
Adel berhenti karena keram di perutnya, tapi keram yang dirasakannya bukan karena kecapean tapi karena tertawa. Dilihatnya Albert. Edgar, Rasya dan Burhan bergoyang dengan hebohnya membuat Adel tak bisa menahan tawanya, tetapi setidaknya Burhan tidak jadi galau dipojokan karena hiburan yang diadakan oleh Adel.
"Woahhahaha.. Pasukan kanebo kering joged hahaha." ucap Adel sambil tertawa lepas.
Indan dan juga orangtua Adel tertawa dengan lepaa melihat anak dan juga menantunya berjoget, baru kali ini Indah melihat Albert dan Rasya berjoget karena selama ini mereka adalah tipikal yang cenderung bersifat dingin dan tidak suka dengan pertunjukan dangdut atau semacamnya, tapi jika hal itu sudah bersangkutan dengan Adel maka semuanya bisa berubah dalam sekejap.
"Haduuh, sejak kapan tuh si boss joget kek gitu. Eh tunggu, tapi musiknya enak juga." ucap Leo.
Leo pun ikut menari di bawah panggung, Nabila berjoget dengan heboh bersama Burhan.
"Eeeehhh ahhh, om adek mau disawer dong om." ucap Nabila dengan mata genitnya pada Burhan.
Burhan mengambil dompet dari sakunya, dia mengeluarkan beberapa lembar uang merah yang mana membuat mata Nabila berbinar melihatnya. Nabila mengambil uang dari Burhan yang diberikan padanya, seakan tak mau kalah Rasya juga mengeluarkan dompetnya dia menyawer Luna. Musiknya sudah berhenti, Edgar dan yang lainnya pun ikut berhenti seraya mengatur nafasnya.
"Lagi dong." ucap Farid.
"Janda pirang del, let's play my sister." ucap Luna.
"Njir so engres loe, makan burger aja muntah loe." cibir Adel.
"Ya lagu apa kek yang seru biar bisa dungplak, dungplak." seru Nabila.
"Bentar gue mau nyari yang koplo biar asek," ucap Adel.
Musik kembali menyala dan terdengar alunannya, Sesuai yang diinginkan oleh Nabila Adel meminta pemain musik dangdut beserta artisnya menyanyikan lagu versi koplo tetapi dengan heboh.
Bila ingin melihat ikan di dalam kolam
Tenangkan dulu airnya sebening kaca
Bila mata tertuju pada gadis pendiam
Caranya tak sama menggoda dara lincah
Sek
Jangan, jangan dulu
Janganlah di ganggu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
__ADS_1
Senyum, senyum dulu
Senyum dari jauh
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Bila ingin melihat ikan di dalam kolam
Tenangkan dulu airnya sebening kaca
Bila mata tertuju pada gadis pendiam
Caranya tak sama menggoda dara lincah
Jangan, jangan dulu
Janganlah di ganggu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
Senyum, senyum dulu
Senyum dari jauh
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Sek
Bila ingin melihat ikan di dalam kolam
Tenangkan dulu airnya sebening kaca
Bila mata tertuju pada gadis pendiam
Caranya tak sama menggoda dara lincah
Jangan, jangan dulu
Janganlah di ganggu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
__ADS_1
Senyum, senyum dulu
Senyum dari jauh
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Yeay
Heh
Asek
Bila ingin melihat ikan di dalam kolam
Tenangkan dulu airnya sebening kaca
Bila mata tertuju pada gadis pendiam
Caranya tak sama menggoda dara lincah
Jangan, jangan dulu
Janganlah di ganggu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
Senyum, senyum dulu
Senyum dari jauh
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Yeay
Edgar dan Rasya bersorak kembali berjoged dengan riangnya, para tamu undangan pun ikut bernyanyi dan bersorak. Cindy ingin sekali bergabung keatas panggung, namun ia menahannya karena banyak tamu undangan yang menyalaminya.
'Njir kaki gue gatel banget pengen joget, ini tamu gak ada habisnya perasaan nongol mulu' batin Cindy.
__ADS_1
Albert tidak ikut berjoget lagi, dia mengajak istrinya turun agar tidak ikut berjingkrak-jingkrak lagi mengingat Adel kini tengah berbadan dua. Adel mengerucutkan bibirnya kesal karena Albert membawanya turun, yang lebih menjengkelkan lagi Albert mengajak Adel menemui beberapa kolega bisnis suaminya.