
Sampai di klinik ..
Huek.. Huek...
Adel menepuk keningnya melihat ibunya mengeluarkan isi perutnya, sedangkan Yusuf membantu memijat tengkuk Fatimah.
" pantes daritadi ibu diem aja, ternyata oh ternyata ibu mabuk guys." ucap Adel.
"makanya ibu gasuka naik mobil, mending naik motor aja." ucap Fatimah lemas.
"hahahha.. Aduh ibu sekarang mah harus terbiasa kan punya menantu sultan mobilnya berjejer tinggal pilih aja, biar gak kepanasan dak kehujanan kalo pake motor mah nanti ibu gak bisa glowing." ucap Cindy dengan tertawa.
Satria mengeluarkan kursi roda dari bagasi lalu membuka pintu mobil Albert, Adel keluar terlebih dahulu membantu suaminya untuk duduk sedangkan Yusuf membantu istrinya turun dengan memapahnya.
"ibu tunggu saja di luar sama nak Cindy, biar ayah sama Adel dan juga nak Satria yang masuk ke dalam." ucap Yusuf.
Fatimah menganggukkan kepalanya, Adel mendorong kursi roda suaminya masuk ke dalam klinik, Satria masuk daftar ke bagian resepsionis sedangkan yang lainnya menunggu di luar.
" nak Satria coba tanyakan pada bagian resepsionis dokter tulang yang bernama pak Bambang ada atau tidak? jika Ada kita konsultasi padanya dia yang paling ahli disini." titah Yusuf.
"baik tuan." ucap Satria.
Satria kembali masuk ke dalam, dia menanyakan dokter yang di maksud oleh Yusuf. Adel terus menguap matanya mulai mengantuk, Albert meniup mata Adel yang mana membuat Adel semakin mengantuk.
"hoooaammm..."
Wwuusshhh
"gabut banget sih, jadi makin ngantuk nih boss." ucap Adel.
__ADS_1
"tidur saja, nanti aku akan membangunkanmu." ucap Albert.
Adel menyandarkan kepalanya dengan melipat kedua tangannya di dada, matanya mulai terpejam. Albert mengambil hp nya memotret wajah Adel, dilihatnya Adel seperti kelelahan karena setiap harinya ia mengurus segala keperluan Albert dari mulai membuka mata sampai menutup matanya kembali.
Beberapa saat kemudian.
Seorang perawat datang menghampiri Albert dan yang lainnya.
" Tuan Albert." panggil perawat.
"iya, dengan saya sendiri." ucap Albert.
"dokter Bambang menunggu anda di ruangannya, mari ikut saya." ucap perawat.
Yusuf membangunkan Adel, sebenarnya Albert tidak tega membangunkan Adel namun Yusuf lebih dulu membangunkannya. Adel menggeliatkan tubuhnya dan mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu, setelahnya dia mendorong kursi roda suaminya mengikuti perawat yang memanggil suaminya.
" masuk" sahut dari dalam.
Ceklek.
Perawat masuk diikuti oleh Adel dan yang lainnya, dokter menyambut kedatangan Albert dengan ramah. Yusuf berjabat tangan dengan dokter Bambang, Albert di suruh berbaring di brankar oleh dokter Bambang. Adel membantu suaminya untuk berbaring menggotongnya dengan bantuan Yusuf dan Satria.
" biar aku periksa." ucap dokter Bambang.
Dokter Bambang memeriksa kedua kaki Albert, setelah menemukan masalahnya dokter Albert meminta Adel dan Yusuf ikut dengannya sedangkan Albert kembali di dudukkan di kursinya.
"bagaimana dengan kaki Al dok?" tanya Adel.
"apa pasien mengalami kecelakaan?" tanya dokter.
__ADS_1
"iya, beberapa bulan lalu dia mengalami kecelakaan mobil dan mengalami trauma, kakinya lumpuh dan depresi tapi sekarang mentalnya lebih baik dari sebelumnya." jawab Adel.
"apa masih ada kesempatan nak Al untuk sembuh dokter?" tanya Yusuf.
"kakinya masih bisa di sembuhkan, tapi sebelum itu mentalnya harus kembali normal seperti semula, seperti pasienku sebelumnya jika mentalnya belum pulih sepenuhnya maka akan susah untuk sembuh, keinginan yang kuat akan mempercepat penyembuhan jika pikirannya terus di baluti dengan rasa takut maka kemungkinan untuk sembuh sangatlah kecil." jelas dokter Bambang.
"jadi, apa yang harus aku lakukan?" tanya Adel.
"obat yang ku berikan kebanyakan berbahan herbal, jadi aku akan memberikan ramuan yang harus diminum setiap hari sebelum tidur dan di pagi hari." ucap dokter.
Dokter Bambang menuliskan ramuan yang harus di berikan kepada Albert, Adel meminta hp Satria dia membuka file yang di berikan oleh Burhan dan menunjukkannya kepada dokter Bambang.
"dokter sebelumnya ada orang yang berniat mencelakai suamiku, dia memberikan serbuk yang bisa menyebabkan urat-urat tidak berfungsi jika di konsumsi terus menerus, tapi sejauh ini Al masih bisa menggerakkan tubuhnya kecuali kakinya, tapi tangannya kadang tiba-tiba kebas." jelas Adel.
dokter Bambang membaca file yang di berikan oleh Adel, dia menelpon seseorang dan meminta Adel mengikutinya.
"ikut aku." ucap dokter Bambang.
Adel mengikuti dokter bambang dari belakang, Albert penasaran kemana dokter Bambang akan membawanya.
ceklek
Deg!!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
semakin penasaran kan dengan ceritanya? Yuk ikutin terus novel Gadis barbar kesayangan tuan muda lumpuh, jangan lupa juga dukungannya tulis komentar kalian di bawah, subsrice like dan juga jangan ketinggalan kembang kopinya. 🥰🤗
Sekarang up nya dikit dulu ya, mau persiapan mudik dulu hehehe 😁🤭
__ADS_1