
"Nona Adel." teriak pak Ahmad.
Pak Ahmad menepuk pipi Adel dengan tujuan agar Adel sadar, tetapi Adel tak kunjung membuka matanya. Pak Ahmad menempelkan tangannya di kening Adel, dia membulatkan matanya suhu tubuh Adel panas.
"Perawat." teriak pak Ahmad.
Pak Ahmad memanggil perawat yang ada di klinik, beruntung ada dua perawat yang datang membantu pak Ahmad membawa Adel ke kamar pasien untuk di periksa.
"Tolong panggilkan dokter." ucap Pak Ahmad.
"Baik, tunggu sebentar." ucap perawat.
Perawat memanggil dokter wanita untuk memeriksa kondisi Adel, saat dokter datang Pak Ahmad menggeser tubuhnya mempersilahkan dokter untuk memeriksa Adel.
" Bagaimana kondisi nona Adel dokter?" tanya Pak Ahmad.
"Beliau baik-baik saja hanya demam, suhu badannya tinggi tapi jangan khawatir saya akan memberikan obat penurun panas untuk pasien." ucap dokter.
"Baik dokter, tolong berikan yang terbaik untuk nona Adel." ucap Pak Ahmad.
__ADS_1
"pastikan pasien istirahat yang cukup, resep obatnya diambil ke bagian apoteker." ucap dokter sambil menulis resep obat.
"Terima kasih dokter." ucap Pak Ahmad.
Setelah selesai memeriksa kondisi Adel Perawat dan juga dokter keluar dari ruangan tersebut, pak Ahmad duduk di samping Adel ia berharap Adel secepatnya sadar dari pingsannya.
"Nak, mungkin kau lelah karena mengurus Albert sendirian, hatimu begitu tulus, kau tidak pernah mengeluh bahkan menyerah, aku harap kau memang jodoh yang telah Tuhan gariskan untuk tuan muda." ucap pak Ahmad memandangi wajah pucat Adel.
Kini Albert selesai dengan terapinya. bajunya basah oleh keringat dan nafasnya pun tersengal seperti habis lari marathon, sungguh terapi yang menguras tenaga namun di balik rasa lelahnya pasti ada hasilnya.
"Bagaimana tuan Albert, apa kakinya mulai berasa?" tanya dokter Zico.
"itu adalah hal yang wajar, karena lama tidak di gerakkan otot-otot kaki menjadi tegang, sama halnya jika kita tidak melakukan aktifitas badan akan terasa lemas tapi jika kita mulai beraktifitas kembali tubuh merasakan sakit." ucap dokter Zico.
" Apa sudah selesai?" tanya Albert.
"sudah, untuk saat ini terapinya sampao disini saja besok di lanjutkan lagi." jawab dokter Zico.
Albert melihat ke arah pintu namun ia tidak melihat Adel ataupun pak Ahmad di sana, dia meminta bantuan perawat untuk memanggil istrinya.
__ADS_1
"perawat boleh aku minta tolong?" tanya Albert.
"silahkan tuan." ucap perawat.
"tolong kau carikan wanita yang bernama Adel dan juga pria tua yang bernama Pak Ahmad." ucap Albert.
"baik tuan di tunggu sebentar." ucap perawat membalikkan badannya lalu keluar dari ruangan terapi.
Dokter Zico menulis laporan hasil terapi Albert, sedangkan perawat pria yang masih berada di dalam ruangan membantu Albert untuk duduk di kursi rodanya.
Perawat yang di minta mencari Adel dan juga Pak Ahmad berkeliling ke setiap ruangan sampai akhirnya dia menemukan dimana Adel berada.
"Apa benar nona ini bernama Adel? Dan juga Pak Ahmad?" tanya perawat pria kepada pak Ahmad.
"iya betul, ada perlu apa ya mas?" tanya pak Ahmad.
"Tuan Albert mencari wanita yang bernama Adel dan juga pak Ahmad, beliau sudah selesai dengan terapinya maka dari itu beliau mencari kalian." terang perawat.
"Astagfirullah, saya lupa." ucap pak Ahmad menepuk keningnya.
__ADS_1
Pak Ahmad langsung bangkit dari duduknya, dia berterimakasih kepada perawat laki-laki lalau kemudia ia pergi ke ruang terapi Albert.