Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Peralatan bayi


__ADS_3

Albert tak meneruskan ucapannya, dia mendengar suara mobil yang di depan rumahnya. Adel menyimpan cemilannya di meja, dia berjalan keluar dan dilihatnya sebuah truk berwarna kuning tengah parkir dihadapan rumah mengeluarkan barang dari dalamnya.


"Kakanda habis pesen barang kah?" tanya Adel.


"Enggak." jawab Albert menggelengkan kepalanya.


"Lah itu truk ngeluarin barang pesenan siapa? Kok ada stroller segala?" heran Adel.:


Albert ikut keluar melihatnya, betapa terkejutnya Albert melihat semua perlatan bayi yang begitu banyaknya. Indah, Cindy dan juga Satria mendengar suara truk yang begitu nyaring, mereka keluar dari mansion langsung melongo dibuatnya.


"Loh Al kamu belanja pakaian bayi kok banyak banget?" tanya Indah.


"Bukan Al mom, justru Al sama Adel juga bingung kok ada yang ngirimin peralatan bayi sebanyak ini buat apa? Lahiran Adel juga masih lama." jawab Albert bingung.


Seorang pria menghampiri Albert untuk meminta tandatangannya.


"Atas nama tuan Albert Satya Wiguna?." tanyanya.


"Iya betul." jawab Albert.

__ADS_1


"Tolong tanda tangan di bawah sini." ucap Pria tersebut menyodorkan buku kuitansi pada Albert.


"Tunggu dulu, tapi saya kan gak pesen barang sebanyak ini?" heran Albert.


"Sebentar, saya coba tanyakan pada teman saya yang ada di toko." ucapnya.


Pria tersebut mengambil teleponnya kemudian menghubungi temannya di seberang, ia menanyakan siapa yang sudah memesan barang yang kini sudah diantar ke alamat tujuan.


"Orang yang sudah memesan dan meminta kami mengantarkan semua barang ini adalah tuan Rasya dan juga tuan Edgar." ucap pria tersebut.


Adel membulatkan matanya sempurna, dia terkejut ternyata dua biangkerok yang sudah memesan barang sampai satu truk untuk calon anaknya. Albert menandatangani kwitansi senagai bukti serah terima barang, setelah semuanya beres dan barang sudah dikeluarkan mobil truk pun keluar dari mansion.


"Ya gapapa juga kali, nanti loe gausah beli baju buat anak loe del." ucap Cindy.


"Ya kan gue gak tahu anak gue cewek apa cowoknya, orang gue masih di rahasiain kok biar kek kejutan gitu." ucap Adel.


"Udahlah del gapapa, nanti kan masih bisa di pake atau dibagiin ke orang-orang yang butuh biar jadi bermanfaat, " ucap Indah.


"Satria tolong panggilin pak Ahmad sama pelayan yang lain buat beresin barangnya." ucap Albert.

__ADS_1


"Baik." seru Satria.


Satria menyusul pak Ahmad yang sedang berada di halaman belakang rumah, dia menyuruh pak Ahmad memanggil beberapa pelayan untuk datang kedepan sesuai perintah Albert.


Tak lama kemudian mobil Rasya tiba di mansion, dia melihat para pelayan sedang membereskan semua barang yang sudah di pesannya. Keduanya turun dari dalam mobil dengan tersenyum, berbeda dengan Adel yang menunjukkan wajah yang kurang bersahabat menatap kedua orang yang dengan pedenya berjalan kearahnya.


"Widdihh cepet juga sampainya." ucap Rasya.


"Ngapain loe berdua belanja baju bayi?" tanya Adel.


"Kok ngapain sih madam? Ini sebagai salah satu antusiasme kita menyambut baby yang ada didalam perut madam, kita kan gak sabar nunggu dia lahir kebetulan kita juga lagi di mall gak sengaja lewat toko peralatan bayi terus las lagi milih pada bagus semua yaudah deh gas bungkus." jawab Rasya.


"Kenapa gak sekalian sama baju hamilnya sih Sya?" heran Adel.


"Bolleh juga, tinggal pesen aja nanti Sya yang bayarin." ucap Rasya.


"Enak aja, emangnya kamu pikir kakakmu ini gak punya uang apa?" sewot Albert tak terima.


"Udah, Stop! Jangan ribut lagi, pusing mommy dengernya." ucap Indah.

__ADS_1


__ADS_2