
Albert dan Yusuf berjalan ke arah taman, mereka duduk di kursi yang berada di taman tersebut.
"Nak ayah ingin berbicara serius denganmu." ucap Yusuf.
"Katakan saja ayah." ucap Albert.
"Apa kau benar-benar mencintai putriku?" tanya Yusuf.
"Tentu saja ayah, sejauh ini putrimu telah membuat aku jatuh cinta padanya." jawab Albert.
Yusuf menghela nafasnya panjang, dia melipat kedua tangannya di depan dada Yusuf hanya ingin melihat ptrinya bahagia untuk itu dia harus memastikan apakah Albert benar-benar tulus atau tidak, dia takut anaknya di sakiti lagi oleh laki-laki.
__ADS_1
"Nak Al, aku hanya memiliki satu putri yaitu Adel dia adalah anak semata wayangku, aku harap kau benar-benar tulus mencintainya bukan hanya karena kalian terikat pernikahan dan terbiasa bersama lalu mengatakan perasaan nyamanmu sebagai cinta, banyak yang sudah menikah tapi tidak ada cinta di dalamnya yang akhirnya berakhir perceraian," ucap Yusuf.
"Ayah kau bisa pegang kata-kataku, pantang bagiku untuk berbohong dari awal aku memang tidak mencintai putrimu tetapi semakin lama semakin tumbuh pula rasa cinta ini sampai mengakar di dalam hatiku, aku juga pernah berpacaran sampai bertahun-tahun tetapi kali ini rasanya berbeda, aku tahu kekhawatiranmu sebagai seorang ayah tetapi aku juga bisa menilai dari sudut pandangku kepada putrimu yang luar biasa, dia selalu sabar menghadapiku, menerima semua kekuranganku, dia selalu menjadi garda terdepan untukku, apakah aku akan menyia-nyiakan wanita hebat seperti putrimu? Tentu saja tidak, aku akan menjaga putrimu semampuku." ucap Albert.
Yusuf terharu mendengar jawaban Albert, hilang sudah kekhawatirannya kepada putrinya itu. Sedari dulu dialah yang selalu menjaga putrinya dari saat lahir ke dunia sampai akhirnya dia menikah, tetapi kini tanggung jawab Adel sudah berpindah kepada suaminya sedangkan Yusuf hanya bisa mengawasi dari kejauhan saja.
"Nak, tolong jaga putriku sayangi dia, kasihi dia, jika kau telah bosan atau kau sudah tak menginginkannya tolong kembalikan dia padaku, jangan sakiti dia karena selama ini kami selalu melimpahkan rasa sayang kepadanya, tak pernah sekalipun kami memukul atau menyakiyinya dengan lisan kami, untuk itu aku titipkan putriku padamu." ucap Yusuf dengan linangan air mata.
"Pasti ayah, akan ku jaga berlianmu hingga tak ada satupun yang dapat menyentuhnya" ucap Albert tersenyum.
"Satu hal lagi yang ingin ayah sampaikan padamu Al." ucap Yusuf.
__ADS_1
"Katakanlah ayah." ucap Albert.
"Aku berpesan padamu, apapun yang Adel lakukan semua pasti ada alasannya jika suatu hari nanti kau mengetahui sebuah kebenaran ayah harap kau tak marah padanya." ucap Yusuf.
Albert mengernyitkan dahinya, dalam benaknya bertanya-tanya kebenaran apa yang di maksud oleh Yusuf.
"Kebenaran apa ayah?" tanya Albert.
"Suatu hari nanti kau pasti akan mengetahuinya." ucap Yusuf.
Yusuf berdiri dari duduknya, kemudian ia berjalan masuk ke dalam mansion tak lupa ia juga membersihkan sisa air matanya.
__ADS_1
"Kebenaran apa yang di maksud ayah? Adel menyembunyikan sesuatu dariku? Aku harus menyelidikinya." gumam Albert.
Albert ikut menyusul Yusuf yang sudah lebih dulu masuk ke dalam, dia menunjukkan ekspresi biasa saja agar tidak mengundang curiga istrinya yang menatapnya dari awal masuk sampai duduk di hadapannya.