
Disisi lain Clarissa datang menemui kakek Edgar yang bernama Baskara Giomani, dia mengadu kepada Baskara mengenai sikap Edgar.
"Pa, aku harus gimana ini? Edgar sudah tahu kalau aku bukan ibu kandungnya dan dia juga sudah tahu kalau Nadia lah ibu yang sebenarnya, aku gak mau kehilangan mas Rio pa." keluh Clarissa.
"Gak akan pernah terjadi selama aku masih hidup di dunia ini, tidak ada yang bisa melawanku sekalipun itu cucu kesayanganku." ucap Baskara dengan santainya.
"Bagaimana kalau dia tahu akulah yang sudah melukai Nadia? Semua kartuku di blokir oleh Edgar, sekarang apa yang aku lakukan?" tanya Clarissa cemas.
"Kau ini perkara kartu saja heboh, kau lupa akulah pemilik semua aset yang saat ini di pegang Edgar hah? Dia cuma robot yang aku gunakan untuk menjalankan perusahaan, masalah kartu kau bisa minta lagi padaku gampang kan?" jawab Baskara dengan entengnya.
"Iya juga ya?" gumam Clarissa.
__ADS_1
Clarissa meminta kartu kredit kepada Baskara, dengan senang hati Baskara memberikan kartu no limit kepada Clarissa. Keduanya tak menyadari kehadiran Rio yang berdiri di ambang pintu, mereka asyik bercengkrama sampai akhirnya Rio memutuskan untul pergi meninggalkan rumah Baskara. Awalnya Rio ingin mengunjungi ayahnya meskipun apa yang dilakukan oleh ayahnya selama ini padanya membuatnya menderita, namun disisi lain dia tetaplah ayahnya karena darah lebih kental dari air.
'Jadi Clarissa mencelakai Nadia? Kapan? Bagaimana keadaan Nadia saat ini? Semoga dia masih hidup dan baik-baik saja' batin Rio.
Adel masuk kedalam kamar Indah, dia melihat mertuanya sedang meringkuk memeluk foto suaminya. Adel duduk disamping Indah, dia menepuk lembut tangan Indah seolah memberikan kekuatan padanya.
"Mom, makan dulu ya?" ajak Adel.
"Mommy tidak lapar del." jawab Indah.
"Hihi, kau ini ada-ada saja." ucap Indah terkekeh.
__ADS_1
"Mom, aku tahu mommy sedih tapi dengan mommy begini tidak akan membuat daddy kembali. Adel mohon mommy jangan menyiksa diri mommy sendiri, masih ada anak mommy yang membutuhkan mommy mereka pasti ikut sedih kalau mommy sedih terus Adel juga bakalan ikut sedih loh mom, gimana nanti dapet cucunya kalau Adel ikut kepikiran sama kondisi mommy." ucap Adel.
Indah menyimpan foto suaminya disamping tubuhnya, dia mendudukkan tubuhnya bersandar di kepala ranjang. Indah tersenyum kearah Adel, dia tahu Adel pasti berusaha menghibur dirinya dan itu sukses dilakukannya tetapi kesedihan tetap saja masih ada di dalam hatinya.
"Semua makhluk pasti akan mati mom, setiap manusia dan hewan pun memiliki takdirnya masing-masing. Ada yang meninggal karena sakit, kecelakaan dan tiba-tiba saja meninggal walaupun tubuhnya sehat semua sudah ada yang mengaturnya, mungkin memang ini takdir yang harus daddy terima." ucap Adel.
"Iya sayang, maafkan mommy ya. Bukannya mommy berlarut dalam kesedihan, kehilangan orang yang kita cintai di dunia ini tidaklah mudah butuh waktu untuk bisa membuat kita tenang." ucap Indah.
"Aku mengerti, tetapi kalau sampai mommy lupa makan dan istirahat daddy nanti sedih loh mom percaya deh sama Adel." ucap Adel.
"Iya mommy percaya sama kamu, tapi untuk sekarang mommy hanya butuh waktu sampai semuanya terbongkar dan pelaku dihukum sesuai dengan apa yang ia perbuat, mommy tidak terima karena dendamnya dia sampai berbuat nekat mencelakai kami sekeluarga sampai daddy maninggal dunia, disini mommy hanya butuh keadilan del hikss.." ucap Indah sambil menangis.
__ADS_1
"Mom aku yakin mas Al pasti akan menyelesaikan semuanya, kita berdoa agar pelaku bisa mempertanggung jawabkan kesalahannya sesuai dengan apa yang ia perbuat, mommy harus tetap jaga kesehatan karena sepertinya masalah ini bukanlah masalah sepele terlebih lagi dia ada backingannya." ucap Adel.
"Iyadan orang yang ada di belakangnya bukanlah orang sembarangan." ucap Indah.