
Albert menggandeng tangan Adel turun ke bawah menggunakan lift, Satria juga sudah menunggu di lantai bawah bersama pak Ahmad.
" Paman jika Cindy datang jangan beritahu apapun padanya, besok paman bawa dia ke negara A menyusul kami ke rumah sakit dimana mommy di rawat." ucap Albert.
" Baik tuan muda." ucap pak Ahmad.
"helikopter nya sudah sampai tuan." ucap Satria.
"Ayo." ucap Albert kembali menarik tangan Adel.
Satria keluar bersama Albert dan juga Adel di belakangnya, pilot menyambut kedatangan Albert dan mengambil alih koper dari tangan Albert.
" Kau kosongkan semua rapat dan meeting bersama klien yang telah kita jadwalkan, jika ada yang protes batalkan saja kerjasamanya." ucap Albert dingin.
"Baik tuan, tapi bagaimana dengan peluncuran produk minuman kita yang baru apakah harus ditunda?" tanya Satria.
" Kau ambil alih dulu pekerjaan di perusahaan, biar aku dan Rasya yang mengurus mommy di sana." ucap Albert.
' Sudah kuduga 😮💨' batin Satria.
Albert dan Adel masuk ke dalam helikopter milik keluarga Wiguna, mereka duduk bersebelahan layaknya pengantin baru.
Di dalam helikopter Adel terperangah melihat sekelilingnya, sedangkan Albert dia bersidekap lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
" Wooww keren." ucap Adel takjub.
"Biasa saja." ucap Al dengan mata tertutup.
" Orang kaya mah bebas." ucap Adel.
"Hemm." ucap Al berdehem.
"Kakanda marah padaku?" tanya Adel.
"menurutmu?" tanya Albert balik.
" Ya gak tau, kan aku nanya kenapa malah nanya balik?" heran Adel.
Adel menutup mulutnya rapat-rapat, bila dilihat dengan seksama suaminya seperti kelelahan karena harus mengurus dirinya dan juga perusahaan yang sudah lama di tinggalkannya.
Di rumah sakit negara A.
Dokter keluar dari ruangan Indah, Rasya langsung menghampiri dokter dan berbicara dalam bahasa inggris.
" Bagaimana sekarang kondisi ibu saya dokter?" tanya Rasya.
" Ginjal ibu Anda sudah semakin kronis, tidak bisa melakukan cuci darah lagi seperti yang sudah saya katakan beliau harus melakukan operasi ginjal sedangkan sekarang masalahnya tidak ada ginjal yang cocok dengan ginjal milik ibu anda tuan." jelas dokter.
__ADS_1
"Tidak ada jalan lainkah dokter?" tanya Rasya.
"Tidak ada tuan, secepatnya beliau harus segera operasi kalau tidak kasihan beliau akan terus merasakan nyeri yang luar biasa dan jika di biarkan pastinya akan mengancam nyawanya." ucap dokter.
Rasya meraup wajahnya dengan kasar, kini ibunya terbaring lemah tak sadarkan diri. Sekian lama ibunya tinggal di rumah sakit dengan harapan sembuh tetapi sampai saat ini kondisinya semakin parah, Rasya merasa bersalah karena tidak bisa melakukan apa-apa selain menjaga dan berdoa agar ibunya tetap hidup.
Dokter pamit pergi dari hadapan Rasya, dilihatnya dari balik pintu ibunya yang bertahan hidup dengan bantuan alat medis.
"Mommy kalau Rasya bisa menggantikan posisi mommy lebih baik Rasya saja yang sakit mom." ucap Rasya.
Setelah beberapa jam berada diatas awan akhirnya helikopter yang di tumpangi Albert sudah sampai di bandara yang tak jauh dari rumah sakit dimana Indah di rawat, Adel membangunkan Albert dari tidurnya.
Setelah Albert bangun Adel mengambil tas dan juga kantong kecil yang berisikan obat miliknya dan milik Albert, pramugari membukakan pintu kemudian Albert langsung turun bersama Adel berjalan ke arah mobil yang sudah menunggu kedatangannya.
"Selamat datang tuan Albert." ucap supir seraya membukakan pintu.
"hemm" jawab Albert dingin.
Albert masuk di susul oleh Adel yang duduk di sampingnya, mobil langsung melesat dari bandara ke rumah sakit atas permintaan Albert.
*****
Mohon maaf ya teman-teman online kalau ada typo dan juga cerita yang gak nyambung, mohon di maklumi ya Author berusaha mambuat cerita yang menarik untuk kalian semua. 🥰
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya yah, tekan subscribe, like komen dan kasih penilaiannya ya 🤗😘