Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
jarum suntik


__ADS_3

Deg!!


Al melihat jarum suntik di atas meja, sedari kecil Albert sangat takut dengan benda yang bernama jarum suntik. Adel melihat perubahan wajah Al yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi tegang, Adel mengikuti arah mata Al yang menatap ke arah meja.


"kau takut jarum suntik?" tanya Adel.


Albert mennganggukkan kepalanya, Adel melongo dibuatnya.


"hah? Yang bener aja, masa wajah garang tapi takut jarum suntik sih?" tanya Adel heran.


"tuan muda itu takut jarum dari dulu, waktu kecil dia pernah di suntik sampai berdarah terus bengkak sampai di bawa ke rumah sakit untuk di tangani lebih lanjut." ucap Cindy.


"oh my wooww, gak cocok banget deh." cibir Adel.


"tenang saja, saya tidak akan menyuntikkan apapun ke tubuh tuan." ucap dokter Bambang.


Albert menghela nafasnya, Adel duduk berhadapan dengan dokter Bambang dan dokter Zico yang bertugas melakukan terapi untuk pasien yang memiliki penyakit tulang seperti Albert.

__ADS_1


"Zico ini adalah tuan Albert, dia mengalami kelumpuhan di kakinya akibat kecelakaan yang dialaminya dan juga kita harus memeriksa di bagian tubuhnya yang lain, atas laporan yang di berikan oleh nona Adel beliau hendak di celakai oleh seseorang menggunakan serbuk yang bisa mengakibatkan urat-uratnya menjadi tidak berfungsi." jelas dokter Bambang kepada dokter Zico.


Dokter Bambang meminta hp Satria yang sebelumnya di berikan oleh Adel, dokter Zico membaca file tersebut lalu meminta perawat mengambil beberapa ramuan untuk Albert.


" sambil menunggu ramuannya diambil, saya ingin membahas mengenai penyakit yang sedang di alami oleh tuan Albert, jadi menurut laporan yang tadi di sampaikan saya menyarankan kepada tuan Albert untuk mengikuti terapi rutin satu minggu tiga kali," ucap dokter Zico.


"baik dokter." jawab Adel.


Perawat masuk membawa beberapa botol ramuan, dokter Zico mengambilnya lalu menyodorkan ramuan tersebut kepada Adel.


Adel menganggukkan kepalanya paham, dia memasukkan ramuan yang di berikan oleh dokter Zico ke dalam tasnya.


"kapan Albert mulai melakukan terapinya dokter?" tanya Adel.


"lusa kalian bisa datang kembali, bawa baju ganti dan juga handuk kecil." jawab dokter Zico.


"baik dokter." ucap Adel.

__ADS_1


"jika sudah tidak ada yang ingin di tanyakan lagi, kalian boleh kembali pulang dan kembali lagi lusa." ucap dokter Zico.


"siap dokter." ucap Adel.


"terima kasih dokter atas waktunya." ucap Yusuf.


Yusuf berjabat tangan dengan dokter Zico dan dokter Bambang, diikuti oleh surya dan Albert, namun saat Adel hendak berjabat tangan dengan dokter Albert lahgsung menarik tangan Adel.


"apaan sih." sewot Adel.


"kau tidak perlu ikut-ikutan," ucap Albert datar.


"emang kenapa?" tanya Adel.


"jangan banyak tanya turuti saja ucapanku." ucap Adel.


Yusuf berpamitan kepada dua dokter tersebut, lalu ia mendorong kursi roda menantunya keluar. Wajah Albert datar ia tak menunjukkan ekspresi, Adel pun bingung melihat perubahan sikap Albert yang berubah-ubah seperti bunglon.

__ADS_1


__ADS_2