
Pesta pernikahan Cindy dan Satria digelar satu hari satu malam atas permintaan kedua pengantin, mereka ingin akad nikah dan resepsi disatukan untuk mempersingkat waktu.
Kini pesta sudah selesai dan para tamu undangan pun mulai sepi, Cindy sudah sangat kelelahan jadi ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya terlebih dahulu. Adel pun terus menguap sampai akhirnya tertidur didalam dekapan suaminya, sedangkan trio jomblo mereka masih asik menikmati pestanya dengan mengobrol tak tentu arah.
"Sayang, kita ke kamar ya." ucap Albert.
"Gendong." rengek Adel.
Albert menggendong tubuh istrinya dan berjalan kelantai atas dimana kamarnya berada, Indah dan orangtua Adel pun memutuskan beristirahat dikamarnya masing-masing.
"Sya tidur yuk, perasaan gue udah gak enak nih?" ucap Edgar.
"Emang kenapa loe?" tanya Rasya.
"Loe lupa kalo Adel lagi hamil? Ngeri gue kalo harus jadi korban lagi." jawab Edgar.
"Emangnya kalo Adel ngidam kenapa? Kan normal cuy." tanya Burhan heran.
"Loe gatau aja, gue disuruh makan seblak pedes yang rasanya asin sampe mencret, ditambah lagi gue disuruh naik pohon rambutan sampai jatuh karena nurutin tuh ngidamnya si madam Adel." ucap Edgar.
"Gue disuruh masak seblak pake wig warna biru, nyari makanan sesuai keinginan dia, ngabisin makanan bekas dia tanpa mikirin gue suka apa enggak, bayangin aja seberapa tersiksanya kita yang selalu jadi korban ngidamnya tuh madam?" ucap Rasya heboh.
"Terus bapaknya ngapain aja?" tanya Burhan.
"Tugas bapaknya cuman cetak gol, gak boleh jauh dari si madam, dan yang terakhir Al malah ngikut ngidam kek istrinya." kesal Edgar.
"Ente kadang-kadang ente, hahaha" ucap Burhan tertawa lepas.
__ADS_1
"Yaudah, ayok kita buruan tidur kalo pun dia manggil jangan bukain pintunya badan gue capek pokoknya." ucap Rasya.
"Gaslah." ucap Edgar.
Edgar, Rasya, dan Burhan pergi ke kamarnya masing-masing, Farid and the geng pun menginap di mansion Indah atas permintaan Adel.
Dikamar pengantin.
Satria dan Cindy sedang meregangkan otot-ototnya yang pegal karena berdiri seharian, saat Cindy melepaskan sepatu heelsnya Satria memeluk tubuhnya dari belakang dan menopangkan dagunya di bahu Cindy.
"Sekarang kita sudah sah menjadi suami istri, apakah aku boleh meminta hakku sebagai suami?" tanya Rasya dengan lembut.
"Tapi bagaimana jika aku halangan, apa kau akan marah?" tanya Cindy balik.
Satria tersenyum samar padahal hari ini adalah hari yang paling dinantikan olehnya setelah sekian lama ia menahan dirinya setiap kali berdekatan dengan Cindy, tetapi apa boleh buat jika memang sudah takdirnya maka ia harus menerimanya.
"Tidak apa-apa, kan bisa dilakukan dilain waktu." ucap Satria.
"Iya." jawab Satria.
'Hadeuh, gagal unboxing padahal udah siapin stamina buat tempur' batin Satria.
Didalam kamar mandi Cindy melepaskan gaun pengantinnya, dia menutup mulutnya agar suara tawanya tidak terdengar oleh Satria. Sebenarnya Cindy tidak sedang palang merah, namun ia hanya ingin mengerjai Satria dan sekarang ia sangat senang melihat ekspresi Satria yang langsung berubah lesu.
"Hahaha, komuknya lucu banget." ucal Cindy tertawa.
Cindy sudah menyiapkan baju dinas yang ia sembunyikan di kamar mandinya, dia memang sudah merencanakan semuanya bareng Adel karena ia ingin memberi kejutan pada suaminya.
__ADS_1
Satria memainkan ponselnya sambil bersandar di kepala ranjang, ia menunggu istrinya keluar dari dalam kamar mandinya.
Ceklek.
"Mas." panggil Cindy dengan suaranya yang terdengar begitu seksi.
Satria mengalihkan pandangannya menatap kearah Cindy, dia begitu terkejut melihat Cindy memakai baju dinas tranparan dengan warna merah menyala sehingga sangat terpampang jelas keindahan yang tersembunyi didalamnya. Satria melemparkan hp nya ke sembarang arah, dia langsung mendekat kearah Cindy kemudian menarik pinggangnya.
"Kau mengerjaiku?" tanya Satria dengan suara seraknya.
"Tentu saja, karena aku ingin memberimu kejutan suamiku." ucap Cindy mengusap rahang Satria.
Satria memejamkan matanya menikmati sentuhan yang diberikan oleh Cindy, dari balik celananya sudah terasa sesak ada yang minta dikeluarkan.
"Sepertinya ular cobraku ingin masuk kedalam rumahnya." ucap Satria.
"Of course babe, lakukanlah aku siap melayanimu " ucap Cindy.
Tanpa babibu lagi Satria langsung meraih tengkuk Cindy, dia membenamkan c*****n yang begitu lembut sampai Cindy pun terbuai.
"Emhh." lenguh Cindy.
Satria menuntun Cindy kearah ranjangnya yang sudah dipenuhi bunga mawar merah diatasnya, dia merobek pakaian dinas Cindy kemudian m*******p cokelat berdaki yang sangat menggoda, Cindy tak bisa berkata-kata lagi dia seakan dibawa melayang keatas awan oleh Satria. Satria melepaskan pakaiannya dan melemparkannya ke sembarang arah, dia sudah tidak tahan lagi akhirnya ia menuntun ular cobranya menuju rumahnya dan..
Sreekk..
"Awwhh, sakitt." ringis Cindy.
__ADS_1
"Aku sudah tidak tahan, maafkan aku jika aku menyakitimu tapi rasa sakitnya akan hilang kok kamu tenang saja, aku akan melakukannya dengan perlahann." ucap Satria.
Cindy menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Satria mengecup kadua mata Cindy dan kembali meraup b**** istrinya untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakannya. Perlahan tapi pasti Satria menghentakkan tubuhnya, dan benar saja Cindy dibuat melayang kembali. Kaduanya menikmati surga dunia yang kini tengah dirasakannya, mereka sampai melakukannya lagi dan lagi.