Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Indah siuman


__ADS_3

"Syukurlah nyonya, kau sudah sadar." Ucap dokter Zack.


"A-air." ucap Indah dengan terbata.


Suster mengambilkan segelas air untuk Indah, dia juga membantu Indah untuk minum.


"Kondisimu sudah mulai stabil nyonya, sekarang kau akan di pindahkan ke ruang rawat, kami akan selalu memantau perkembanganmu selama masa pemulihan." ucap dokter Zack.


" Terimakasih dokter." ucap Indah.


Dokter Zack keluar dari ruangan Indah, Albert langsung menghampiri dokter Zack dia sangat mencemaskan ibunya.


"Bagaimana?" tanya Albert.


"Ibu anda sudah sadar, saat ini suster sedang mengganti kantung Infus setelahnya pasien akan di pindahkan ke ruang rawat." jelas dokter Zack.


" Pindahkan ibuku ke ruang VIP." titah Albert.


" Baik tuan." ucap dokter Zack.


Albert menghela nafasnya lega, kini ibunya sudah sadar Albert sangat takut jika harus kembali kehilangan orangtuanya untuk kedua kalinya. Penyesalan dan rasa takut masih ada di dalam dirinya jika dia mengingat mendiang ayahnya yang sudah lama pergi menghadap ilahi, untuk itu dia akan selalu menjaga ibunya dengan segenap jiwa dan raganya.


Adel menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal, dia tidak mengerti apa yang Albert dan dokter Zack bicarakan tetapi jika melihat ekspresi Rasya percakapan mereka seperti kabar baik.


"Hei Rasya, pada ngomongin apaan sih?" tanya Adel pada adik iparnya.

__ADS_1


Rasya menghampiri Adel yang sedang penasaran dengan kabar yang di bawa oleh dokter Zack, Albert masih mengobrol dengan dokter Zack sedangkan Rasya dia mengajak Adel duduk di kursi tunggu pasien.


" kau tau kakak ipar, ini adalah kabar yang sangat membahagiakan." ucap Rasya.


"Kabar mommy gimana sya? Jangan banyak cingcong kalau ngomong to the point aja." protes Adel.


"Kabarnya adalah.. Kakak mau nikah lagi." ucap Rasya dengan tengilnya.


Geplakk..


Adel memukul tangan Rasya dengan keras, bisa-bisanya dia lagi serius malah di kerjain sama adik iparny itu. Rasya mengusap tangannya yang ngilu akibat ulahnya sendiri, ternyata dia salah memilih lawan.


"Ehh buset, congor lu ya ngasal bener orang aku denger kalo mereka ngomongin mommy." ucap Adel kesal.


"Emang ngerti?" tanya Rasya.


"So tau banget deh." cibir Rasya.


"Sesat nanya sama adik ipar modelan kayak gini mah." ucap Adel kesal.


"Sshhh.. Sakit ini tangan maen gaplok aja." protes Rasya.


"Sukurin, selamat azab di tanggung pemenang hihi." ucap Adel cekikikan.


" Kau kira kuis di tv." ketus Rasya.

__ADS_1


"Dahlah, mending nanya sama suami aja." ucap Adel.


Selesai berbicara dengan dokter Zack Adel mendekati suaminya Albert menanyakan kondisi mertuanya.


"Kakanda apa kata dokter?" tanya Adel.


"Mommy sudah sadar, sebentar lagi dia akan di pindahkan ke ruang rawat VIP." ucap Albert.


"Nah ini baru membahagiakan kabarnya, kalo nanyanya sama si Rasya malah bikin emosi jawabannya." ucap Adel.


Albert mengrrutkan keningnya, dia tak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Adel.


"Emangnya Rasya ngomong apa?" tanya Albert.


"Tadikan kamu sama dokter lagi ngomong pake bahasa engres, lah kan aku gak ngerti terus aku nanya lah sama Rasya dan kamu tau gak jawaban Rasya apa? Katanya kamu mau nikah lagi." jelas Adel.


Albert menatap tajam Rasya, adiknya itu malah cengengesan dan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


"Bercanda kok kak hehehe." ucap Rasya nyengir.


"Alaahh..takut kan?" ledek Adel.


"Sudah, sudah, jangan dengarkan omongan Rasya aku gak akan menikah lagi kok." ucap Albert.


"Aaahh.. Suamiku emang is the best, kalaupun iya kamu mau nikah lagi tak potong tuh burung perkututnya sampe habis." ucap Adel.

__ADS_1


Albert dan Rasya refleks memegang burungnya merasa ngilu, mereka membayangkan bagaimana jadinya kalau burungnya di bantai habis oleh seorang Adel.


__ADS_2