
Di rumah sakit seorang wanita cantik sedang marah-marah, dia bosan sudah beberapa hari terus berdiam diri di rumah sakit tanpa bisa melakukan apapun. Akibat ulahnya sendiri dia masuk ke rumah sakit, wajahnya lebam dan banyak cakaran di tubuhnya.
"Euuhhh.. Bosen, bosen, pengen cepet keluar dari rumah sakit tapi gak mungkin tampil di panggung dengan wajah yang seperti ini, bisa-bisa karirku hancur." gerutu wanita tersebut memukuli bantal.
Saat sedang mengomel sendiri, pintu terbuka menampilkan sosok pria paruh baya masuk ke dalam ruang rawatnya. wanita tersebut menggembungkan pipinya, sedangkan pria paruh baya tersebut duduk menyilangkan kakinya di atas sofa.
"Sonia mau sampai kapan kamu disini?" tanya Lucas ayah Sonia.
"Aku juga tidak tau Pah, ini semua gara-gara wanita sialan itu." kesal Sonia.
"wanita siapa yang kau maksud Sonia?" tanya Lucas.
__ADS_1
Sonia turun dari atas hospital bed menghampiri ayahnya, dia lupa belum menceritakan kejadian dimana saat dia bertemu dengan Adel dan juga Albert di bandara beberapa hari yang lalu.
"Aku lupa belum cerita sama Papah, jadi waktu di bandara aku sama pacarku gak sengaja liat Albert lah aku samperin eh gatau datengnya dari mana ada satu wanita yang tiba-tiba narik rambutku dan mengaku kalau dia itu istrinya." ucap Sonia menceritakan kejadian di bandara tempo hari.
Lucas terkejut mendengar kalau Albert sudah menikah, dalam benaknya tidak mungkin ada yang mau dengan mantan calon menantunya dengan kondisi Albert yang cacat. Setelah pembatalan pernikahan secara sepihak kini Lucas menyesal, perusahaan Wiguna adalah pemilik saham terbesar di perusahaannya, Lucas adalah seorang pengusaha akibat penghinaannya kepada Albert kini perusahaan miliknya diambang kebangkrutan.
"Bahaya ini." ucap Lucas cemas.
"Bahaya kenapa pah?" tanya Sonia.
"Emang apa hubungannya sama pria cacat itu pah? Lagian nih ya, emang papah mau punya mantu cacat? Apa kata orang-orang nanti pah, seorang Sonia penyanyi papan atas menikah dengan pria cacat dan juga gila." cerocos Sonia.
__ADS_1
"Dasar bodoh, orangtua Al itu orang terkaya nomor satu di negara kita, dia adalah pemilik saham terbesar di perusahaan Papah sedangkan Indah ibunya Al menarik semua sahamnya dari perusahaan papah dan kau tau sekarang di perusahaan sedang kacau." amuk Lucas mengacak-acak rambutnya frustasi
Sonia diam tak berkutik lagi, dia takut menjadi sasaran amukan ayahnya. Lucas memikirkan cara agar perusahaannya kembali berjalan normal seperti biasanya, bagaimanapun caranya dia harus kembali mendapatkan kontrak kerjasama bersama keluarga Albert.
"Papah gak mau tau, bagaimanapun caranya kamu harus kembali pada Albert kalau tidak jangan harap kamu bisa pulang ke rumah dan bernyanyi lagi!! Kamu pikir kamu bisa menjadi terkenal dengan suara kamu yang pas-pasan itu kalau bukan karena uang papah hah?! " tekan Lucas.
"Tapi pah," ucap Sonia.
"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya kamu harus bisa dapetin hati Albert lagi." ucap Lucas dengan tegas.
Lucas tak ingin mendengar alasan apapun dari anak semata wayangnya, dia berdiri merapikan jas yang di pakainya lalu keluar dari ruang rawat Sonia.
__ADS_1
"Aaarrrggghh.. Brengsek." amuk Sonia.
Selama ini Lucas selalu menekan dirinya, sedari dulu dia memang tak pernah mencintai Albert. Sonia di kenalkan oleh ayahnya kepada Albert, lalu memaksanya berpura-pura baik dan berpura-pura mencintai Albert agar ayahnya bisa mendapatkan kerjasama dari keluarga Wiguna.