Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Perang buatan


__ADS_3

5 bulan kemudian.


Perut Adel semakin membuncit namun tubuhnya tetap ramping, Albert sangat menyukai perut buncit Adel yang terlihat sangatlah lucu apalagi ketika batinya bergerak dan menendang-nendang ketika ia mengajaknya bicara. Hari ini Adel dan Albert mengadakan acara nonton film ala bioskop bersama Edgar, Satria, Cindy,Rasya, Nabila dan juga Burhan, mereka sengaja berjanjian berkumpul bersama di hari weekend.


"Guys mau nonton film apa nih?" tanya Adel.


"Filmnya yang ada action, romantis, sekaligus horor apa ya?" tanya Cindy.


"Jangan horor gue takut." ucap Edgar.


"Yaudah Film romantis aja." putus Albert.


"Oke, aku cari yang seru ya." ucap Rasya.


Rasya mencari film romantis yang seru, Edgar menatap sekelilingnya merasa ada yang kurang.


"Berasa ada yang kurang gak sih?" tanya Edgar.


"Popcorn kayaknya." tebak Cindy.

__ADS_1


"Yaudah gue bikin aja, biasanya momny suka nyiapin stok jagung buat popcorn deh." ucap Rasya.


"Gue ikut." seru Edgar.


"Tinggal beli aja biar gak ribet." saran Burhan.


"Kagak usah, orang gampang bikinnya juga." sahut Rasya.


"Njir perasaan gue kagak enak." ucap Adel.


Edgar dan juga Rasya selalu berdua kemanapun mereka pergi, keduanya belum ada keinginan untuk menikah karena bagi mereka lebih baik terlambat daripada terburu-buru dan mendapat hasil yang nihil (bercerai). Rasya mencari jagung dan mengumpulkan semua bahan yang diperlukan seperti minyak, margarin dan bumbu penyedap rasa, Edgar hanya melihat dari jarak dekat saat Rasya sedang asyik mengumpulkan smeua bahan-bahan membuat popcorn.


"Sya, emang loe bisa masaknya?" tanya Edgar.


Rasua demgan percaya dirinya menuagkan margarin dan juga minyak kedalam wajan, setelah margarin mencair ia memasukkan jagung dengan jumlah yang cukup banyak. Setelah mulai meletup-letup Rasya tidak menutup teflonnya alahasil jagung yang mulai matang beterbangan keatas membuat Edgar panik, Rasya mundur kebelakang takut jagungnya mengenai wajahnya yang mulus.


"KITA DI SERAAANGG SYA.." teriak Edgar.


"TTIIAARRAAAPP, MUSUH UDAH BETERBANGAN ED." teriak Rasya.

__ADS_1


Adel mendengar keributan dari arah dapur lantas mengajak suaminya melihatnya, Burhan dan yang lainnya pun ikut penasaran dengan apa yang terjadi. Adel menepuk keningnya melihat kelakuan kedua manusia absurb yang sedang berlindung dibawah, dia juga melihat banyaknya jagung yang bertebaran dilantai karena tidak ditutup. Berbeda dengan Adel justru Cindy dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan Edgar dan Rasya, Adel melangkahkan kakinya maju mematikan kompornya agar jagungnya berhenti meletup-letup.


"Sya kamu ini gimana sih? katanya gampang bikinnya? Lah ini gampang apanya? Gampang bikin seisi dalur berantakan." omel Adel.


"Sorry madam, lupa nutup teflonnya." ucap Rasya.


Adel mencomot popcorn yang ada diatas teflin, ia meniup-niup popcornnya sebelum memasukkannya kedalam mulut.


"Anjay kok enak, beda sama yang biasa beli." ucap Adel.


Albert pun melakukan hal yang sama dengan istfinya, ia ingin tahu seenak apa popcorn petasan hasil tangan adiknya.


"Not bad." ucap Albert.


"Pokoknya gue gak mau tahu, sebelum filmnya mulai ini dapur harus bersih dan jangan lupa ini popcorn yang ada di teflon buat gue sama debay." ucap Adel.


"Iya madam." ucap Rasya san Adel kompak.


"Hahaha, loe berdua ngapain juga sih malah perang di dapur sampe teriak-teriak segala." ledek Burhan tertawa puas.

__ADS_1


"Berisik loe." sentak Edgar.


Satria menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku saudara kembarnya yang diluar nalar, sifat dan kepribadian Edgar sangatlah jauh berbeda ketika ia sedang didalam kantor dan juga di depan orang terdekatnya. Rasya menyenggol lengan Edgar mengajaknya membersihkan popcorn yang berserakan, menyesal sekali dia berinisiatif membuat popcon ala-ala untuk orang-orang rumah.


__ADS_2