
Keesokan harinya Adel dan Albert sudah sampai di kantor, mulai sekarang Adel akan terus ikut ke kantor bersama Albert karena ia tak bisa jauh-jauh dari istrinya.
"Aku kerja dulu ya sayang." ucap Albert.
"Okey, aku mau rebahan aja bantuin juga gak bisa juga kan?"sahut Adel.
"Iya, nanti kalo udah siang kita makan disini apa diluar?" tanya Albert.
"Dimana aja asal bareng kamu kakanda." ucap Adel.
Albert mengecup kening Adel sebelum ia duduk di kursi singgasananya, sesuai yang sudah Adel katakan ia rebahan sambil menscrol hp nya berseluncur di media sosial.
Tok..Tok..Tok..
__ADS_1
"Masuk." Sahut Albert daei dalam.
Ceklek.
Satria masuk ke dalam ruangan Albert, dia memakai pakaian santai karena mulai hari ini ia mengambil cuti dan memenuhi janjinya kepada Cindy, sesuai yang di perintahkan oleh Albert Satria membawa berkas yang berisi bukti-bukti hasil penyelidikannya tempo hari yang sampai saat ini nelum diketahui siapa dalang dari kecelakaan yang dialami oleh Albert beberapa bulan ke belakang.
"Tuan, ini berkas yang tuan inginkan." Ucap Satria menyodorkan sebuah file kehadapan Albert.
Albert mengambil file tersebut dan menghentikan pekerjaannya, Adel penasaran dengan apa yang di bawa oleh Satria hingga akhirnya ia berdiri disamping Albert melihat foto yang di gunakan oleh Satria sebagai swbuah barang bukti.
"Iya tuan, mungkin karena kecelakaan ini sudah di rencanakan dengan matang sehingga semua bukti hilang tanpa jejak." ucap Satria.
"Yasudah kau boleh pergi, manfaatkan liburanmu sebelum pekerjaan ini menumpuk terlalu banyak." ucap Albert.
__ADS_1
"Terimakasih tuan muda, kalau begitu saya permisi tuan, nona." ucap Satria.
Adel dan Albert menganggukkan kepalanya mempersilahkan Satria pergi, setelah melihat Satria benar-benar pergi Adel mengambil sebuah foto mobil dengan kondisi yang hancur kemudian dia menangkap sesuatu yang serasa pernah dilihatnya.
"Sebentar dulu sayang, kayaknya aku pernah lihat kecelakaan ini deh." ucap Adel.
"Benarkah? Dimana?" tanya Albert.
"Waktu itu aku sedang lari di kejar sama pemilik pohon kedongdong karena aku mencurinya, pas aku lari gak sengaja lihat ada mobil yang udah hancur persis seperti di foto ini mobilnya." ucap Adel.
"Bisa kau ceritakan lebih detail? Siapa tahu kecelakaan yang kau maksud itu aku dan orangtuaku." ucap Albert.
Adel mengingat kejadian dimana ia menolong seseorang saat tak sengaja lewat, dia melihat dua mobil yang sudah ringsek dan kondisinya begitu parah, tetapi di salah satu mobilnya keluar seseorang dengan memakai pakaian serba hitam, celana hitam, hoody hitam dan maskernya pun hitam lengkap dengan kacamata yang di pakainya sedang berdiri disamping mobil korban kecelakaan.
__ADS_1
"Disini tertulis kecelakaan terjadi di jalan xxx, mobil porsche hitam dengan plat nomor xxxxx, tanggal xx bulanxx tahun xxx , wah bener ini sama persis cuman waktu itu kalo gak salah ada tiga orang satu di depan dan 2 lagi di belakang, cuman aku nolonginnya yang di depan karena wajahnya penuh darah jadinya aku gak berani liat mukanya, badannya terjepit karna susah nolonginnya aku coba hubungin pemadam kebakaran soalnya nomor ambulance gak punya, akhirnya aku dikasih nomor sama pihak pemadam kebakaran buat hubungin langsung pihak ambulance jadinya gak lama tuh ambulance datang nyelamatin dua orang lainnya yang di belakang, anehnya orang yang tadinya duduk di depan setengah sadar dan gak mau lepasin tangan dinda jadinya dinda ikut masuk ke dalem ambulance, pas mau di periksa tangan masih di pegang erat dong sampe pemeriksaan selesai, beruntungnya orang yang aku tolongin gak tau diapain sama dokter jadinya aku bisa lepas deh." jelas Adel.