
Disisi lain Edgar memanglah malu ,tapi disisi lain dia sangatlah senang karena ia bisa menemukan kehangatan dari keluarga Albert. Sejak masalahnya selesai dan ia dipertemukan kembali dengan saudara kandungnya Edgar seringkali mengunjungi rumah Indah, dia mendapatkan kasih sayang seorang ibu dengan tulus dari Indah yang tak pernah ia dapatkan dari siapapun karena ia terpisah dari ibunya Clarissa pun seringkali sibuk dengan urusannya sendiri dan menuntut Edgar untuk selalu sempurna dalam bidang apapun.
'Sampai kapanpun aku takkan melupakan kehangatan ini, terimakasih kalian telah memberikan aku hal-hal baru yang tak pernah aku lakukan dan temukan selama hidup di dunia ini' batin Edgar.
Capek mengobrol dan tertawa Indah mengajak anak-anaknya dan pak Ahmad untuk makan siang bersama, semuanya bangkit dari duduknya kecuali si bumil yang sedang menikmati salad buahnya.
"Edgar ayo, makan yang banyak jangan sungkan ya anggap saja ini rumahmu sendiri." ucap Indah.
Semua orang di meja makan menikmati makan siangnya dengan khidmat, sesekali Albert melihat wajah Edgar terlihat seperti menahan tangis tetapi ia tak ingin merusak suasana jadi ia memutuskan untuk diam saja.
'Edgar kenapa ya?' batin Albert.
Sore harinya.
__ADS_1
Albert dan Adel sudah bersiap pergi ke rumah sakit, mereka ingin melihat calon buah hati yang kini telah hadir di perut Adel. Indah sebagai calon nenek tentunya dia ikut serta cek kandungan Adel, dia ingin melihat cucu pertamanya.
Albert duduk di belakang bersana istrinya, sedangkan Indah duduk di depan bersama sang supir. Di belakang Albert terus mengusap-usap perut Adel yang masih rata, dia tidak sabar menunggu kehadiran sang buah hati.
"Kamu mau anaknya cewek atau cowok sayang?" tanya Albert.
"Maunya sih cowok mas, tapiya kalau dikasih cewek juga gapapa aku bakal tetep sayang sama anak aku sendiri." ucap Adel.
Cup.
"I love you sayangkuh." ucap Albert memeluk Adel.
"I love you more kakandakuh." jawab Adel membalas pelukan Albert.
__ADS_1
"Jadi nyamuk deh mommy nak," ucap Indah geleng-geleng kepala melihat keromantisan Albert dan Adel.
Meskipun menjadi nyamuk diantara pasangan bucin itu Indah tetap merasa bahagia jika melihat anak-anaknya bahagia, Adel dan Albert hanya menyunggingkan senyumnya kearah Indah.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Albert sudah sampai di rumah sakit, Albert begitu posesif kepada Adel saat hendak turun dari mobil. Albert menyuruh Adel untuk tetap menunggunya di mobil, sedangkan dirinya mengambil kursi roda untuk Adel.
"Ayo sayang, biar aku gendong ya." ucap Albert.
"Mas, kan aku enggak sakit?" tanya Adel heran.
"Sudah jangan protes, ini demi kebaikan kamu dan juga anak kita." jawab Albert.
Adel menatap tak percaya pada suaminya, dia menggeleng-gelengkan kepalanya merasa risih sendiri.
__ADS_1
'Lakik gue kesambet apa sih? Please deh cuy, gue bukan orang sakit huhuhu kalo kayak gini caranya lama-lama gue bisa gila, awal hamil aja udah kek gini? Apalagi nanti pas perut gue ngembang? Wah gak bisa dibiarin ini' batin Adel.