia harus berjoged lagi diatas panggung. Mau tidak mau Albert menuruti keinginan Adel daripada ia harus melihat istrinya yang berjoged diatas panggung, Albert tak lupa mengajak adiknya dan juga Edgar bergabung bersamanya hanya saja sekarang personilnya bertambah satu orang yaitu Satria. Cindy stanby menemani bumil menikmati makanan yang diinginkannya, mereka berdua tertawa melihat para suaminya berjoged diatas panggung, Burhan tidak kuat mendengar suara musik dangdut yang mengajaknya bergoyang hingga akhirnya ia turun dari pelaminan bergabung naik keatas panggung berjoged paling heboh diantara yang lainnya.


Selesai sudah resepsi pernikahan dan juga tamu undangan pun sudah pergi kerumahnya masing-masing, Burhan membantu memegangi baju pengantin milik Nabila ke kamar pengantin yang sudah dihias sedemikian rupa. Setibanya di kamar Nabila membuka pakaiannya langsung dihadapan Burhan, tubuh Nabila cukup seksi membuat Burhan seketika melotot dan bersiul saking takjubnya.

__ADS_1


"Aahh sayang, kenapa kau membukanya sekarang?" tanya Burhan.


Nabila membalikkan tubuhnya menghadap kearah Burhan, dia melangkahkan kakinya tepat dihadapan suaminya. Nabila begitu mengingat ucapan Adel yang mengatakan kalau ia harus berani tanpa harus gengsi meskipun apa yang ia lakukan seperti j***** dihadapan suaminya, ia mengalungkan tangannya dileher Burhan dan mendekatkan wajahnya sehingga tak ada jarak diantaranya. Burhan sudah tak bisa menahannya lagi, ia meraup b**** Nabila dengan rakus dan dibalas dengan lembut oleh Nabila yang mengikuti instingnya. Burhan membawa Nabila ketempat peraduan yang sudah ditaburi bayaknya kelopak mawar merah membentuk huruf hati beserta angsa sejoli yang saling berhadapan, tanpa menunggu lama Burhan melakukan pemanasan dan Nabila lah yang lebih panas dibandingkan Burhan sehingga Burhan hanya tinggal menikmatinya, setelah puas pemanasan tanpa basa basi Burhan melesatkan pedangnya sampai Nabila menjerit kesakitan, namun rasa sakitnya tak bertahan lama. Nabila dan Burhan semakin memanas sampai melakukannya berjamjam, baju dan seprai nya pun sudah berserakan entah kemana, lagi dan lagi mereka melakukan olahraga sampai tak tahu di jam berapa keduanya tertidur.


__ADS_2