Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
terjatuh


__ADS_3

Albert memutar kursi rodaanya, sedangkan Adel berlari menutup pintu kamar mandi dengan keras.


Blammm..


"huhuhu.. Apa dia melihatnya?" tanya Adel pada dirinya sendiri.


Adel langsung mengguyur kembali tubuhnya lalu mengambil handuk, dia menggigit jarinya sungguh Adel sangat malu sampai-sampai dirinya enggan keluar dari kamar mandi.


"oh ya Tuhan, mataku ternodai." ucap Albert.


Adel mengintip dari balik pintu kamar mandi, dia melihat albert masih ada di depan pintu.


"sstt.. Sstt.. Al awas, aku mau keluar jangan diem disitu kau mau mengintip lagi ya." ucap Adel.


"si-apa yang mengintip? Aku tidak melihat apapun kok." ucap Albert gugup.


"yaudah awas jangan menghalangi jalan, aku lupa bawa baju ganti." desak Adel.


"isshh wanita ini." geram Albert.


Albert menjalankan kembali kursi rodanya menghadap ke arah tembok, Adel keluar dengan berjinjit karena kakinya yang masih basah dengan sialnya Adel terpeleset.

__ADS_1


brugh..


"Adel apa kau terjatuh?" ucap Al hendak membantu Adel.


"STOP!! Diam disana, jangan bergerak aku tidak apa-apa." pekik Adel.


Adel membenarkan handuk di tubuhnya, dia perlahan berdiri dengan menahan sakit yang amat luar biasa baginya.


'kenapa hari ini sial banget sih.' gerutu Adel dalam hati.


"apa dia baik-baik saja? Kedengarannya dia jatuh dengan sangat keras." gumam Albert.


Adel langsung memakai pakaiannya, dia keluar setelah memakai pakaian lengkap, meskipun malu tapi Adel harus tetap menjalankan tugasnya.


"bi-biarkan aku mandi sendiri." ucap Albert gugup.


"jangan membantah, kau tidak bisa melakukan semuanya sendiri." tegas Adel.


"tolong siapkan saju baju ganti dan juga sarapanku, aku akan mandi sendiri kau tidak perlu khawatir." ucap Albert final.


"ya sudah kalau kau butuh sesuatu panggil saja aku." ucap Adel.

__ADS_1


Suasana menjadi canggung, keduanya berbicara tanpa bertatap muka. Albert mendorong kursinya masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Adel turun ke bawah menyiapkan sarapan dan juga ramuan untuk Albert.


"hari ini adalah hari yang sangat menyebalkan selama hidupku." gerutu Adel.


Dia membuka kulkas mengambil beberapa bahan makanan untuk di masak, Adel masih kepikiran dengan kejadian yang terjadi barusan sungguh dia sangat amat malu. Tiba-tiba Satria datang menghampiri Adel, dia melihat wajah Adel kusut seperti baju yang belum di setrika.


"nona, maaf mengganggu. Boleh saya berbicara sebentar denganmu nona?" tanya Satria.


"kalau mau nanya tinggal nanya aja, jangan banyak ngomong." sewot Adel.


Satria terkejut Adel tiba-tiba marah-marah padanya, dia sama sekali tidak mengerti dengan sikap Adel.


'aduh kok ngeri sekali kalau udah ngeliat nona Adel keluar khodamnya.' batin Satria.


"be-begini no-na, di perusahan sedang banyak masalah mau itu perusahaan tuan muda maupun perusahaan milik tuan Wiguna, kondisinya sekarang tuan Rasya sedang tidak ada disini saya tidak bisa menghandle semuanya sendirian, para kolega bisnis serta klien menanyakan tuan muda Albert." jelas Satria dengan hati-hati.


"terus? apa hubungannya denganku?" tanya Adel.


"tentu saja ada hubungannya, perusahaan membutuhkan tuan Albert jika bukan kepadamu pada siapa lagi aku minta tolong nona, aku bisa saja membawa tuan muda ke perusahaan tetapi di sisi lain aku takut penyakit mentalnya kambuh." ucap Satria.


"kau ini menyusahkan sekali sih, ya sudah kau berangkat duluan ke kantor biar aku yang akan membujuk Al untuk pergi ke sana, pastikan tidak ada wartawan yang meliput kedatangan kami" ucap Adel.

__ADS_1


***********


Niatnya mau up banyak, tapi apalah daya si kecil lagi sakit 😪 minta doanya ya temen-temen 😊


__ADS_2