Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
kebusukan Lucas


__ADS_3

Albert merangkul pinggang Adel di hadapan dua manusia yang tidak tau malu, di dengan sengaja mengecup kening Adel dengan mesra.


Deg!!


Tubuh Adel seketika menegang akibat serangan tanpa aba-aba dari Albert, matanya membulat sempurna. hati Sonia memanas melihatnya, dia menghentakkan kakinya tidak terima.


"Berkat wanita di sampingku aku bisa berjalan kembali, beruntung sekali aku bisa lepas dari wanita murahan sepertimu Tuhan telah menunjukkan sifat aslimu saat aku sedang dalam keadaan terpuruk." ucap Albert dingin.


"Albert sayang kau tidak lupa kan kenangan kita selama bertahun-tahun lamanya, dulu saat bersamaku kau juga dalam keadaan yang tidak baik-baik saja tapi berkatku kau kembali menjalani hidupmu seeprti biasanya." ucap Sonia.


' dulu Al pernah terpuruk juga? Tapi kenapa? Apa ada yang aku lewatkan disini' Batin Adel.


Albert terdiam mendengar perkataan Sonia, seketika wajahnya berubah namun dia menyembunyikannya agar tidak terlihat oleh orang lain.


" Semua orang mempunyai masa lalu dan juga masa depan yang tidak tau akan seperti apa entah itu suka maupun duka," ucap Albert.


"Albert aku mohon terimalah kerjasama ini, aku mohon padamu Albert jika tidak perusahaa ku jadi taruhannya." ucap Lucas memohon di hadapan Albert.


" Paman panggil Satria kesini, tolong bawa amplop coklat dan juga data yang sudah aku perintahkan semalam." ucap Albert.


"Baik tuan muda." ucap Pak Ahmad.


Pak Ahmad keluar mencari Satria, sedangkan Albert dia membawa Adel duduk di kursi singgasana miliknya. Tak lama kemudian Satria datang membawa amplop berwarna coklat dan juga laptop di tangannya, Albert memerintahkan Satria untul memberikan amplop berwarna coklat tersebut kepada Lucas.


Lucas tidak mengerti apa isi dari amplop yang di berikan oleh Albert, dia membuka amplop tersebut lalu ia membulatkan matanya.


" Kau sudah melihatnya bukan?" tanya Albert tersenyum miring.


"i-ini.." ucap Lucas terbata.

__ADS_1


Sonia merebut Amplop beserta isinya dari tangan Lucas, dia penasaran dengan apa yang membuat ayahnya terkejut. Sonia menutup mulutnya, matanya membulat sampai menjatuhkan amplop yang berisikan gambar-gambar dirinya tidur dengan pria berbeda.


"Pa-pah ini bu-bukan aku, ini pasti editan kan Al." ucap Sonia tergagap.


"Masih ada lagi." ucap Albert.


Satria menyalakan laptop lalu membuka data yang berhubungan dengan Lucas, dia menjelaskan semuanya secara rinci laporan hasil pemyelidikannya selama ini kepada Albert.


"Tuan disini tertulis laporan bahwa tuan Lucas tidak memberikan keuntungan sesuai dengan perjanjian yang kita tetapkan, beliau juga menggelapkan dana yang kita salurkan ke perusahaannya dan dia juga yang sudah menyuruh seseorang untuk mencelakai tuan Albert dengan membayar pelayan di mansion menaruh obat yang bisa membuat Tuan lumpuh total agar ia bisa mengambil keuntungan yang lebih besar lagi." jelas Satria.


Adel membuka mulutnya lebar, ternyata dalangnya adalah mantan calon mertua Albert sendiri yang membuat Albert hampir lumpuh total. Sonia tidak menyangka ayahnya melakukan kejahatan kepada Albert, Lucas semakin ketakutan dia menggelengkan kepalanya menyangkal semua yang di ucapkan oleh Satria.


"Tidak, tidak,tidak aku tidak melakukannya." ucap Lucas mengibaskan tangannya.


"Papah, apa yang dikatakan oleh Satria itu benar?" desak Sonia.


"Selain suka menghina kau juga punya niat buruk pada suamiku, dasar manusia iblis terbuat dari apa hati kalian sampai dengan teganya mambayar seseorang untuk mencelakai Albert hah?! Apa Albert berbuat salah sampai hati kalian menukar masa depannya dengan sebuah harta." amuk Adel.


Adel tak bisa menahan lagi emosinya, Lucas sudah ketakutan dia hendak melarikan diri namun Adel langsung menarik tangannya lalu memutarnya sampai Lucas berteriak kesakitan.


Kreeekkk...


"Arrgghh.. Lepaskan tanganku bodoh." teriak Lucas.


"Ini balasan untuk orang yang tidak punya hati nurani sepertimu, kau tahu Albert hampir hilang harapan akibat perbuatanmu." ucap Adel menatap nyalang pada Lucas.


"Lepaskan Papah sialan." ucap Sonia.


Sreng..

__ADS_1


Adel menatap sengit kepada Sonia, dia ingat betul bagaimana Indah menceritakan bagaimana Sonia menghina suaminya jelang pernikahannya dulu.


Plak.


Adel mendorong tubuh Lucas sampai terjatuh, dia juga menampar pipi Sonia sampai mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya. Satria dan pak Ahmad hendak menghentikan Adel namun Albert memberikan kode pada keduanya untuk tetap diam, Albert memantau Adel dari kejauhan dia tau bagaimana sifat Adel jadi dia memutuskan untuk membiarkan istrinya meluapkan emosinya jika tidak maka dia yang akan kena imbasnya.


"kau pikir siapa dirimu hah?! Beraninya kau menyerangku bocah sialan." bentak Lucas.


"Kau ingin tau siapa aku? aku Adalah ADELIA istri sah dari ALBERT SATYA WIGUNA." ucap Adel menekan kata-katanya.


Sonia mengayunkan tasnya hendak menyerang Adel namun sekali tendangan tas Sonia terbang keluar jendela.


"Aahh.. Tas mahalku." teriak Sonia.


"Kurang ajar!" geram Lucas.


Lucas menendang punggung Adel, Refleks Albert langsung berlari menangkap tubuh Adel. Albert mengangkat wajahnya menatap Lucas dengan tatapan yang tak bisa diartikan, Lucas sudah melewati batas wajar sampai berani menendang punggung Adel.


" Berani kau menyakitinya!" geram Albert.


Bugh..bughh..bugh.


Albert menarik tubuh Adel kebelang tubuhnya, dia menghajar Lucas membabi buta.


" Aku bisa saja membunuhmu jika kau bukan sahabat Daddy, tapi kali ini aku tidak akan membiarkanmu berkeliaran bebas di dunia ini." ucap Albert dingin.


"Jangan bergerak!" ucap polisi mengangkat senjata.


Lucas mengangkat tangannya. Sebelumnya Satria sudah menghubungi pihak kepolisian melaporkan Lucas, Akhirnya polisi mengamankan Lucas membawanya pergi. Tetapi tanpa di sadari tangan Lucas diam-diam mengambil senjata api lalu berbalik menodongkannya ke arah Albert.

__ADS_1


Doorrr...


__ADS_2