Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Operasi


__ADS_3

"Kenapa bisa berdarah seperti ini?" tanya Albert khawatir.


"Mungkin tadi gak sengaja tertekan atau gimananya aku gak tau dan gak nyadar ayang, kalo gak dikasih tau Rasya mungkin aku juga gak bakalan ngeh." jawab Adel.


"Kau ini ya, dasar ceroboh." omel Albert.


" Jurus bawelnya udah keluar." cibir Adel.


"Diamlah, mana tadi perban yang kau bawa dari rumah?" tanya Albert.


Adel meunjukkan tas yang dibawanya dengan salah satu tangannya, Albert langsung mengambilnya dan membuka tas tersebut. Hal pertama yang Albert lakukan adalah membersihkan darah yang keluar menggunakan kapas, kemudian dia mengobati lukanya dan yang terakhir adalah memasang perban.


"Selesai." ucap Albert.


"Beruntungnya punya suami siaga," Ucap Adel dengan gaya tengilnya.


Pletak.


Albert menjitak kepala Adel sampai si empu merasakan kesakitan, Istrinya itu selalu saja membuatnya khawatir dengan kecerobohannya.

__ADS_1


"Aww.. Sakit sayang ih." rengek Adel.


"Rasain, hukuman untuk istri yang ceroboh." ucap Albert.


Rasya hanya melongo melihat pasangan suami istri yang ada dihadapannya, apalah daya dia yang menjomblo hanya menjadi nyamuk diantara mereka berdua.


"Jiaaahhh... Jomblo." ledek Adel.


" Diam." sewot Rasya.


"Idiih ngambek," cibir Adel.


" Sayang kau mau dihukum lagi?" tanya Albert.


Tatapan kecemburuan mulai keluar dari wajah Albert, Adel sudah sangat tahu bagaimana watak suaminya dia lupa kalau dirinya tidak boleh dekat dengan lelaki manapun meskipun itu adiknya sendiri, bahkan memuji pria lain pun tidak boleh.


Satu jam kemudian.


Professor Julius datang menghampiri Albert dengan nafas yang terengah-engah, dia berlari dari pintu masuk rumah sakit sampai ke ruang ICU karena dia takut terlambat.

__ADS_1


"Selamat sore tuan." sapa professor Julius.


"Selamat sore, bagaimana?" tanya Albert.


" Kita harus melakukan operasi sekarang juga." ucap professor Julius.


"Lakukanlah." titah Albert.


Dokter Zack datang bersama tim yang akan membantunya di ruang operasi, professor Julius meminta dokter zack membawa Indah ke ruang operasi. Indah di bawa langsung ke ruang operasi diikuti oleh professor Julius, pendonor yang di bawa oleh professor Julius juga sudah berada di ruang operasi.


Professor Julius menyerahkan selebihnya kepada ahli bedah yaitu dokter Zack, dia hanya memantau dari jarak dekat saja proses operasi berlangsung. Albert dan yang lainnya menunggu di luar, mereka memanjatkan doa untuk kelancaran operasi Indah.


Professor Julius adalah ahli bedah terbaik di negara P, dia datang atas permintaan Albert untuk mencarikan donor yang cocok untuk ibunya. Hal tersebut bukanlah hal yang sulit bagi professor Julius karena banyak sekali orang-orang yang mau menjual organ tubuhnya demi bertahan hidup dan menghidupi, dia langsung membawa seseorang yang ginjalnya cocok dengan Indah atas laporanmedis yang dia terima.


Lampu operasi kini padam dalam waktu 2 jam, Albert menghela nafasnya lega kini hanya tinggal menunggu hasilnya. Dokter Zack dan professor Julius keluar dari ruang operasi, Albert dan Rasya segera menghampiri keduanya.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Albert.


"Seperti yang diharapkan, operasinya berjalan lancar." ucap dokter Zack.

__ADS_1


Rasya tersenyum bahagia mendengarnya, Albert hanya memejamkan matanya sejenak sebagai ungkapan rasa leganya. Adel hanya menyimak percakapan antara keempat pria yang sedang berdiri di hadapannya, dia sama sekali tidak mengerti apa yang tengah mereka bicarakan.


'pada ngomongin apa sih? Nyesel gue sering bolos mata pelajaran inggris jadinya gini kan, planga-plongo aja liatnya' batin Adel.


__ADS_2