Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Keterkejutan Indah


__ADS_3

Kini Indah sudah berada di ruang rawat VIP sesuai permintaan Albert, Rasya masuk diikuti oleh Albert dan juga Adel di belakangnya. Indah melihat anaknya Rasya yang selalu menemaninya selama di rumah sakit, kemudian di susul oleh Albert yang berjalan dengan gagahnya menghampiri sang ibu yang masih terbaring lemah di atas hospital bed.


Indah menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca dia tak menyangka jika anak sulungnya kini bisa berjalan normal kembali seperti dulu.


"Be-benarkah ini Al? Mommy tidak sedang bermimpi bukan? Kau bisa berjalan nak," tanya Indah beruntun.


"Benar mommy, sekarang Al sudah sembuh berkat doa mommy dan juga Adel yang selalu mensupport Al." ucap Albert.


"Hiks..hikss.. Alhamdulillah ya Allah," ucap Indah dengan terisak.


Indah sangat bersyukur ternyata semua doa yang sering ia ucapkan di dengar dan juga di kabulkan oleh sang maha pencipta, Albert memeluk tubuh ibunya yang masih terisak.


" Sudah mom, jangan menangis lagi ingat kondisi mommy." ucap Albert.


"Iya sayang." ucap Indah.


Rasya dan Adel terharu melihatnya, satu persatu masalah terselesaikan kini Albert sudah sembuh dari sakitnya dan bisa berjalan normal seperti semula, Indah pun kini sudah mendapat pendonor hanya tinggal menunggu masa pemulihan saja setelah operasinya berhasil dilakukan.

__ADS_1


"Adel terimakasih kau sudah menepati janjimu pada mommy, kau mengembalikan putraku Albert hiks..hikss.." ucap Indah menangis bahagia.


Adel memegang tangan Indah dan mengusap air matanya, ia tersenyum manis ke arah mertuanya.


"Mommy jangan berterimakasih padaku, aku hanyalah perantara semua sudah diatur oleh yang maha kuasa dan aku bersyukur Albert bisa sembuh dari rasa sakitnya, sekarang tinggal mommy yang harus sembuh agar kita bisa berkumpul kembali, aku kasihan pada adik iparku Rasya kalau dia terus disini menemani mommy kapan dia akan punya jodohnya mom." ucap Adel.


Albert memalingkan wajahnya menahan tawa, sedangkan Rasya yang sedang mendengarkan dengan serius percakapan Indah dan Adel seketika wajahnya berubah dari sedih menjadi bete.


"Kok jadi bawa-bawa nama Rasya sih kakak ipar?" tanya Rasya heran.


"Memangnya ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Adel balik.


'kalau di pikir-pikir iya juga sih, sampai sekarang aku gak punya pacar kalo yang deketin sih banyak tapi kebanyakan dari mereka kelakuannya menggelikkan, hiiihh' batin Rasya.


Tubuh Rasya tiba-tiba bergidik ngeri, dia mengingat bagaimana para wanita dari berbagai bentuk hingga rupa yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu sama-sama menggodanya demi harta, bahkan ada yang sampai rela melemparkan tubuhnya pada Rasya yang mana membuat Rasya semakin risih dengan wanita.


"Ya Allah, naudzubillahi mindzalik." ucap Rasya bergidik ngeri.

__ADS_1


"Kau kenapa?" tanya Adel.


Indah langsung tertawa melihat tingkah Rasya, dia tau apa yang sedang di pikirkan oleh Rasya karena Rasya cenderung lebih dekat dengannya dibandingkan Albert dan Cindy. Setiap Rasya memiliki masalah ataupun ingin curhat pasti dia cerita kepada ibunya, Albert dan Adel saling pandang satu sama lain namun Albert mengendikkan bahunya sedangkan Adel dia menggaruk-garuk wajahnya yang tidak gatal.


"Hahaha.. Aduh, aww.. Perut mommy sampai sakit." Indah tertawa sampai ia lupa kalau jahitan bekas operasinya belum kering.


"Mom, hati-hati nanti jahitannya terbuka." ucap Albert khawatir.


"Iya Al maaf, mommy lupa." ucap Indah.


" Mommy ngetawain apa sih?" tanya Adel.


"JANGAN!!" cegah Rasya.


"Diem bambang, ini di rumah sakit bukan di hutan." omel Adel melemparkan gulungan tisu ke wajah Rasya.


Plukk..

__ADS_1


Lemparan Adel tepat mengenai sasaran, Rasya mengibaskan tangannya ke arah ibunya agar tidak menceritakan kejadian memalukan yang pernah dialaminya.


__ADS_2