Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Ijab qobul


__ADS_3

Jantung Cindy semakin berdetak tak karuan saat ia mendapat laporan bahwa pengantin pria sudah sampai di kediamannya, Rasya tersenyum kearah Cindy dan memberikan isyarat bahwa dia harus tenang.


Dibawah rombongan pengantin pria langsung menempati area yang sudah di sediakan khusus para tamu undangan, disana juga sudah terletak meja untuk prosesi ijab qabul. Penghulu sudah datang kemudian MC mengarahkan pengantin pria beserta wali nikah dan juga para saksi duduk dikursi yang sudah di sediakan, pengantin wanita dipanggil untuk bergabung dengan pengantin pria duduk berdampingan di satu meja yang sama.


Cindy keluar diapit oleh ibunya dan juga Adel, semua mata tertuju padanya melihat betapa cantiknya Cindy yang berjalan dengan anggunnya dengan kebaya putih dan juga hiasan di kepalanya. Satria menatap kearah Cindy tak berkedip saking terpesonanya, ia saling melemparkan senyumannya satu sama lain.


Albert selaku wali nikah yang menggantikan posisi ayahnya duduk berhadapan dengan pasangan pengantin pria dan wanita, Albert berusaha menahan air matanya yang sudah mendesak ingin keluar. Penghulu mengarahkan Albert untuk menjabat tangan Satria, ia juga menuntun Albert mengucapkan ijab qabul yang langsung diikuti oleh Satria dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? Sah?" tanya penghulu.


"SAH" jawab kedua saksi.


"Alhamdulillah." ucap Satria dan Cindy secara bersamaan.


Penghulu memimpin doa pernikahan untuk Satria dan juga Cindy.


Mata Cindy sudah berkaca-kaca, ia menghadap kearah Satria mengecup tangan suaminya dan Satria pun mengecup kening Cindy sambil melafalkan doa nya.


"Selamat ya, sekarang kalian sudah menjadi pasangan suami istri yang sah secara agama dan negara." ucap penghulu.


Satria dan Cindy menganggukkan kepalanya, mereka menandatangani surat-surat dokumen pernikahan yang sudah disiapkan. Indah tak kuasa menahan air matanya yang sudah menganak-pinak begitupun dengan Rio, Adel memeluk tubuh mertuanya memberikan kekuatan dan juga ketenangan.


"Cindy sudah menikah del, daddynya pasti melihat puteri kesayangannya bersanding dengan pria yang dicintainya hiks.." ucap Indah.


"Daddy pasti bangga sama mommy, meskipun tanpa kehadirannya mommy tetap kuat dan bertahan untuk semua anak-anak sampai mereka menemukan pasangan hidupnya masing-masing." ucap Adel.


"Terima kasih sayang." ucap Indah.


'Mas lihatlah anak-anak kita sudah dewasa, mereka sudah menemukan pasangannya masing-masing hiks.. Semoga kau melihatnya dari atas sana' batin Indah.


'Nadia lihatlah anak kita, dia sudah besar meskipun aku tidak tahu pertumbuhannya seperti apa. Disaat kita baru dipertemukan kembali ternyata Satria sudah menemukan belahan jiwanya, aku turut bahagia dan berdoa semoga pernikahan putra-putra kita tak seperti pernikahan kita yang kandas di tengah jalan akibat ulah manusia-manusia yang serakah' batin Rio.


Satria dan Cindy kini berdiri di pelaminan, banyak para tamu undangan yang memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua. Farid, Luna dan juga Nabila turut hadir dalam acara pernikahan sahabatnya Cindy, mereka bertiga datang bersama kedua orangtua Adel.


Disaat semua orang sedang dalam suasana bahagia ada satu orang yang sedih menatap kearah pelaminan, siapalagi kalau bukan Burhan yang tergila-gila pada Cindy dan mengharapkan ia berjodoh dengannya.


"My princess." lirih Burhan dengan mata yang sudah basah oleh air mata.


Adel melihat Burhan yang terlihat sedih dari arah kejauhan, dia berjalan menghampirinya kemudian duduk di sebelahnya.


"Sudah kau relakan adikku itu, gak semua yang kamu harapkan akan terwujud salah satunya mengharapkan Cindy yang kini sudah menjadi istri orang lain." ucap Adel.


"Tapi aku juga pengen nikah." ucap Burhan lesu.


