
Indah masih belum sadar setelah operasi selesai, Albert masuk memakai pakaian serba hijau lengkap dengan masker yang menutupi wajahnya.
"Mommy, bangunlah dan lihat sekarang anakmu ini sudah bisa berjalan lagi seperti yang kau harapkan." ucap Albert serak.
Indah tak merespon ucapan Albert, dia masih betah di alam bawah sadarnya.
Di tepi danau yang sunyi nan hijau Indah sedang duduk di kursi melihat sekelilingnya, dia memakai pakaian yang cantik dan juga anggun. Seorang pria datang memanggil namanya kemudian duduj di samping Indah, pria tersebut tersenyum lalu menyelipkan rambut ke belakang terlinga Indah.
"Sedang apa kau disini sayang?" tanya pria tersebut.
"Aku sedang menunggumu." jawab Indah.
"Kembalilah, belum saatnya kau pergi dari duniamu anak-anak menunggumu sayang." ucapnya.
" Tapi aku ingin tetap disini bersamamu mas Wiguna." ucap Indah kekeh.
Wiguna memeluk tubuh Indah, dia juga berharap Indah tetap bersamanya tetapi kini dunia mereka berbeda. Indah menangkup wajah Wiguna, dia masih ingat betul bagaimana hancurnya wajah suaminya saat kecelakaan beberapa bulan yang lalu, tetapi sekarang dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri Wiguna lebih bercahaya dan tampan seperti Wiguna saat remaja dulu.
__ADS_1
"Pergilah, aku titip anak-anak disana jaga mereka dengan baik tetap jaga kondisi tubuhmu agar tetap sehat, bila suatu saat nanti kau dipanggil maka aku akan membawamu bersamaku." ucap Wiguna.
"Tidakkah kau rindu padaku mas? Setiap hari aku hanya bisa memandang wajahmu lewat foto yang sampai saat ini masih ku simpan sebagai ungkapan rasa rinduku, aku lelah mas menanggung lebih banyak kerinduan padamu." ucap Indah berkaca-kaca.
"Aku yakin kau bisa melaluinya tanpaku sampai kita di pertemukan kembali." ucap Wiguna tersenyum kepada Indah.
Tubuh wiguna semakin lama semakin tak terlihat sampai akhirnya menghilang, Indah hanya bisa menangis setelah suaminya kembali meninggalkannya sendirian.
"Mas hiks..hiks.. Jangan pergi mas." tangis Indah.
Albert keluar dari ruangan Indah, kini giliran Adel yang masuk menjenguk ibu mertuanya yang terbaring lemah di atas hospital bed.
Indah mengerutkan keningnya, dia mengeluarkan airmata di kedua sudut matanya membuat Adel panik di buatnya.
"Lah kok mommy nangis sih?" heran Adel.
Adel segera keluar memberitahu suaminya dan juga adik iparnya yang berjaga diluar, dia takut terjadi sesuatu kepada ibu mertuanya.
__ADS_1
"Sayang, mas, Kakandaaa..ih sini." panggil Adel dengan berteriak.
Albert membalikkan tubuhnya, dia langsung menghampiri istrinya yang terlihat panik begitupun Rasya dia juga ikut menghampiri Adel.
"Ada apa?" tanya Albert.
" Tadi aku coba ngobrol sama mommy, eh taunya mommy malah nangis tapi matanya tetep merem." ucap Adel cemas.
"Rasya panggil dokter." titah Albert.
"Mommy baik-baik saja kan kakanda?" tanya Adel.
"Ku harap begitu." ucap Albert.
Rasya memanggil dokter Zack untuk meriksa keadaan Indah, tak berselang lama dokter Zack datang dia langsung memeriksa Indah secara keseluruhan.
Saat sedang di periksa kelopak mata Indah bergerak-gerak, perlahan ia membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Indah melihat sekeliling ruangan kemudian ia menangkap ada seorang dokter dan suster yang biasa menanganinya.
__ADS_1
"Do-dokter." panggil Indah lemah.