
Satria pergi dari mejanya, dia lari ke toilet berusaha mengeluarkan air kobokan yang telah di minumnya.
"Sialan pak Ahmad ngerjain mulu daritadi." gerutu Satria.
Cindy melihat Satria lari ke toilet, dia pun langsung bangkit dari duduknya menyusul Satria.
"guys gue ke toilet dulu bentar." ucap Cindy kepada teman-temannya.
"Mau di temenin gak?" goda Farid.
"Kagak usah gue udah pinter cebok sendiri." ucap Cindy.
"Astoge tuh lambe." ucap Nabila.
"Yaudah sono keburu banjir disini." Ucap Luna.
Fafid terkekeh geli mendengar jawaban spontan dari Cindy, Nabila menyumpal mulut Farid dengan kue bolu agar diam. Cindy mengetuk pintu toilet yang tak jauh dari acara dadakan yang dibuat Albert, dia khawatir terjadi sesuatu pada pria yang sangat dicintainya.
Tok..tok..tok..
"huueeekk..."
"Aduuh ayang beb kenapa? Apa dia ngidam ya?" tanya Cindy pada dirinya sendiri.
Ceklek.
"Astagfirullah." Ucap Satria memegang dadanya.
__ADS_1
Satria terkejut melihat Cindy yang tiba-tiba berdiri dihadapannya, dia hampir terjengkang kebelakang saking kagetnya.
"Ayang kenapa kok kaget gitu?" tanya Cindy.
"ya kamu ngapain tiba-tiba berdiri disini?." tanya balik Satria.
"Aku tadi liat kamu lari kesini makanya aku ikutin, pas ngetuk pintu aku dengar kamu kayak orang muntah, kamu gak ngidam kan?" tanya Cindy.
"Mana ada cowok ngidam ngaco aja kamu." ucap Satria.
"Ya ada lah, kamunya aja yang gak tau." ucap Cindy.
Satria masih dalam mode cemburu, dia merapikan pakaiannya dan berlalu dari hadapan Cindy.
"Kok gue ditinggal sih?" tanya Cindy pada dirinya sendiri.
Satria melipat kedua tangannya, alisnya bertaut dan wajahnya menyiratkan kemarahan. Pak Ahmad tidak memperdulikan bagaimana ekspresi Satria saat ini, dia malah sibuk dengan makanannya sendiri.
" Ya terus?" tanya Satria jutek.
"Kok kamu jutek gitu sih." ucap Cindy.
"Kamu urusin aja temen-temen kamu sana, gausah peduliin aku gak penting." ucap Satria merajuk.
"Kamu marah ya sama aku?" tanya Cindy.
"Pikir aja sendiri." ucap Satria.
__ADS_1
Satria kembali pergi meninggalkan Cindy, pak Ahmad menjadi penonton setia drama cinta Satria dan juga Cindy layaknya menonton layar bioskop.
Saat sedang berjalan sekilas Satria melihat dengan sudut matanya Cindy masih tetap dengan posisinya.
'kok dia gak ngejar sih, nyebelin banget' gerutu Satria dalam hati.
"Tuh orang kenapa sih gak jelas banget." gerutu Cindy.
"Wajar lah non namanya juga orang cemburu." ucap Pak Ahmad.
"Isshh.. Nyebelin banget sih." kesal Cindy.
Berbeda dengan Satria dan Cindy yang sedang membuat drama, Adel dan Albert kini sedang di mabuk asmara. Sedari tadi Adel terus senyum-senyum sendiri seperti orang gila, begitu pula Albert yang tak hentinya menatap wajah Adel.
"Udah dong jangan liatin aku terus kayak gitu, malu tahu." ucap Adel menutup matanya.
"Wajahmu enak untuk di pandang." gombal Albert.
"aaahhh.. Kiyuutt." Hati Adel langsung meleleh.
"Kau ini." ucap Albert mencubit hidung Adel.
Adel dan Albert saling melempar senyuman satu sama lain, sungguh bahagia bisa berdampingan dengan orang yang kita cintai apalagi orang tersebut menerima segala kekurangan serta kelebihan yang kita punya.
"Nak Al, boleh minta waktunya sebentar ada sesuatu yang mau ayah katakan." ucap Yusuf.
"Katakan saja ayah." ucap Albert.
__ADS_1
"Kita bicara diluar saja." ucap Yusuf.
Albert pamit keluar bersama ayah mertuanya kepada Adel, Adel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban walaupun di dalam hatinya bertanya-tanya apa yang akan ayahnya bicarakan dengan suaminya itu.