
Satria dan Rio mengikuti arahan Edgar, mereka langsung bertukar posisi. Albert langsung melajukan mobilnya lebih dulu meninggalkan Edgar, dengan jeli Edgar melihat kearah belakang mobil yang mana sebuah mobil berwarna hitam terus mengikutinya.
"Bawa mobilnya ke jalan yang sepi." titah Edgar.
"Baik tuan." ucap si botak.
Si botak membelokkan mobilnya menuju jalan yang sepi diikuti oleh Rasya, Leo tetap mengawasi Edgar dari kejauhan. Sampai ditempat yang sepi Edgar keliar dari mobilnya, mobil yang mengikutinya pun ikut berhenti dan tak berselang lama mereka bertarung.
Disisi lain Albert menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Adel jadi ketar-ketir sendiri pasalnya dia takut Albert ceroboh dan melakukan kesalahan yang sama seperti dulu.
"Kakanda pelan-pelan ih." omel Adel.
"Tenang saja, kita pasti baik-baik saja." ucap Albert.
Adel berdecak kesal kepada suaminya, sesuai araha sang istri mobil yang ditumpangi oleh Albert sudah sampai di sebuah rumah yang tak kalah mewahnya dari rumah Albert.
"Kau yakin ini rumahnya sayang?" tanya Albert memastikan.
"Di telpon sih bilangnya gitu, alamatnya di jalan xxx terus rumahnya gede warna abu-abu." jawab Adel.
Seorang pria keluar menyambut kedatangan Adel didampingi oleh seorang perempuan dan anak kecil disampingnya, Pria tersebut adalah Arion yang terkenal di dunia mafia.
"Kau sudah sampai rupanya? Cepat sekali." tanya Arion.
"Tentu saja cepat tuan, orang udah dikejar ya kita gass aja." jawab Adel.
__ADS_1
"Mari masuk." ucap Lily istri dari Arion.
Adel dan yang lainnya mengikuti Arion dan Lily masuk kedalam rumahnya, Satria dan Rio menatap bingung karena mereka belum mengerti sebenarnya mereka mau dibawa kemana.
"Duduklah." ucap Arion.
Adel duduk disamping suaminya, Satria dan juga Rio duduk bersebrangan dengan Adel. Pelayan datang menyajikan makanan dan minuman untuk para tamu yang datang, kehadiran Adel disambut dengan baik oleh keluarga Arion.
"Boleh aku bertanya Adel?" tanya Arion.
"Tanyakan saja." jawab Adel.
"Mana orang yang ingin kau amankan? Dan siapa orang yang mengincarnya dan alasannya apa?" tanya Arion beruntun.
"Aku sih tidak tahu yang sebenarnya terjadi, yang pastinya dia Satria dan juga ayahnya baru di pertemukan kembali setelah bertahun-tahun dipisahkan oleh kakeknya, untuk alasan yang jelas kami belum mengetahui apa motif yang di lakukan oleh tuan Baskara." ucap Adel.
"Benar, dia adalah pengusaha. Ayahku Baskara memisahkan aku dengan istriku sejak bayi kami lahir, Edgar dan Satria adalah anak kembar namun tak identik saat itu ayahku mengancamku untuk meninggalkan istriku dan menikah dengan perempuan pilihannya. Aku tidak mau mengorbankan tiga nyawa orang yang paling aku sayangi, untuk itu aku memutuskan membawa salah satu anakku dan menikahi perempuan pilihannya. Aku mengira semuanya sudah selesai ternyata istri keduaku sering menggangu istri pertamaku sampai dia kini telah tiada, dan sekarang setelah aku berkumpul dengan kedua anakku ayahku kembali ingin memisahkan kita aku tidak mengerti apa maunya." jelas Rio.
"Hemm, cukup rumit! Tapi kalian tenang saja aku akan membantu kalian, untuk sementara kalian berdua tinggallah disini karena keamanan disini sangat dijaga ketat jadi tidak ada orang yang sembarangan masuk kesini." ucap Arion.
Adel kembali berbincang dengan Arion, Satria hanya menyimak semua perbincanga. Antara majikan dan juga ayahnya.
"Tuan Albert kau bisa ikut aku sebentar?" tanya Arion.
"Tentu saja." jawab Albert.
__ADS_1
"Aku ikut." ucap Adel.
"Baiklah, ayo." ajak Arion.
Arion mengajak Albert dan Adel ke ruangan rahasia miliknya, dia meminta data lengkap Baskara agar anak buahnya bisa melacak keberadaannya. Albert memanggil Rio sebentar menanyakan data Baskara, setelah mendapatkannya Albert kembali masuk kedalam ruang rahasia Arion.
"Oh ternyata Baskara ini yang kau maksud? heh mudah sekali untukku meringkusnya." ucap Arion.
"Maksudmu?" tanya Albert.
"Dia mantan anak buah ayahku dulu, backingannya dia juga aku tahu siapa." jawab Arion.
Arion meminta anak buahnya meretas keamanan Baskara, dia mengatur strategi untuk menyerangnya secara diam-diam. Albert juga meminta Arion melacak keberadaan Clarissa, dia menceritakan alasan dibalik kematian ayahnya.
"Kau anak Wiguna?" tanya Arion.
"Iya, lebih tepatnya anak sulungnya." ucap Albert.
"Jadi dia sudah meninggal? Oh ya ampun, kenapa aku tidak tahu kalau wiguna sudah meninggal." ucap Arion.
"Kau kenal dengan ayahku?" tanya Albert.
"Dia adalah orang yang sudah ku anggap kakakku sendiri." jawab Arion.
"Benarkah? Aku dan daddy mengalami kecelakan mobil sampai akhirnya daddy meninggal dan aku pun dinyatakan lumpuh." jelas Albert.
__ADS_1
"Tapi kulihat kau bisa berjalan dengan normal." ucap Arion.
"Tentu saja, aku bisa berjalan berkat bantuan istriku." ucap Albert.