
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh kedua pasangan yang akan melangsungkan pernikahannya. Rio begitu terharu melihat anak bungsunya kini hanya tinggal menghitung jam dia akan melepas masa lajangnya, Edgar mendekap tubuh Satria rasanya ia tidak rela melepas adiknya Yang baru saja di pertemukan kembali kini harus berpisah lagi.
"Anakku sudah besar, jadilah suami yang bertanggung jawab dan jangan pernah kau lukai hati wanita pilihanmu. Aku harap kau tidak sepertiku yang kehilangan wanita paling berharga dalam hidupku hanya karena aku lemah, sayangi istrimu sebagaimana kau menyayangi ibumu." ucap Rio.
"Benar kata daddy Satria, aku sebagai kakakmu hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu meskipun sejujurnya aku tidak rela jika harus melepasmu, tetapi aku juga harus menghargai setiap keputusanmu." ucap Edgar.
"Terimakasih untuk semuanya, aku pasti merindukan kalian berdua. Setelah kami menikah aku harap kalian mau mengunjungi rumahku, sejujurnya aku juga masih ingin berkumpul dengan kalian tetapi disini aku ingin mandiri tidak mau menyusahkan orang lain lagi, aku dan Cindy juga akan memulai usaha dari nol tanpa harus bergantung pada keluarga kita masing-masing." ucap Satria.
"Apapun kelutusanmu daddy pasti akan mendukungnya." ucap Rio.
Edgar dan Satria memeluk tubuh ayahnya, Rio menangis sesenggukan di pelujan kedua anaknya. Di hari bahagia Satria ia tidak bisa berkumpul dengan Nadia, tetapi disisi lain Rio juga bahagia karena masih bisa berkumpul dengan kedua anak-anaknya.
Pernikahan Satria dan Cindy dilangsungkan di kediaman Wiguna dengan tema outdoor. Cindy sudah di dandani sedemikian rupa oleh MUA terkenal, Adel dan Indah ikut menemani Cindy yang kini sudah terlihat cantik dan anggun dengan balutan kebaya putih yang dipakainya.
"Hiks..Anak mommy cantik sekali." ucap Indah terharu.
"Mommy jangan nangis, kalau mommy nangis Cindy jadi ikutan nangis." ucap Cindy mengipas-ngipaskan tangannya keaeah mata yang sudah memanas.
"Mommy terharu nak, mommy nangis bahagia karena sekarang anak bungsu mommy sudah menemukan pilihannya." ucap Indah.
__ADS_1
"Makasih mom udah restuin hubungan aku sama Satria," ucap Cindy.
"HUAAA.." tiba-tiba Adel menangis dengan keras membuat Cindy dan Indah terkejut.
"Adel gue pasti kangen sama loe, loe tenang aja gue pasti sering-sering datang kesini sama Satria." ucap Cindy.
Adel semakin menangis mendengar ucapan Cindy, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi tenggorokannya serasa tercekat.
"Adel udah dong nangisnya, kasihan nanti debaynya ikutan nangis loh nak." ucap Indah.
"Cindy gue nangis bukan karena gak rela loe nikah, tapi awasin kaki loe dari kaki gue njir rasanya sakit banget mana tuh sepatunya berat lagi." sewot Adel menunjuk kearah kakinya.
"Uppss, sorry del gue gak sengaja." ucap Cindy langsung menarik kakinya.
"Wadoohhh." ucap Cindy panik.
Albert langsung masuk kedalam kamar Cindy saat mendengar suara istrinya menangis memanggil namanya, melihat suaminya datang Adel langsung menghambur ke pelukan Albert.
"Kakanda kaki dinda sakit." rengek Adel.
__ADS_1
"Sakit kenapa sayang?" tanya Albert.
"Huhuhu.. Cindy nginjek kaki dinda, lihat nih kakinya merah." ucap Adel menunjuk kakinya yang merah karenabtak sengaja terinjak oleh Cindy.
Albert memeriksa kaki Adel yang terlihat merah, dia menatap kearah Cindy dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Viss kak, Cindy beneran gak sengaja." ucap Cindy mengangkat jarinya membentuk huruf V.
Albert ingin sekali memarahi adiknya karena membuat istrinya menangis jika ia tidak mengingat hari ini Cindy akan menikah, Albert mulai kewalahan dengan perubahan mood Adel yang sering berubah-ubah.
"Sudah ya sayang, Cindy gak sengaja kok nanti kakanda obatin ya." ucap Albert dengan lembut.
"Heem, tapi sun dulu." pinta Adel.
Cup.
Albert langsung mengecup pipi Adel di bagian kanan dan kirinya, wajah Adel seketika langsung berubah bahagia mendapat kecupan dari sang suami.
"Dasar kakak ipar sengklek." cibir Cindy.
__ADS_1
"Udah Cindy kamu diem deh, Adel itu lagi hamil moodnya gampang rusak jadi kamu jangan mancing-mancing deh bisa-bisa kita semua kena getahnya." bisik Indah di telinga Cindy.
"Sorry mom, lupa." ucap Cindy.