Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
pergi ke kantor


__ADS_3

Di dalam kamar mandi.


Albert berusaha mengusir pikiran kotor dari otaknya, dia masih terbayang-bayang dengan apa yang telah dilihatnya saat berusaha membuka pintu kamar mandi.


"ternyata melonnya besar juga, tidak ku sangka di balik baju jumbonya tersimpan harta karun, oh Astaga apa yang aku pikirkan." ucap Albert meraup wajahnya di bawah guyuran shower.


Adel merapikan dapur setelah beres dengan kegiatan memasaknya, dengan langkah cepat Adel naik ke lantai atas dia berjalan menuju walk in closet, ia mengambil setelan jas dengan warna senada yaitu warna navy.


" kenapa dia belum keluar?" tanya Adel pada dirinya sendiri.


Tak lama kemudian Albert membuka pintu kamar mandi, dia mendorong kursi rodanya ke arah walk in closet. Albert melihat Adel sedang menata pakaian untuknya, namun kening Albert mengkerut saat melihat pakaian yang di siapkan ternyata bukan pakaian casual tapi jas yang biasa dia pskai untuk bekerja.


"kenapa kau menyiapkan setelan jas untukku?" tanya Albert.

__ADS_1


"iya karena hari ini kita akan ke kantor." jawab Adel.


"untuk apa? Bukankah Satria sudah ku tugaskan untuk menghandle semua pekerjaan, jadi aku tidak perlu datang ke sana." ucap Albert.


"tadi Satria datang kesini, dia bilang ada banyak masalah di perusahaanmu dan lagi Rasya tidak ada disini, Satria manusia biasa dia tidak akan sanggup menanggung semuanya sendirian walaupun kau percaya kalau dia bisa, untuk itu aku akan mengantarmu pergi ke kantor." jelas Adel.


Adel mengambil handuk bersih, kemudian ia mengelap tubuh Albert yang basah lalu menyalakan haidryer mengeringkan rambut Albert. Albert diam saja saat Adel memasangkan baju,menyisir rambut dan memindahkan Alber ke atas ranjang sementara ia mengelap kursi roda yang basah.


"kenapa Satria bilang padamu kalau ada masalah di kantor, aku jadi heran disini bosnya aku atau kau?" ucap Albert kesal.


"tapi jika ada wartawan yang meliputku datang menggunakan kursi roda akan jadi masalah besar, kau tidak akan mengerti tentang dunia bisnis para rivalku akan memanfaatkan keadaanku dengan menarik para investor ke dalam genggaman mereka." ucap Albert.


"kau ini pemimpin macam apa sih? Rezeki itu sudah ada yang mengatur, apa kau takut rugi? Aku tau kau adalah raja bisnis, aku yakin Satria memintaku membawamu ke kantor ada alasannya, jika bukan kau sendiri yang menangani masalahnya siapa lagi?" protes Adel.

__ADS_1


Albert membenarkan perkataan Adel, dia memikirkan lebih jauh dan mengatur strategi untuk kemajuan perusahaannya. Albert menjernihkan pikirannya, di dalam hatinya dia bertekad ingin lepas dari traumanya, tidak mungkin dia terus menjadi manusia lemah seperti saat ini apa kata Adel jika dia tetap diam di sudut keterpurukannya.


"baik, tapi aku minta tolong padamu kau jangan pergi jauh dari sampingku." ucap Albert.


"jiaahhh.. Yang gak mau jauh dari adinda sampe segitunya sleeebbbeewww, Adelia gitu loh." oda Adel mendekatkan wajahnya ke arah Albert.


Albert menoyor kening Adel, disaat serius masih saja dia bisa menggodanya. Setelah beres mengelap kursi roda Adel memakaikan celana kepada Albert tentunya dengan menutup matanya, Albert ingin sekali mengerjainya namun tidak dilakukannya karena kasihan melihat wajah Adel yang kelelahan.


"ayo Aliyudin kau duduk lagi, terus kita turun ke bawah." ucap Adel mengangkat tubuh Al.


"enak saja kau bilang namaku Aliyudin." protes Albert.


*************

__ADS_1


Maaf updatenya satu dulu, bocilnya masih sakit susah mau ngapa-ngapainnya 🥲


__ADS_2