
Edgar berpamitan pulang kepada Indah dan juga Albert, dia harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi setiap masalah yang akan datang.
Indah terlihat tidak baik-baik saja, dia mengunci dirinya di kamarnya sendiri. Albert tahu perasaan Indah saat ini jadi dia membiarkan ibunya menenangkan dirinya sendiri, tetapi dia tetap mengawasi ibunya.
Ceklek.
Albert masuk ke kamarnya, dilihatnya sang istri masih sibuk ngemil sambil menonton darkor kesukaannya. Rasa lelahnya dan juga rasa sedih terasa berkurang ketika ia melihat sang istri tercinta, dia ikut duduk disamping Adel sambil memeluk pinggang sang istri dengan erat.
"Tamunya udah pulang kakanda?" tanya Adel.
"Sudah, baru saja." jawab Albert.
"Kamu bicarain soal apa saja? Aku jadi penasaran." tanya Adel.
"Edgar sudah mengetahui siapa dalang dibalik kecelakaanku, ternyata orang yang kamu lihat waktu itu adalah Clarissa orang yang membuatku semakin terpuruk saat itu, saat ini mommy sedang ingin menyendiri setelah ia tahu semuanya mommy terlihat sedih dan pastinya sanga-sangat sedih akupun bisa merasakannya." ucap Albert.
__ADS_1
"Kasihan mommy, aku mau temenin mommy tapi sebelum itu mau minta tipis-tipis dong, soalnya aku gak bisa tidur kalau gak olahraga kakanda." ucap Adel.
Adel memang moodboster bagi Albert, dalam situasi sedih sekalipun Adel selalu saja bisa membuatnya merasa terhibur.
"Yaudah ayo, matiin dulu hp nya kita olahraga dulu." ucap Albert.
"Ayok lah, gaskeun." ucap Adel senang.
Albert langsung melancarkan aksinya, Adel begitu senang karena suaminya menuruti keinginannya. Adel dan Albert melakukan olahraga selama dua jam lamanya, itupun masih kurang menurut Adel namun Albert sudah tak bisa mengimbangi Adel jadi ia memutuskan untuk menyelesaikan olahraganya.
"Enggak kok, kenapa harus marah?" tanya Adel heran.
"Olahraganya kan cuman sebentar, sedangkan kamu masih merasa kurang." ucap Albert.
"Gampang itu mah bisa besok lagi, kan aku juga mau temenin mommy beb." jawab Adel.
__ADS_1
"Yaudah, kamu mandi dulu gih atau mau aku gendong?" ucap Albert.
"Gendong." rengek Adel.
Albert langsung menggendong tubuh Adel pergi ke kamar mandi, mereka berdua mandi bersama.
Edgar masuk ke dalam apartemennya, dia menjatuhkan tubuhnya keatas kasur kingsize miliknya. Leo memesan makanan untuk Edgar dan juga buah-buahan, selama ini Leo lah yang yang mengurus semua keperluan Edgar karena sering larut dalam pekerjaannya Edgar seakan lupa menjaga dirinya sendiri.
"Tuan, makanannya sudah datang ayo makanlah dulu." ajak Leo.
"Aku tidak berselera Leo." sahut Edgar.
"Jika kau sampai sakit mau sampai kapan masalahmu akan selesai, yang ada mereka malah akan menertawakanmu." ucap Leo.
Edgar bangkit dari tidurnya, dia segera keliar daei kamarnya bergabung dengan Leo di meja makan. Jika ada yang bertanya kenapa Leo ada di apartemen Edgar?, jawabannya adalah orang yang pernah di jodohkan oleh Clarissa bisa menerobos masuk kedalam apartemen walaupun Edgar sudah beberapa kali mengganti kata sandi apartemennya, untuk itu Edgar meminta Leo untuk menemaninya sekaligus menjaganya agar ia bisa tidur dengan tenang. Edgar tidak membayar bodyguard atau pengawal untuk menjaganya, dia lebih tenang jika Leo ada disampingnya karena tidak banyak yang tahu kalau Leo adalah singa yang paling manakutkan jika sudah marah. Edgar sangatlah beruntung memiliki asisten pribadi seperti Leo selain gesit Leo juga pintar, bisa diandalkan dan juga setia mengabdi pada Edgar.
__ADS_1