Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Ngidam


__ADS_3

Saking antusiasnya Indah langsung berlari manaiki tangga menemui menantu kesayangannya, senyuman tak pernah hilang dari wajahnya. Albert dan yang lainnya pun ikut naik keatas, mereka berjalan beriringan manaiki tangga sambil berbincang-bincang.


Ceklek.


"Aaaahhh..Adel sayang akhirnya.." ucap Indah riweuh.


Adel tersenyum kearah Indah, dia merentangkan tangannya ingin memeluk sang mertua.


"Akhirnya mommy cucu mommy lagi otw hihi." ucap Adel terkekeh.


Indah memeluk tubuh Adel dan duduk disampingnya, dia memegang perut Adel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Hai cucuku, cepet tumbuh didalam sana ya oma tunggu kehadiran kamu, jangan rewel ya kasihan nanti mamamu kecapean. Opa kamu pasti senang melihat kamu sudah hadir di rahim ibumu, dulu dia pernah bicara sama oma kalau dia ingin sekali menimang cucu dan bermain bersama dimasa tuanya tapi sayangnya dia sudah pergi jauh, sehat-sehat yang sayang cucu oma." ucap Indah sambil meneteskan air matanya.


Semua anak Indah menangis terutama Rasya, dia langsung menghamburkan tubuhnya mendekap Indah diantara yang lainnya hanya Rasya lah yang paling lembut hatinya. Adel pun ikut meneteskan air matanya, lihatlah betapa beruntungnya ia hadir diantara mereka yang begitu menyayanginya.


"Mommy gak boleh sedih, nanti debaynya ikutan sedih loh lihat neneknya malah cengngesan." ucap Rasya diselingi candaan.


"Hiks..Mommy lagi nangis Sya bukan lagi ngelawak." ucap Indah di sela tangisnya.


"Tunggu dulu, bukannya tadi mommy lagi ngelawak ya?" goda Rasya.


Dug.

__ADS_1


Adel menimpuk kepala Rasya menggunakan bantal, dia lagi serius ikutan nangis Rasya malah bikin dia kesel.


"Aduh, kakak ipar kenapa sih loe galak banget jadi orang? Perasaan gue ditindas mulu deh heran? Loe kakak ipar apa mak tiri sih? Galaknya melebihi mommy." ucap Rasya mengutarakan kekesalannya.


"Gue lagi fokus sedih loe malah ngomong ngelantur, kan gue jadi emosi liatnya asal loe tahu air mata gue itu mahal keluarnya tahu." ucap Adel.


"Air mata dugong kali ah mahal." ucap Rasya ngasal.


"Sudah, sudah kalian kalo udah adu mulut lama selesainya." ucap Albert.


Indah menghapus airmatanya yang keluar begitu saja, dia menggeserkan tubuh Rasya agar ia bisa terus mengusap perut Adel.


"Bestie, selamat ya loe sekarang udah mau jadi emak-emak." ucap Cindy.


"Selamat menjadi orangtua, aku harap kehamilanmu tidak menyusahkanku untuk yang kedua kalinya." ucap Edgar.


"Terimakasih semuanya." ucap Adel.


"Untuk Edgar sepertinya anakku pasti akan sedikit menyisahkanmu, aku gak mau ya kalau sampai anakku ngeces nantinya ya kan kakanda?" ucap Adel meminta persetujuan Albert.


"Tentu saja sayang, apapun yang kamu mau akan aku turuti semuanya demi anak dan istriku tercinta." ucap Albert.


'Perasaan gue langsung gak enak, nyesel gue mampir ke rumah ini' batin Edgar.

__ADS_1


'Bau-baunya gue bakalan jadi korban nih, semoga ini perasaan gue aja' batin Rasya.


"Oh iya del, sekarang kamu mau apa? bilang sama mommy ya." tanya Indah.


Adel mengetuk-ngetukkan jarinya di dagunya, dia memikirkan apa yang dia inginkan. Edgar dan Rasya saling pandang satu sama lain, mereka berdua langsung ketar ketir melihat Adel yang sedang berfikir.


"Eemm, mom bukannya rambutan yang di depan rumah udah berbuah ya?" tanya Adel.


"Udah dong sayang, malahan buahnya lebat banget kamu mau rambutan? Biar mommy yang petik kamu tunggu saja disini ya." ucap Indah.


"Jangan mom, aku mau di petikinnya sama Edgar gak tahu kenapa sih mom tapi pengennya kayak gitu." ucap Adel.


"Sayang kenapa gak sama aku saja?" tanya Albert tak suka karena sedari tadi istrinya ingin orang lain yang menunaikan ngidamnya, sedangkan ia kan ayahnya pikir Albert.


Adel mengedipkan sebelah matanya kearah Albert, dia hanya ingin mengerjai Edgar beruntung Albert mengerti dengan kode yang Adel sampaikan.


"Sama suami loe aja kan dia bapaknya." ucap Edgar.


"Mommy." rengek Adel.


"Edgar tolong ikuti kemauan Adel, Al pastinya gak keberatan kok orang ini kemauan anaknya, iya kan Al?" ucap Indah meminta persetujuan Albert.


"Iya mom gak papa." jawab Albert.

__ADS_1


'Loe yang bilang gak papa, tapi gue yang entar kenapa-napa' gerutu Edgar dalam hatinya.


__ADS_2