Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Adel masuk rumah sakit


__ADS_3

Sonia menutup telinganya kala mendengar suara tembakan, saat Lucas berbalik menodongkan senjatanya Adel langsung mendorong tubuh Albert. Tangan Adel terkena tembakan Lucas, darah segar mengalir dari tangan Adel membuat Albert syok.


"Adel!" teriak Albert.


Rasa sakit mulai menjalar dari tangan Adel, saat polisi memasukkan senjata ke tempatnya kemudian meringkus Lucas ternyata siapa sangka Lucas diam-diam mengambilnya dengan berpura-pura merapatkan tubuhnya ke tubuh polisi. Adel memegangi tangannya yang berlumuran darah, Albert langsung mengangkat tubuh Adel yang mulai melemah.


"Cepat bawa dia!! masukkan dia ke penjara kalau bisa sampai dia membusuk disana!!" geram Albert.


"Siap Tuan!" jawab polisi.


Albert mendudukkan tubuh Adel di kursi miliknya, kemudian dia merobek kemejanya mengikat luka tembak supaya darah tidak terus menerus keluar dari tangan Adel.


"Satria siapkan mobil, cepat!!" titah Albert.


Sonia hanya menonton semua kejadian pertama kali dalam hidupnya melihat langsung di depan matanya ayahnya sendiri berani menembak orang lain, di tambah lagi dia melihat mantan kekasihnya begitu perhatian kepada Adel membuat hatinya terasa sakit tapi tak berdarah.


Albert menggendong tubuh Adel keluar dari ruangannya, wajah panik tak bisa lagi ia sembunyikan. Para karyawan berbisik-bisik, mereka bertanya-tanya siapa yang di gendong oleh Albert dan juga mereka bingung melihat Lucas di seret polisi.


Satria sudah menunggu di kemudi mobil, pak Ahmad membukakan pintu untuk Albert. Setelah di pastikan Albert dan Adel sudah masuk pak Ahmad ikut serta duduk di samping Satria, mobil langsung melaju dengan kencang menuju rumah sakit milik keluarga Wiguna. Sepanjang perjalanan Albert terus memeluk Adel, dia berharap Adel baik-baik saja.

__ADS_1


"Adel bertahanlah, kau pasti akan baik-baik saja." ucap Albert khawatir.


Prang..


Di rumah orang tua Adel, Fatimah tiba-tiba menjatuhkan piringnya saat sedang mencucinya. Fatimah hendak mengambil pecahan kaca namun jarinya tertusuk sehingga darah pun keluar, rasa cemas timbul di pikirannya dia mengingat nama anaknya yakni Adel. Firasat seorang ibu tak pernah salah Fatimah memegang dadanya kemudian beristigfar, Yusuf menghampiri Fatimah yang sedang gelisah.


"Ibu ada apa?" tanya Yusuf.


"Astagfirullah, ayah ibu tadi gak sengaja pecahin piring terus hati ibu tiba-tiba cemas kepikiran Adel terus yah." ucap Fatimah.


"Ibu yang tenang ya, semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk pada anak kita." ucap Yusuf agar Fatimah tenang.


Di rumah sakit.


Albert berteriak memanggil Burhan selaku orang kepercayaan keluarga Wiguna, para perawat dan juga dokter yang berlalu lalang terkejut melihat kedatangan pemilik rumah sakit menggendong seorang wanita yang berlumuran darah di tangannya. Bagian resepsionis langsung menghubungi Burhan, beruntung Burhan langsung mengangkat sambungan teleponnya.


Mendapati telpon urgent dari resepsionis Burhan langsung berlari ke lantai bawah, perawat berlari mengambil brankar untuk membawa Adel masuk ke ruang UGD.


Cekiiiiitt..

__ADS_1


Brugh..


Burhan sampai tidak bisa mengontrol kakinya saking paniknya dia terjatuh, Burhan langsung bangkit sambil mengelus-elus bagian belakang tubuhnya yang terasa nyeri.


"Siapa yang sakit?" tanya Burhan.


"Cepat kau masuk, selamatkan istriku!" desak Albert.


"Baik." ucap Burhan.


Tanpa banyak bertanya Burhan langsung masuk ke ruang UGD, Albert dilarang masuk demi kenyamanan dan juga agar dokter fokus menangani pasien.


"Selamatkan Adel ya Allah." ucap Albert memohon doa pada yang maha kuasa.


"Dokter Burhan, pasien mengalami luka tembak kita harus segera mengangkatnya." ucap dokter wanita yang ikut masuk memeriksa kondisi Adel sebelum Burhan datang.


"Siapkan ruang operasi." titah Burhan.


"Baik." ucap Salah satu Suster.

__ADS_1


Adel di pindahkan ke ruang operasi, Albert mengikuti kemana Adel di bawa.


Burhan langsung memakai pakaian setelan Operasi, dia mencuci tangannya mensterilkan semua yang di perlukan. Lampu operasi di nyalakan, Adel di pasangkan selang oksigen dan juga impus. Burhan langsung bertindak cepat, dia berusaha mengeluarkan peluru yang ada di tangan Adel meskipun dengan tingkat kesulitan dan juga resiko yang tinggi.


__ADS_2