Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Kebersamaan Cindy & Satria


__ADS_3

Cindy menyelipkan rambutnya kebelakang telinga, dia tersenyum malu ditatap seperti itu oleh Satria.


"Penampilanku aneh ya?" tanya Cindy pura-pura memasang wajah bingungnya.


Satria langsung sadar dari lamunannya, dia menggelengkan kepalanya ke arah Cindy.


"Tidak, kau cantik, bahkan sangat-sangat cantik." ucap Satria.


"Ahh, massa sih?" tanya Cindy dengan gaya centilnya.


"Tentu saja, bagiku kau adalah wanita tercantik setelah ibuku." gombal Satria.


"Ahhh.. hati adek meleleh bang." ucap Cindy dramatis.


"Kau ini, ayo kita berangkat." ajak Satria.


"Ayok lah, kita berangkat." sahut Cindy.


Satria berjalan terlebih dahulu, dia sengaja menjaga jarak dari Cindy karena merasa tidak enak dengan Indah dan pelayan rumah lainnya. Cindy mengikuti Satria dari belakang, dia berjalan sambil mesam-mesem seperti orang yang ketiban uang sekoper.


'Ahh senangnya' batin Cindy.


Satria meminta izin kelada Indah untuk membawa Cindy jalan-jalan bersama, Indah tentu saja mengizinkannya.


"Hati-hati ya, jangan pulang larut malam, nanti jam 8 malam harus sudah ada di rumah." pesan Indah.


"Siap komandan!" jawab Cindy memberi hormat.


Satria pamit kepada Indah, keduanya menyalimi tangan Indah sebelum masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Mau kemana kita?" tanya Cindy.


"Kemana saja yang pasti bareng kamu, sayangnya kita tidak menghabiskan 24 jam bersama." ucap Satria.


"Gapapa, sisanya kan kita bisa video call." ucap Cindy.


Satria menganggukkan kepalanya, Cindy selalu saja mengerti dirinya dalam situasi apapun, Satria semakin menyayangi Cindy dia tak mungkin menyia-nyiakan berlian terindah yang Tuhan berikan padanya.


'Semoga saja semuanya di lancarkan, agar aku bisa memilikimu sepenuhnya' batin Satria.


20 menit kemudian.


Mobil yang di tumpangi Satria sudah terparkir di halaman mall termewah dan terkenal di kota J, dia membukakan pintu mobil untuk permaisurinya.


"Silahkan turun princess." ucap Satria.


Cindy menggandeng tangan Satria sambil bergelayut manja, Satria tak merasa risih sekalipun justru dia senang karena moment berdua bersama Cindy sangatlah susah didapatkan.


"Kita ke toko perhiasan." ajak Satria.


"Mau apa?" tanya Cindy.


"Mau beli semen." jawab Satria asal.


"Hiisshh, kalau jawab yang bener dikit napa." kesal Cindy.


Satria terkekeh dibuatnya, wajah Cindy berubah menjadi manyun sepanjang perjalanan.


Sampai di toko perhiasan Satria memilih barang yang dia cari, karena bete Cindy hanya berdiri disamling Satria tanpa banyak bertanya lagi.

__ADS_1


"Tolong ambilkan yang itu, yang ada bear nya." ucap Satria menunjuk ke etalase di depannya.


"Baik tuan, mohon di tunggu." ucap pelayan toko.


Tak lama kemudian pelayan toko mengambil barang yang Satria inginkan, dia memberikannya kepada Satria.


"Sweety, kemarilah." ucap Satria.


"Bentar." ucap Cindy.


Satria mengambil sebuah kalung dari dalam kotak yang berwarna hitam, dia memasangkan kalung tersebut ke leher Cindy. Cindy terkejut melihat perlakuan Satria, dia melihat kalung yang di pasangkan oleh kekasihnya, sebuah kalung berlian dengan gantungan boneka beruang lucu.


"Aaa.. Ini lucu sekali." ucap Cindy antusias.


"Kau menyukainya?" tanya Satria.


Cindy menganggukkan kepalanya, Satria tersenyum ke arah Cindy dia bahagia karena Cindy menyukai kalung yang dipilihnya.


"Kalau begitu aku akan mengambil yang ini." ucap Satria kepada pelayan toko.


"Baik, ini total biaya yang harus tuan bayar." ucap pelayan toko menyodorkan sebuah nota kepada Satria.


Satria mengambilnya kemudian ia menyerahkan kartu ATM miliknya dan memasukkan kata sandi atm nya , dia membayar langsung kalung yang dipilihnya.


Selesai melakukan transaksi Satria mengajak Cindy berkeliling di mall menikmati kebersamaan mereka, keduanya berjalan dengan mesra sambil di selingi canda tawa.


Seseorang melihat Satria dan Cindy dari kejauhan, dia langsung berjalan mendekatinya dengan langkah tergesa.


"Benar, pasti dia orangnya." ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2