Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Strategi


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Rasya.


"Orang suruhan Baskara pasti mencari daddy." ucap Edgar.


Edgar segera mengambil handphone nya, dia menghubungi Albert meminta bantuannya tak lupa ia juga menghubungi Leo. Selesai menelpon Edgar langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, benar saja dia melihat mobil yang ditumpangi ayah dan adiknya sedang diikuti oleh anah buah Baskara. Edgar menyalip salah satu mobil anak buah Baskara, ternyata ada dua buah mobil yang langsung berhenti.


Cekiiitt..


"Keluar!" titah Edgar.


Orang yang berada di dalam kedua mobil tersebut keluar, sekitar 8 orang jumlah seluruhnya. Albert datang ikut menghentikan mobilnya, dia keluar disusul oleh Adel.


"Apa mereka orangnya?" tanya Albert.


"Benar, merekalah orangnya." jawab Edgar.


"Ck, serahkan ini sama dinda kanda." ucap Adel dengan entengnya.


Krek..krekk..


Adel meregangkan otot-ototnya yang sudah lama tidak digunakan untuk menghajar orang, melihat musuh di depan membuat Adel tersenyum senang pasalnya dia sangatlah suka yang namanya berkelahi.


"Dinda jangan, bahaya biar kita saja para lelaki yang menghajarnya. Tolong kamu diam saja, mereka pasti membawa senjata aku takut kamu terluka." ucap Albert.


"Aauuhh, manis sekali suamiku tapi sayangnya istrimu ini tidak mau diam saja, jujur otot-ototku gatal melihat mereka." ucap Adel.

__ADS_1


"Jangan halangi kami atau kalian akan tahu akibatnya!" tegas salah satu pria berbadan besar.


"Oh tidak semudah itu ferguso, langkahi dulu mayat Edgar kalau kau berani." ucap Adel.


Edgar melongo mendengarnya, dia kira Adel akan menyebut namanya sendiri tapi kenapa malah dia. Salah satu anak buah Baskara maju menyerang Adel namun dengan mudahnya Adel menangkis semua serangannya, Albert dan Edgar ikut berkelahi diikuti oleh Rasya.


Bugh..Bughh.Bughh..


Krekk..


Suara yang sangat merdu di telinga Adel, dia berhasil mematahkan tangan lawannya. Jumlah lawan ada 8 orang, masing-masing melawan satu banding dua. Edgar mengeluarkan senjata tajam berupa pistol kemudian ia menarik pelatuknya ke arah lawan, Albert berhasil melumpuhkan lawannya sampai keduanya terkulai di bawah tanah.


Dor..Dor..


Edgar menembak lawan tepat mengenai kakinya, saat ini dia tidak peduli siapa yang menjadi lawannya dalam pikirannya hanyalah keselamatan adik dan juga ayahnya. Leo datang ketika semua lawan sudah berhasil dilumpuhkan, dia membawa kabar yang membuat Edgar semakin meradang.


"Brengsek! Tapi kemana lagi aku harus menyembunyikannya?" tanya Edgar frustasi.


"Tunggu aku akan menelpon tuan Arion, aku rasa kita butuh bantuannya sekarang." ucap Adel


Adel menghubungi seseorang yang bernama tuan Arion, beruntung panggilannya langsung tersambung.


"Hallo. Tuan ini aku Adelia yang pernah menolong anakmu, sekarang aku butuh bantuanmu tuan." ucap Adel.


"..."

__ADS_1


"Aku ingin menyembunyikan saudaraku yang sedang dalam bahaya, dia saat ini diincar oleh seseorang tuan." ucap Adel lagi.


"..."


"Oke! Aku mengerti tuan." ucap Adel seraya menutup telponnya.


tuut.


"Bagaimana sayang?" tanya Albert.


"Siapa Arion yang kau maksud?" tanya Edgar.


"Hadeuuh, udah kayak wartawan aja. Cepat hubungi anak buahmu yang membawa Satria, biarkan aku yang berbicara padanya." titah Adel pada Edgar.


Edgar mengikuti perintah Adel, dia menghubungi si botak yang ia perintahkan membawa Satria dan ayahnya.


"Ini, kau bicaralah." ucap Edgar menyodorkan hp nya.


Adel mengambil hp Edgar kemudian ia berbincang dengan si botak, dia memerintahkan si botak membawa Satria ke tempat yang ditujukkan oleh Arion.


"Kita ikuti Satria dari belakang, aku yakin akan ada lagi yang membuntuti mereka." ucap Adel.


"Kau benar, menurutku Al dan Adel ikuti Satria sampai ke tempat yang Adel maksud tadi biar aku dan Leo yang menjaga dari belakang." jelas Edgar.


Adel dan Albert menganggukkan kepalanya, mereka langsung masuk ke dalam mobil diikuti oleh Edgar dan yang lainnya. Di perempatan jalan si botak menurunkan jendalanya, dia melambaikan tangannya kepada Adel dan langsung saja Adel meminta Albert mengikuti mobil si botak. Edgar merubah rencanya dia menelpon Albert dan si botak untuk bertukar tempat, dia memerintahkan Satria dan ayahnya pindah ke mobil Albert sedangkan si botak satu mobil dengannya.

__ADS_1


"Botak kau ikut bersamaku, Satria dan ayah masuk ke dalam mobil Albert. Rasya kamu bawa mobilku karena aku ingin mengecoh orang suruhan kakek tua itu, Leo tolong kau jaga jarak." ucap Edgar.


__ADS_2