Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
hasil laboratorium


__ADS_3

Cindy dan Satria duduk di depan, sedangkan Albert tidur di pangkuan Adel. Adel menatap keluar jendela melihat mobil yang berlalu lalang di jalanan, dia memikirkan bagaimana kehidupannya di masa depan nanti.


" Del sekarang kita mau kemana? Mau pulang atau mau ke rumah loe?" tanya Cindy.


"kita ke rumah gue sebentar, biar Al tidur dulu disana kasian kalau dia tidur di mobil terus." ucap Adel.


"oke"


Cindy menunjukkan jalan kepada Satria, dia tau alamat rumah Adel karena pas jaman sekolah Cindy sering main ke rumah Adel bersama temannya yang lain.


Sampai di rumah orangtua Adel Satria memakirkan mobilnya, Yusuf dan Fatimah melihat kedatangan anak dan menantunya mereka menghampirinya. Adel meminta Satria mengangkat tubuh Al memindahkannya ke kamar miliknya, Yusuf membantu menggotong tubuh Al masuk ke dalam rumah.


"del kenapa gak ngabarin dulu sama ibu kalau mau kesini? " tanya Fatimah.


" tadi Adel udah nganterin mommy Indah ke bandara sekalian aja mampir kesini soalnya jaraknya deket" ucap Adel.


"Cindy gak ditanya nih bu?" ucap Cindy pura-pura merajuk.


"sini masuk nak, jangan ngambek kayak gitu nanti cantiknya hilang loh" ucap Fatimah.

__ADS_1


Fatimah mengajak Adel dan Cindy masuk ke dalam rumah, Adel meregangkan otot-ototnya yang terasa ngilu. Yusuf datang menghampiri Adel di ruang tamu, Fatimah mengabil air minum untu para tamu yang datang.


"del kamu kenapa?" tanya Yusuf.


"biasa yah udah lama gak di gerakin, sekalinya di gerakin jadi ngilu maklum lah kalo awal mah pemanasan." ucap Adel.


"kamu gak berantem kan?"Tebak Yusuf


"dikit yah, hehehe." cengir Adel.


Yusuf menghela nafasnya, begitula anaknya yang berbeda dari wanita pada umumnya. Telpon milik Satria berdering, dia meminta izin mengangkat panggilan yang masuk.


"Burhan" jawab Satria.


"sepertinya hasil lab obat itu sudah keluar, coba kau loudspeaker." ucap Adel.


Satria menuruti ucapan Adel, dia menekan tombol loudspeaker lalu menyimpannya di atas meja.


📱: Satria kenapa telpon Al gak aktif aku sudah beberapa kali menghubunginya tapi tidak nyambung sampai sekarang." ucap Burhan.

__ADS_1


📱 : katakan saja ada apa?" tanya Satria.


📱: hasil penelitian sudah keluar, tadinya aku mau kabarin Al tapi hp nya gak aktif ya sudah aku nelpon kamu." ucap Burhan.


📱: kau katakan saja obat apa itu?" tanya Adel.


📱: serbuk itu bisa membuat urat-urat menjadi tidak berfungsi jika terus menerus di konsumsi, untuk memeriksa sejauh mana obat itu bereaksi kita harus memeriksa kondisi Al secara keseluruhan.


📱: baik terimakasih atas informasinya, kirimkan hasil pemeriksaanya kepadaku." ucap Satria cb menutup telponnya. Dg


Ttuut..


"ayah, bisakah ayah mengantar kami ke klinik tempat ayah berobat waktu dulu?" ucap Adel.


"tentu saja, untuk apa kamu kesana nak?" tanya Yusuf.


"aku ingin memeriksa kaki Albert, waktu itu aku pernah melihat pasien yang dinyatakan lumpuh disana dan katanya sejak berobat darisana kakinya bisa di gerakkan kembali." ucap Adel.


"sebagai manusia kita harus tetap berikhtiar mencari jalan keluar untu setiap masalah yang kita hadapi, tapi jika usaha kita tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan maka kita jangan merasa kecewa percayakan takdir itu ada, tidak ada ujian yang melebihi batas kemampuan seseorang, ayah minta kalian berikan energi positif kepada Al agar ia bisa keluar dari rasa traumanya." jelas Yusuf.

__ADS_1


Adel menganggukkan kepalanya, Cindy percaya kepada Adel dia bisa membawa kakaknya keluar dari rasa takutnya.


__ADS_2