
Albert dan Adel menuju ke suatu tempat dimana hanya ada mereka berdua saja, Albert menutup mata Adel lalu menuntunnya berjalan melewati banyaknya lilin yang tersusun rapi nan indah, serta bunga mawar dihias sedemikian rupa. Adel mencium bau bunga yang segar masuk kedalam hidungnya, semilir angin malam menerpa kulitnya yang indah nan putih mulus membuat siapapun akan terpesona melihat keindahannya.
"Kenapa harus di tutup matanya?" tanya Adel.
"Karena ini sebuah kejutan, siap ya? Dalam hitungan ketiga aku akan membukanya." ucap Albert.
Satu
Dua
Tiga.
Albert membuka kain yang di gunakan untuk menutup mata Adel, setelah kain di buka Adel perlahan membuka matanya yang terpejam saat Albert mulai memasangkan kain ke matanya. Adel dan Albert berada di suatu taman kecil yang indah yang terletak di belakang hotel mewah nan megah, Alangkah terkejutnya Adel melihat pemandangan dimana lilin kecil berjejer membentuk jalan, bunga mawar merah bertaburan tepat di bawah kakinya dan ada juga bunga mawar utuh yang dibentuk hati.
"Lihatlah ke atas." ucap Albert.
Duaarrrr... Duarrrr...
__ADS_1
Terdengar sebuah tembakan keatas udara menciptakan percikan berwarna-warni membentuk sebuah kalimat 'I LOVE YOU'.
"Kau yang menyiapkan semuanya kakanda?" tanya Adel.
"Tentu saja." jawab Albert.
"Tapi kapan kau menyiapkannya? Bukankah selama kita di negara A kau selalu bersamaku di rumah sakit menjaga mommy?" tanya Adel heran.
"Aku sudah menyiapkannya sejak lama, sebelum aku tahu kalau mommy di rawat disini, tadinya aku mau mengajakmu keliling negara A menikmati kebersamaan kita berdua." ucap Albert.
"Aaahh.. Kakanda romantis sekali." ucap Adel terharu.
Selesai makan Albert bediri, dia mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya kemudian membukanya tepat di hadapan Adel.
"I-ini untukku?" tanya Adel.
Albert tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya, kotak tersebut berisikan sebuah kalung liontin yang sangat indah dan dibuat khusus untuk istri tercintanya. Albert memasangkan kalung liontin tersebut ke leher Adel, begitu terlihat cantik dan ukurannya pun pas di leher Adel. Adel memegang kalung liontin yang di berikan oleh suaminya, dia berdiri dan membalikkan badannya memeluk tubuh Albert.
__ADS_1
"Terimakasih suamiku." ucap Adel.
"Sama-sama istriku." ucap Albert tersenyum.
"Aku benar-benar tidak menyangka, pernikahan kita yang tadinya hanya sebuah kesepakatan semakin lama tumbuh rasa cinta diantara kita berdua." ucap Adel.
"Karena kau lah yang selalu memupuk perasaanku yang sudah lama mati kini subur kembali, kau menjaganya dengan tulus sayangku." ucap Albert.
Albert menarik tubuh Adel ke dalam pelukannya, dia mengecup kepala Adel dengan penuh kasih sayang. Udara semakin terasa dingin Albert mengajak Adel untuk masuk ke dalam hotel yang telah ia siapkan, sepanjang jalan Adel menatap takjub interior hotel yang begitu mewah nan megah.
"Indah sekali." gumam Adel takjub.
Albert menggandeng tangan Adel dengan mesra, keduanya berjalan masuk ke dalam lift. Albert menekan tombol lift paling atas dimana hanya orang tertentu yang bisa menempatinya, sampai di tujuan Albert membuka pintu kamar presidential suite yang sudah dihias bak kamar pengantin.
"Wow.. Amazing." ucap Adel takjub.
"Kau menyukainya?" tanya Albert.
__ADS_1
"Suka, pake banget." ucap Adel.
Albert memeluk Adel dari belakang, dia mengendus aroma wangi tubuh Adel. Adel merinding dibuatnya, Albert sudah lama menantikan moment ini bersama Adel kini saatnya ia meminta haknya sebagai suami Adelia.