Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Indah dan Edgar


__ADS_3

"Al apakah kamu masih ingat saat Clarissa masuk ke rungan kamu waktu itu? Dia bilang apa?"tanya Indah.


"Dia bilang kita tidak pantas hidup, dia terus menyalahkanku atas kematian daddy, aku tidak tau apa yang dia inginkan dan tujuannya menemuiku tapi yang jelas karena kondisiku masih kalut dengan semua yang sudah terjadi membuatku semakin tertekan, otakku diselimuti rasa bersalah dan juga bayang-bayang kecelakaan terus saja menghantui pikiranku yang menyebabkan aku terpuruk dan merasa sendirian." jawab Albert.


"Seingatku dia memiliki gambar di tangannya tapi yang mommy tidak tau gambar yang jelasnya itu seperti apa, mungkin saja dia pelakudibalik kecelakaan kita tempo hari." ucap Indah.


Albert mengerutkan keningnya, dia penasaran siapa sebenarnya Clarissa dan entah mengapa dia memiliki firasat kalau dibalik semua ini ada kaitannya dengan kasus Satria dan Edgar.


"Aku harus menghubungi seseorang." ucap Albert.


"Kau mau menghubungi siapa?" tanya Adel.


"Edgar, entah perasaanku saja atau gimana aku tidak tau karena firasatku mengatakan semua ini ada hubungannya dengan Edgar maupun Satria." ucap Albert.


"Siapa Edgar?" tanya Indah.


"Nanti aku jelaskan." ucap Albert.


Albert mengambil telponnya kemudian mencari kontak Edgar, dia langsung menelpon Edgar beruntung telponnya langsung tersambung.


"Hallo."


"Datanglah ke mansionku sekarang!" ucap Albert.


"Baik."


Tuutt..


Albert langsung menutup telponnya, dia kembali mengobrol dengan yang lainnya.


"Edgar akan datang kesini, nanti mommy akan tahu siapa Edgar." ucap Albert.

__ADS_1


Edgar sedang berada di club malam, setiap kali dia stress pasti dia melampiaskannya dengan minum-minuman beralkohol. Leo menyerahkan handphone miliknya kemudian melihat siapa yang menelponnya, Edgar langsung menempelkan hp nya di telinganya. Tanpa berpikir panjang Edgar mengajak Leo pergi dari club menuju rumah Albert, dia berharap Albert sudah mendapatkan apa yang diinginkannya.


Tak lama kemudian mobil Edgar sudah sampai di depan mansion, Albert mendengar suara mobil Edgar ia lantas menyuruh Cindy dan Adel masuk kedalam kamarnya masing-masing.


"Dinda kamu ke kamar duluan, nanti aku menyusul." titah Albert.


"Aku tunggu disini saja nemenin kamu." ucap Adel.


"Sayang jangan membantah." tegas Albert.


Adel membawa toples cemilan dan membawanya pergi ke kamarnya, dia takut kalau suaminya marah jika dia membantah.


'Keluar juga tuh khodamnya, ngeri banget jangan sampe gue gak dapet jatah malam ini, mana bisa tidur gue kalau gak olahraga dulu' batin Adel.


"Kau juga masuk." titah Albert pada Cindy.


"Tapi.."


Cindy menuruti perintah Albert, dia langsung berdiri meninggalkan ruang kekuarga lalu masuk kedalam kamarnya.


Albert bangkit dari duduknya berjalan keluar menyambut kedatangan Edgar, dia mengajak Edgar bergabung bersama ibunya di ruang keluarga.


"Ayo masuk." ajak Albert.


"Hemm." jawab Edgar dingin.


Albert mencium bau Alkohol yang menyengat kedalam hidungnya, dia menatap Edgar dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Edgar.


"Kau mabuk?" tanya Albert.

__ADS_1


"Sedikit." jawab Edgar singkat.


"Menyesal aku menelponmu jika kau mabuk seperti ini, aku takut kau tidak akan fokus dengan pembahasan kita kali ini." ucap Albert berterus terang.


"Aku masih sadar dan masih bisa berkominikasi, jadi jangan khawatir." ucap Edgar.


Edgar dan Leo duduk di sofa bersebrangan dengan Indah, sedangkan Albert dia duduk bersebelahan dengan ibunya. Indah menatap Edgar dengan seksama, dia merasa tak asing dengan wajah Edgar namun ia tak begitu mengingatnya.


"Kayak pernah lihat deh." bisik Indah pada Albert.


"Dengarkan saja, mommy pasti kaget." ucap Albert.


"Kenapa kau memanggilku? Apa kau sudah mendapatkannya?" tanya Edgar to the point.


"Tentu saja, aku sudah menyimpannya." jawab Albert.


Albert mengambil sampel rambut Satria, dia menyerahkannya kepada Edgar namun sebelum Edgar pergi dia membahas sesuatu yang ingin ia utarakan.


"Perkenalkan, dia ibuku temannya tante Nadia. Dia adalah orang yang sudah menyelamatkan Satria waktu Satria kecil." ucap Albert memperkenalkan ibunya pada Edgar.


"Jadi kau yang selama ini merawat adikku?" tanya Edgar.


Deg!!


***


Maaf banget kemarin gak update, Authornya tepar mabuk perjalanan waktu pulang dari tanggerang mana kejebak macet lagi huhu 🥺


kalau banyak yang komen author doubel up, yuk siapa yang mau double up? ☝️


Jangan lupa dukungannya ya klik subscribe, komen, like and vote sebanyak-banyaknyaya biar tambah semangat 😘🥰

__ADS_1


__ADS_2