Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Albert khawatir


__ADS_3

Tok..tok.tok..


"masuk" sahut Albert.


Pak Ahmad masuk lalu membungkukkan badannya.


"maafkan saya tuan muda, saya lupa kalau tuan masih disini." ucap Pak Ahmad merasa bersalah.


"Kemana Adel?" tanya Albert.


"Nona sedang ada di ruang pasien , tadi dia pingsan suhu badannya tinggi." ucap Pak Ahmad jujur.


Albert membulatkan matanya, raut wajah khawatir terpancar dari wajahnya.


"Bawa aku kesana paman." titah Albert.


"Baik tuan muda." ucap Pak Ahmad.


Pak Ahmad mendorong kursi roda Albert keluar dari ruangan terapi, tak lupa pak Ahmad juga berpamitan kepada dokter Zico.


Adel melenguh lalu membuka matanya, dia memegang kepalanya yang terasa pusing kemudian Adel bangun lalu duduk.

__ADS_1


"Astagfirullah pusing banget, punya kepala pusing tapi gak punya kepala serem juga ya." keluh Adel.


Ceklek.


"Adel kau tidak apa-apa? Mana yang sakit?" cecar Albert.


Albert tiba-tiba datang menghampiri Adel dan mencecarnya dengan pertanyaan yang membuat kepalanya semakin bertambah pusing, Albert memegang tangan Adel mengecek suhu badan istrinya itu.


"apaan sih berisik banget." omel Adel.


"tadi Paman bilang kau pingsan." ucap Albert khawatir.


"ini lagi ngapain pegang tangan segala?" gerutu Adel.


"iya juga ya, ngapa jadi bego gini sih." gerutu Adel.


Albert meminta pak Ahmad membeli makanan untuk Adel, sedangkan dirinya mengambil segelas air putih yang berada diatas laci kemudian memberikannya kepada Adel.


"terimakasih pak bos." ucap Adel menghabiskan satu gelas air minumnya sampai tandas.


"hemm." jawab Albert.

__ADS_1


"bagaimana terapinya?" tanya Adel.


"sangat melelahkan tetapi aku puas dengan hasilnya meskipun belum signifikan." jawab Albert.


"selagi kau mau berusaha aku yakin kau pasti bisa kembali berjalan normal seperti biasanya, klinik ini adalah klinik terbaik spesialis tulang tetapi klinik ini juga mengadakan dokter umum agar warga sekitar juga bisa berobat kesini, kata ayah sih dokter disini bekerja dengan sukarela biaya yang di keluarkan oleh pasien mereka kumpulkan untuk di bagikan kepada yang lebih membutuhkan." ucap Adel.


Albert manggut-manggut mendengar cerita Adel. Begitu mulianya hati para dokter yang ada di klinik yang tidak begitu besar ini, mereka menyumbangkan hasil kerja kerasnya kepada orang yang lebih membutuhkan, di zaman yang modern ini sangatlah susah menemukan orang yang baik serta tulus yang peduli kepada rakyat kecil, hati Albert tergerak untuk menyumbangkan sebagian harta yang dimilikinya ke klinik tempat dimana ia menjalani pengobatan untuk kakinya.


"nona makanlah dulu, setelah itu diminum obatnya agar demamnya turun dan juga pusingnya berkurang." ucap Pak Ahmad menyodorkan bubur Ayam pada Adel.


"terima kasih paman." ucap Adel tersenyum menerima bubur ayam dari pak Ahmad.


Adel memakan buburnya sampai habis tak tersisa, dia sangat menghargai usaha pak Ahmad walapun Adel tisak berselera makan. Pak Ahmad menyerahkan obat yang sudah diambilnya dari apoteker kepada Adel, kemudian Adel meminumnya.


"Al badanmu bau." ucap Adel mengendus baju Albert.


" nanti aku akan mengganti bajunya dibantu paman saja, kau istirahatlah dulu." ucap Albert.


"terserah kau saja, bajunya ada di tas hitam." ucap Adel.


"hmmm, kalau begitu aku akan ganti baju dulu." ucap Albert.

__ADS_1


"silahkan tuan muda." ucap Adel.


Albert mengganti bajunya dibantu oleh pak Ahmad, sedangkan Adel dia menunggu Albert sambim memainkan hp nya.


__ADS_2