Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Clarissa jatuh miskin


__ADS_3

Clarissa sedang berbelanja di salah satu mall terbesar dan terkenal di negaranya, dia jalan bersama teman-temannya memilah dan memilih pakaian serta tas branded.


"Rissa, coba lihat ini tasnya bagus banget, kayaknya model terbaru deh." ucap salah satu temannya menunjuk ke arah tas yang disimpan di etalase.


"Oh my God, cantik banget." ucap Clarissa antusias.


"Ambil gak tuh?" goda temannya.


"So pasti lah." ucap Clarissa.


Clarissa memanggil pelayan toko untuk membungkuskan tas mewah dan mahal yang ditunjuk oleh temannya.


"Toalnya 250 juta." ucap kasir toko.


"Ini." Clarissa mengeluarkan kartu kredit miliknya kepada kasir toko.


Kasir toko pun mengakses kartu kredit milik Clarissa namun ia sudah mencoba tiga kali namun gagal, akhirnya ia mengembalikkan kartu tersebut kepada pemiliknya.

__ADS_1


"Mohon maaf nyonya, kartunya tidak bisa digunakan." ucap kasir toko.


"Masa sih? Kamu salah kali, coba sekali lagi deh." ucap Clarissa.


"Mohon maaf nyonya, tapi saya sudah tiga kali mencobanya namun hasilnya tetap sama." ucap kasir toko bernama Merlin.


Clarissa mengeluarkan kartu Atm miliknya kemudian memberikannya kepada Merlin, tetapi kartu Atm milik Clarissa pun sama hasilnya tidak bisa digunakan.


"Maaf nyonya, ini juga tidak bisa." ucap Merlin.


Clarissa mengerutkan keningnya, ia merebut kartu Atm dari tangan Merlin kemudian ia mengeluarkan lagi dua kartu miliknya.


Teman-teman Clarissa sudah berbisik-bisik di belakangnya, wajah Clarissa pun sudah merah padam menahan malu pasalnya ia sudah berjanji akan membayar semua barang belanjaan yang dipilih oleh temannya.


"Zea kamu ada uang gak aku pinjem dulu, aku janji bakal langsung ganti semuanya." ucap Clarissa.


"Mana ada aku uang sebanyak itu? kalo gak bisa bayarin jangan sok-sokan makanya bikin malu aja." celetuk Zea.

__ADS_1


"Iya ihh mana kita ngambil banyak lagi." ucap Livy.


"Kan gue dah bilang nanti gue balikin, dasar pada pelit lo semua!! Padahal kan gue cuman minjem bukan minta ataupun maling, kan selama ini kalian belanja siapa yang bayarin hah?!." amuk Clarissa.


"Kok ngomongnya jadi nyolot gitu sih, bilang aja loe udah miskin banyak gaya mau bayarin buktinya aja sekarang malah jadi malu-maluin." sewot Livy.


"Sembarangan loe bilang gue miskin dasar penjilat!!" sentak Clarissa sambil menarik rambut Livy.


Zea ikut memisahkan keduanya namun alhasil ketiganya saling menjambak satu sama lain, pelayan toko memanggil manager dan security sampai akhirnya mereka bisa di pisahkan. Di wajah Clarissa terdapat banyak bekas cakaran dan juga rambutnya yang sudah acak-acakan seperti orang gila.


'Kenapa semua kartunya gak bisa dipakai? Padahal kan kemarin masih bisa? Aaarrrgghh, brengsek' Batin Clarissa.


Clarissa pergi meninggalkan toko begitu saja, ia menatap tajam kearah kedua temannya. Clarissa mencoba menghubungi Rio namun tidak ada jawaban, kemudian ia menghubungi Edgar namun beberapa kali ia mecoba menghubunginya hasilnya tetap sama Edgar menolak panggilannya.


"Kurang ajar!" geram Clarissa meremas hp nya.


Clarissa segera masuk kedalam mobilnya, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat ini tujuannya adalah menemui Edgar, dia yakin Edgar pasti dalang dari semuanya.

__ADS_1


"Awas kau Edgar, beraninya kau main-main denganku! Lihat saja apa yang akan aku lakukan." amuk Clarissa.


Sampai di perusahaan Clarissa memarkirkan mobilnya di sembarang arah, dia keluar dari mobil membanting pintu dengan keras. Dia berjalan masuk kedalam perusahaan tanpa peduli dengan penampilannya yang masih seperti orang gila, banyak karyawan yang berbisik-bisik melihat penampilan Clarissa namun ia tak memperdulikannya.


__ADS_2