"Nanti aku kenalin sama temenku, dia juga gak kalah cantiknya kok." ucap Adel.


"Siapa? Kenalin dong. Tapi aku gak mau kalau cuman pacaran maunya ya serius diajak nikah." ucap Burhan.


"Gampang itu mah." ucap Adel.

__ADS_1


Adel Berjalan keatas panggung memanggil ketiga sahabatnya untuk meemeriahkan acara pernikahan Cindy, Albert tentunya ikut naik karena ia khawatir kalau Adel kenapa-napa pasalnya Adel itu hyperaktif.


"Sayang tolong kamu jaga kondisi, jangan terlalu rame kasihan anak kita." ucap Albert.


"Bisa diatur kakanda." ucap Adel.


Adel sebelumnya request kepada Indah agar mengadakan panggung untuk acara musik dangdut kesukaannya, tentunya Indah menuruti kemauan menantu kesayangannya dan itu pun di setujui oleh Cindy selaku yang punya acara.


"Cek..cek.. Are you ready everybody?" tanya Adel.


"READY" sahut teman-temannya dan juga para pemain musik.


"MARI KITA BERGOYANG SEMUANYA AGAR PIKIRAN KITA TIDAK TEGANG, APAPUN LAGUNYA YANG PENYING KITA GOYANG." teriak Adel dari atas panggung.


Ha-ah, ha-ah


Ha-ah-ah


Mami, Mami, Mami, aku bete sekali


Dia lagi-lagi membuatku galau hati


Begini ku salah, begitu ku salah


Ku harus bagaimana lagi?


Mami, Mami, Mami, gelisah hati ini


Senyumnya tak ada, mesranya pun juga


Hati siapa yang tak kecewa?


Aku tita-titut, aku tutuh tatih tayang


Kasih sayang darimu yang semakin menghilang


Apakah kau sudah punya penggantiku?


Bisa-bisa aku mati karena cemburu


Aku tium-tium, aku tutuh peyuk, tium


Pelukan hangat yang tak lagi aku rasakan


Aku butuh cinta, bukan yang lainnya


Kasih sayang darimu sudah cukup bagiku


Kowe ora ngerti opo sing tak rasakke

__ADS_1


Sak bendino, aku lontang-lantung neng omah dewe


Arep crito neng sopo? Meh sambat karo sopo?


Soyo suwe ati iki soyo tambah nelongsso


Seandainya engkau tahu apa isi hatiku


Setiap saat aku s'lalu mengharapkan dirimu


Tapi kau tak mengerti, sepinya hati ini


Beri kepastian agar ku tak menunggu lagi


Aku tita-titut, aku tutuh tatih tayang


Kasih sayang darimu yang semakin menghilang


Apakah kau sudah punya penggantiku?


Bisa-bisa aku mati karena cemburu


Aku tium-tium, aku tutuh peyuk, tium


Pelukan hangat yang tak lagi aku rasakan


Aku butuh cinta, bukan yang lainnya


Kasih sayang darimu sudah cukup bagiku


Aku tita-titut, aku tutuh tatih tayang


Kasih sayang darimu yang semakin menghilang


Apakah kau sudah punya penggantiku?


Bisa-bisa aku mati karena cemburu


Aku tium-tium, aku tutuh peyuk, tium


Pelukan hangat yang tak lagi aku rasakan


Aku butuh cinta, bukan yang lainnya


Kasih sayang darimu sudah cukup bagiku


Ha-ah, ha-ah


Ha-ah-ah

__ADS_1


Adel bernyanyi dengan suaranya yang enak didengar, dia berjoget-joget bersama ketiga sahabatnya diatas panggung. Para tamu undangan ikut bergoyang membuat acara semakin meriah, Adel memanggil burhan untuk naik keatas panggung tak lupa ia juga mengajak Edgar dan juga Rasya bergoyang bersama.


Adel menarik tangan Burhan yang ia pasangkan dengan salah satu sahabatnya yaitu Nabila untuk berjoget bersama, Edgar dan Rasya meliuk-liukkan badannya meskipun terlihat kaku. Albert tetap mengawasi Adel dari jarak dekat, Adel menghampiri suaminya mengajaknya berjoget, awalnya Albert sangatlah kaku tetapi lama kelamaan ia ikut sengklek seperti istrinya.


__ADS_2