Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
istri sholehah


__ADS_3

Di dalam mobil.


" sudahlah jangan pedulikan mereka, mau bicara sampai berbusa pun biarkan saja lagian apa yang kita lakukan tidak merugikan mereka." ucap Yusuf.


"ini nih yang Adel gak suka dari ayah sama ibu, kalian terlalu baik dan sabar menghadapi mereka yang suka julid, apalagi si markonah fitnahnya gampang banget nyebar ngerembet kayak api, jadi manusia itu harus bisa menempatkan kepada siapa kita harus baik dan kapan kita harus melawan, apa ayah ibu lupa bagaimana mereka memperlakukan kalian dulu jika aku diam saja tidak membalas semua perbuatan mereka? Dulu Adel emang nakal Cindy juga tau pergaulan Adel, tapi si markonah fitnah Adel hamidun sampai kalian mau di usir buktinya sekarang Perut Adel ramping-ramping aja." gerutu Adel.


Yusuf dan Fatimah terdiam apa yang Adel katakan ada benarnya, Cindy menganggukkan kepalanya sejak dulu memang Adel adalah murid yang bisa di bilang nakal, sering bolos, suka nongkrong bersama Farid dan yang lainnya sampai pulang malam tapi senakal-nakalnya Adel dia masih bisa menjaga dirinya sendiri.


"yang di katakan Adel benar ayah, ibu, sebarbarnya seorang Adel dia gak pernah sampai membiarkan dirinya di rusak orang lain" bela Cindy membenarkan ucapan Adel.


Albert jadi penasaran dengan apa yang sudah dilalui oleh Adel selama hidupnya, dia memegang tangan Adel dan menyunggingkan senyumnya.


"tenangkan dirimu." ucap Albert.

__ADS_1


Adel menghela nafasnya pelan, dia mencoba menenangkan dirinya yang emosi mengingat masa lalu yang penuh rintangan menghadapi netizen sablengnya.


"ahhh senyummu kakanda membuat jantungku seakan ingin loncat dari tempatnya." ucap Adel menggoda Albert dengan memegang dadanya.


Dikala dirinya sedang emosi pun Adel masih sempat-sempatnya menggoda Albert, Cindy melemparkan gumpalan tisu ke wajah Adel dia sudah serius menanggapi ucapan Adel sahabat sekaligus kakak iparnya itu malah berujung geram sendiri dibuatnya.


"jangan salah, kakak gue emang ganteng loe jangan lebay deh kayak yang gak pernah liat laki handsome aja di dunia ini." ucap Cindy.


"terima kasih kau selalu membelaku dan juga menghiburku." ucap Albert.


"utututuuuu co cweet." ucap Cindy baper sendiri.


"sirik aja loe, dasar cewek gak laku." sahut Adel.

__ADS_1


Cindy mengerucutkan bibirnya. Dia menatap Satria yang sedang fokus menyetir mobil, dia dengan sengaja menyandarkan kepalanya di bahu Satria. Adel menarik rambut Cindy, sedangkan Satria tubuhnya sudah menegang saat Cindy bersandar di bahunya bukan hanya itu saja di takut melihat tatapan mata Albert dari kaca depan mobil.


Glekk..


'tamatlah riwayatku' batin Satria.


"apa sih narik rambut segala?" omel Cindy.


"masih sempet aja loe nempel kayak cicak, kasian Satria nanti gatel-gatel." ucap Adel.


"emang gue ulet bulu apa? Lagian Satrianya juga fine fine aja, ya kan yayang?" ucap Cindy.


Satria tidak menanggapi ucapan Cindy dia diam saja dia takut di telan hidu-hidup oleh Albert, Albert memasang wajah galaknya pada adiknya itu, Cindy melihat dari kaca di depannya tatapan Albert sangatlah menakutkan sehingga dia kembali duduk di tempatnya.

__ADS_1


'hadeuuhh kapan dapet yayang kalau begini caranya, kak Al serem banget kalo udah mode singa hiihh.' batin Cindy bergidik ngeri.


__ADS_2